Pages

Senin, 21 Maret 2011

Seruan Optimisme dari Alonso

Sydney - Musim lalu asa Fernando Alonso jadi juara dunia untuk kali ketiga kandas di seri terakhir. Kini ia lebih percaya diri karena Ferrari telah jadi lebih tangguh.

Alonso nyaris saja bermahkotakan gelar juara dunia musim 2010 setelah sebelumnya meraih titel tersebut pada dua kesempatan bersama Renault di musim 2005 dan 2006.

Akan tetapi, kesalahan strategi di GP Abu Dhabi membuat Alonso yang sebelum seri terakhir itu memuncaki klasemen harus digeser Sebastian Vettel yang jadi kampiun.

Kegagalan tersebut sudah jadi pelajaran berharga untuk Alonso dan 'Kuda Jingkrak'. Maka mereka kini lebih siap menatap musim 2011 yang seri perdananya akan dihelat pada akhir pekan di Australia.

"Kami memulai dari posisi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Kami akan melihat apa itu cukup. Aku tahu betapa sulitnya memenangi kejuaraan dunia dan aku berada di tempat terbaik untuk mengejarnya," seru Alonso di ESPN F1.

Seiring dengan hal tersebut, Alonso pun menegaskan ambisinya untuk mendominasi perebutan gelar juara dunia di musim-musim berikutnya. Ia ingin jadi jawara yang tidak terkalahkan.

"Di 2011 aku ingin pertarungan ulang tahun lalu. Aku ingin gelar juara dunia jadi milikku di akhir musim, juga di 2012, 2013 dan tahun-tahun berikutnya."

"Tidak ada tujuan lain. (Kemenangan) Itu sudah jadi seperti hukum tidak tertulis. Untuk Ferrari dan juga diriku sendiri," tegas driver asal Spanyol tersebut.
Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Reuters

Vettel Bisa Hijrah dari Red Bull Sebelum Kontraknya Habis

Sydney - Kontrak baru Sebastian Vettel dengan Red Bull ternyata tetap memiliki celah yang bisa digunakan si driver untuk hijrah. Bos Red Bull Dietrich Mateschitz menyebutnya sebagai sebuah formalitas yang nyaris takkan diperlukan.

Pekan lalu Vettel sudah menyetujui sebuah kesepakatan baru dengan 'Banteng Merah', yang berjalan sampai dengan akhir musim 2015. Kontrak baru itu sendiri bak mengakhiri spekulasi yang mengaitkan si pembalap Jerman dengan Ferrari.

"(Kami sudah merampungkan kesepakatan) Agar ia setidaknya bisa merasa aman untuk saat ini, tapi juga untuk mengakhiri 'perburuan' tim-tim lain yang terkadang nyaris mendekati garis kewajaran," kata Mateschitz di Crash.

Akan tetapi, dalam kesepakatan baru itu rupanya juga ada klausul khusus yang dapat membuat Vettel hijrah sebelum kontraknya habis. Klausul bisa aktif jika si juara dunia 2010 merasa tak puas dengan Red Bull.

Mateschitz menyebut klausul keluar untuk Vettel itu pada dasarnya hanyalah formalitas belaka dan menyebutnya mungkin tidak akan diperlukan.

"Jika kami tidak bisa memberikan apa yang dibutuhkan Vettel dan ia meminta, kendati pun ada kontraknya, kami untuk melepaskan, saya tidak bisa membayangkan kami tidak akan menyetujuinya," paparnya.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

GP Australia Pamungkas?

Melbourne - Pekan depan, kompetisi F1 tahun 2011 akan dimulai di Australia. Sebuah balapan yang mungkin akan jadi yang terakhir di Negeri Kanguru itu.

Australia menjadi satu dari dua seri yang terancam dihapus karena tahun depan F1 akan manggung di dua tempat baru, Texas (Amerika Serikat) dan Rusia.

"Kita mungkin harus menghapus dua seri agar ada tempat buat Austin (Texas) dan Rusia," ujar supremo F1, Bernie Ecclestone, membahas perihal kalender 2012 di Auto 123 Racing.

Kuatnya sinyal bahwa seri Australia akan dihapus justru diperkuat oleh pernyataan pemerintah negara bagian Victoria, tempat pergelaran GP Australia, yang menyebut bahwa mereka keberatan menggelar balap jet darat di sana.

Selain Australia, satu lagi seri yang terancam dibuang adalah satu dari dua balapan yang dihelat di Spanyol, yakni GP Spanyol di Sirkuit Catalunya dan GP Eropa di Valencia.

"Australia bilang kalau mereka tidak ingin menggelar balapan (F1). Kalau mereka ingin pergi, mereka boleh pergi. Satu lagi (yang mungkin dicoret) adalah satu balapan di Spanyol," cetus Ecclestone.

"Kami pernah melakukannya di Jerman," ungkap Ecclestone merujuk pada gelaran GP Eropa yang dulu diselenggarakan di Jerman tetapi lantas dipindah ke Spanyol. "Jadi mungkin hal itu juga bakal kami lakukan ke Spanyol."

Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : Getty Images

Podium Kedua Puaskan Lorenzo

Losail - Jorge Lorenzo mengawali musim ini dengan finis di urutan kedua MotoGP Qatar. Meski tak berhasil menjuarainya namun baik Lorenzo maupun tim Yamaha sudah puas dengan pecapaian itu, terkait performa buruk mereka di sesi pra musim.

Dalam balapan pembuka musim baru di sirkuit Losail, Senin (21/3/2011) dinihari tadi, Lorenzo yang start dari urutan ketiga berhasil menampilkan performa terbaiknya.

Meski harus bersaing dengan duo Honda yang lebih dominan, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, Lorenzo masih bisa survive di tiga besar selama 23 lap untuk finis di belakang Stoner.

Ini boleh dibilang raihan yang positif mengingat performa Yamaha di tes pra musim tidaklah bagus dan Lorenzo sendiri seperti belum sreg dengan motor barunya. Namun hasil di Qatar memperlihatkan sebaliknya dan finis di urutan kedua diakui Lorenzo lebih berarti dibanding menjadi juara.

"Aku pikir aku lebih bangga bisa naik podium daripada kemenangan dalam balapan ini. Itu yang kurasakan malam ini. Aku sagat bangga akan diriku dan timku yang tak pernah menyerah dan selalu bekerja semampu mereka untuk memberikan yang terbaik bagiku," sahut Lorenzo di Crash.
Hal senada pun diungkapkan manajer tim Wilco Zeelenberg yang menilai Lorenzo sudah tampil semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik untuk 'Tim Garpu Tala'. Ini juga bisa jadi sinyal bahwa Lorenzo sudah bisa bersaing dengan duo Honda yang tampil impresif sejak pra musim lalu.

"Jorge membalap dengan hati yang besar. Menakjubkan melihatnya sudah bisa beradaptasi dengan kompetisi dan membalap dengan berani di lap-lap awal," ucap Zeelenberg.

"Kami melihat musim ini akan berjalan tidak mudah namun kami dapat melihat jika Lorenzo dapat bersaing. Saya sangat bangga dengannya, yang tadi adalah balapan fantastis," tuntasnya.

Sumber : Mohammad Resha Pratama - detiksport
foto : Detiksport/Jalu Pamuncar

Spies: Rossi Bukan Lawan Mudah

Losail - Ben Spies mengakhiri balapan perdana musim ini dengan finis di urutuan enam. Tak mudah ia mendapatkan hasil tersebut lantaran harus bertarung dengan Valentino Rossi--lawan yang disebutnya tangguh.

Balapan di Sirkuit Losail, Senin (21/3/2011) dinihari WIB, pertarungan antara Casey Stoner dan Dani Pedrosa di barisan depan bukanlah satu-satunya suguhan menarik. Beberapa baris di belakang mereka ada pertarungan antara Spies dan Rossi.

The Doctor yang memulai balapan dari posisi sembilan, perlahan-lahan berhasil merangsek naik dan duduk di posisi enam. Spies sendiri sempat tertahan di belakang Hector Barbera sebelum akhirnya bisa berduel dengan Rossi.

"Itulah balapan pertama tahun ini, tak tergambar dengan sempurna dan saya sedikit terdorong di tikungan pertama, terjebak di belakang Barbera dan Rossi di beberapa lap awal. Mereka sempat bertarung, yang mana membuat saya tertinggal dari pembalap-pembalap di depan," ujarnya di situs resmi MotoGP.

"Tapi, di luar hal itu, ini adalah balapan yang bagus. Saya sempat kesulitan untuk melewati Valentino, dia membalap dengan sangat baik dan dia bukan lawan yang gampang untuk dihadapi!"

"Ketika kami berhasil melaju, kami mencetak catatan waktu tercepat kami dan motor terasa sangat baik," tukasnya.

Meski hanya finis di posisi enam, Spies mengaku cukup puas. Ia masih berusaha mengejar posisi lima besar dan oleh karenanya tak sabar untuk segera bisa membalap di seri berikutnya, di Jerez.

"Kami akan membalap lagi dalam waktu dua pekan, saya sangat senang bisa kembali ke Jerez. Ini baru balapan pertama tahun ini, saya tak bisa masuk posisi lima besar, tapi kami mendapatkan beberapa poin, jadi saya senang," tandasnya.

Sumber : Rossi Finza Noor - detiksport
foto : Getty Images

Rossi Mengaku Masih Sangat Terkendala Bahu

Losail - Faktor motor menjadi salah satu aspek yang menjadi kendala Valentino Rossi di Losail. Namun, faktor kondisi fisik ternyata berdampak lebih besar kepada aksinya.

Rossi tidak berhasil menjalani debut manis bersama Ducati setelah hanya finis di posisi tujuh dalam balapan perdana musim 2011 di Losail, Senin (21/3/2011) dinihari WIB.

Pembalap yang musim lalu membela panji Yamaha itu sebenarnya memulai dengan cukup baik. Start dari posisi sembilan, ia selama sesaat sempat menyodok ke posisi dua di tikungan pertama.

"Aku start dengan bagus dan itu adalah sebuah perasaan yang menyenangkan karena horsepower yang dimiliki motor ini sangat membantu," kata Rossi di Autosport.

Rossi sempat merasa bertarung untuk posisi empat masih memungkinkan. Namun, perjuangannya kemudian mengendur karena terganggu masalah nyeri di bahu.

"Aku membuat kesalahan di tikungan pertama, ini sangat disayangkan karena aku jadi terhambat di belakang (Hector) Barbera untuk beberapa lap. Kalau tidak, aku bisa saja lebih dekat ke (Marco) Simoncelli dan (Andrea) Dovizioso, karena ada satu periode di mana aku sempat berdekatan dengan mereka."

"Tapi aku tidak akan bisa mengalahkan mereka karena di akhir balapan aku tidak lagi bisa berkendara seperti biasanya. Aku tak merujuk kepada Ducati karena bahkan tahun lalu, usai bahuku cedera, aku mengalami masalah serupa di sesi-sesi akhir balapan, dan karena dua motor itu sangat berbeda, artinya masalah itu dikarenakan kondisi fisikku," papar Rossi.

Menyebut masalah fisik telah memainkan peranan besar dalam balapan di MotoGP Qatar, Rossi juga mengakui masih banyak hal yang perlu ditingkatkan di Ducati.

"Kami harus meningkatkan kinerja motor karena pembalap yang lain jelas sudah membuat langkah maju sejak tahun lalu," tegas Rossi.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : detiksport/Jalu Pamuncar

Gagal Naik Podium, Dovi Sedikit Kecewa

Losail - Finis keempat di Losail kurang memuaskan Andrea Dovizioso. Alasannya, rider Repsol Honda itu sebenarnya menargetkan naik podium.

Memulai balapan dari posisi tujuh, Dovizioso langsung tancap gas selepas start bersama dengan dua rekan setimnya, Dani Pedrosa dan Casey Stoner.

Akan tetapi, Dovizioso perlahan-lahan mulai kehilangan posisi. Usai dilalui Jorge Lorenzo (Yamaha), Dovizioso pun tertahan di posisi empat.

"Aku sedikit kecewa karena target kami adalah podium, tapi secara umum aku menjalani balapan yang bagus. Di lap pertama aku pikir aku bisa mengejar podium dan aku puas dengan lajuku, aku juga mencatatkan fastest lap-ku di lap pertama," tutur Dovizioso dalam rilis yang diterima detikSport.

Setelah itu Dovizioso sempat harus mendapatkan ancaman dari Marco Simoncelli (Gresini Honda). Tapi pada akhirnya Simoncelli bisa ia hadang sehingga finis di belakangnya.

"Kami melaju dengan kecepatan bagus dan motornya oke tapi kami harus melangkah maju lagi agar bisa terus setara dengan Casey dan Dani."

"Aku kehilangan waktu dalam pertarungan dengan Simoncelli, menurutku manuvernya benar-benar maksimal. Itu adalah momen krusial karena kami kehilangan waktu yang dibutuhkan untuk naik podium," papar pembalap yang acap disapa Dovi itu.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images