Pages

Senin, 29 November 2010

Bos F1 Dirampok, Harta Rp 2,8 M Raib

Nasib sial menimpa bos Formula 1, Bernie Ecclestone, pada Rabu (24/11/2010) malam. Orang nomor satu di arena balapan "jet darat" tersebut dirampok di pusat kota London dan mengalami cedera pada bagian kepala.

Penyerangan itu terjadi di luar Knighsbridge, kantor perusahaan pemegang saham Formula 1. Waktu itu, pria berusia 80 tahun tersebut, bersama kekasihnya, Fabiana Flosi, didatangi oleh empat laki-laki yang langsung melakukan penyerangan.

Para penyerang itu menendang dan menonjok Ecclestone sebelum melarikan diri dengan membawa sejumlah harta. Menurut laporan berbagai media, para penyerang itu membawa kabur sejumlah perhiasan yang bernilai sekitar 200.000 poundsterling (sekitar Rp 2,81 miliar).

Sebuah pernyataan dari polisi menunjukkan, Ecclestone langsung dibawa ke rumah sakit di London barat untuk mendapatkan perawatan. Setelah itu, bos komersial F1 tersebut langsung diperbolehkan untuk pulang.

"Tak ada laporan lain tentang cedera," menurut pernyataan polisi tersebut. "Barang-barang yang dicuri itu diyakini merupakan sejumlah perhiasan."

Sumber : Kompas.com
Foto : Vecernji

MotoGP Yamaha Abaikan Ultimatum Rossi

Yamaha membuat keputusan yang berani untuk menjawab "tantangan" Valentino Rossi. Tim pabrikan Jepang ini tak mau menuruti ultimatum Rossi, yang akhirnya memutuskan untuk pindah ke Ducati, lantaran Yamaha bersikeras untuk mempertahankan Jorge Lorenzo.

Memang, selama berbulan-bulan muncul rumor bahwa Rossi memberikan dua pilihan kepada Yamaha saat GP Perancis di Le Mans, pertengahan Mei lalu. "The Doctor" menegaskan bahwa dia akan memperpanjang kontrak berdurasi dua tahun jika Lorenzo didepak.

Namun, bos Yamaha, Lin Jarvis, membantah rumor mengenai ultimatum dari pebalap berusia 31 tahun tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa Yamaha bahagia jika tetap memiliki dua pebalap top tersebut.

"Dengan Valentino, kami mengajukan proposal perpanjangan kontrak selama dua tahun. Namun, kami juga sudah menjelaskan dari awal bahwa tim menginginkan Jorge dan Valentino tetap bersama-sama."

"Kami sadar, hal tersebut pasti sulit dan tentu saja sangat tidak mudah dalam tiga tahun terakhir karena kami juga melihat perkembangan kecepatan Jorge. Kami juga memandang rivalitas di antara kedua pebalap juara tersebut tumbuh. Tidak mudah untuk meneruskan itu, dan segalanya sudah diberikan."

"Saya pikir, fakta bahwa Casey (Stoner) pindah ke Honda berarti bahwa para kompetitor kami sudah sangat lapar dan keputusan akhirnya adalah Valentino pergi ke Ducati dan Jorge memutuskan untuk bertahan."

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/Javier Soriano

Sabtu, 27 November 2010

Pembalap Indonesia Ikut Reli Dakar Lagi

Jakarta - Untuk kali kedua Kasih Hanggoro akan mengikuti reli paling ganas di dunia, Reli Dakar. Tahun depan pembalap Indonesia itu akan tampil di kelas mobil bersama navigator Iriatna Yudha Satria.

Pada keiikutsertaan pertama Aang -- panggilan Kasih Hanggoro--, ia tampil di kelas single seater. Tapi berikutnya ia akan membalap "berdua" bersama Yudha, bergabung dengan tim Epsilon.

"Pada Reli Dakar lalu saya ikut single seater. Tapi sekarang bersama navigator saya Yudha 
kami akan ikut lagi," ungkap Kasih Hanggoro di Plaza Senayan Arcadia, Kamis (25/11/2010).    

Di edisi 2010 Aang mencapai etape ketiga di urutan ke-121 dari total sekitar 200 pembalap. Untuk balapan 2011, ia mengaku hanya ingin berusaha mendapatkan hasil lebih baik di kesempatannya yang kedua sekaligus terakhir ini.

Aang juga mengungkapkan bahwa dia tertarik untuk kembali tampil di Reli Dakar karena ingin membawa nama Indonesia. "Saya cinta Indonesia dan saya ingin membawa nama Indonesia di sana karena itu kami berdua ikut," ujarnya.

"Tahun depan saya tidak akan ikut lagi. Ini Reli Dakar terakhir saya. Ikut saja saya sudah senang karena saya bisa belajar manajemen Reli Dakar. Saya berharap ke depan ada pembalap Indonesia lagi yang ikut reli ini," sambung pereli yang juga ketua BPH Universitas Budi Luhur, Jakarta, tersebut .

Sementara sang navigator, Yudha Satria, merasa senang dan bangga bisa mendampingi Aang dan akan merasakan Reli Dakar pertama kalinya.

"Kami minta doanya. Mudah mudahan kita bisa finis karena setiap tahun hanya 30 persen saja pembalap yang bisa finis. Saya sudah bilang sama Aang tidak perlu bernafsu, mudah-mudahan kita bisa finis," harap Yudha.

Reli Dakar 2011 berlangsung dari 1-16 Januari.

sumber : Reky Herling Kalumata - detiksport
FOTO : Kasih hanggoro dan Yudha Satria (Detiksport/ Reky HK)

Costa: Ferrari Main Aman

London - Kegagalan Fernando Alonso meraih gelar juara dunia masih disesali oleh Ferrari. Direktur Teknik Ferrari Aldo Costa mengatakan Alonso kehilangan gelar karena tim memutuskan bermain aman dengan strategi mereka.

Alonso tampil di seri terakhir dengan memimpin delapan poin dari pembalap Red Bull Sebastian Vettel di klasemen pembalap. Namun pembalap Jerman itu berhasil memimpin di depan di sirkuit Yas Marina dan akhirnya memastikan kemenangan.

Situasi berubah tidak menguntungkan untuk Alonso sejak Mark Webber masuk pit di lap 13 dan keluar lagi di posisi 16. Alonso dan Webber juga tertahan oleh Vitaly Petrov sehingga mereka harus finis di posis ketujuh dan kedelapan.

Pembalap Spanyol itu pun gagal meraih gelar setelah kalah dari Vettel yang menjadi juara dengan selisih hanya empat poin. Costa pun mengakui bahwa mereka telah salah dengan strategi karena memilih untuk bermain aman.

"Kami salah. Kami tak melakukan pendekatan balapan dengan cara terbaik namun cukup mendapat hasil rata rata. Saat ada hal kecil, 'Petrov', safety car semuanya menjadi gagal. Tak boleh terjadi lagi ," keluh Costa seperti dilansir Sky Sport.

Costa pun menceritakan suasana di garasi Ferrari saat mereka menyadari bahwa harapan meraih gelar juara dunia pupus sudah.

"Saat Fernando melewati garis kami semua diam. Selama lima atau sepuluh menit kami menatap monitor. Tak ada yang beranjak, tak ada melepas helm mereka. Tak ada yang bicara. Tak ada yang bisa menerima kenyataan," ungkapnya.

Namun, Costa menegaskan bahwa kegagalan tersebut tidak bisa dibebankan oleh satu orang saja. "Kita perjelas. Kami tidak kehilangan gelar karena strategi kami di Abu Dhabi, tetapi karena mobil kami terlalu pelan," tukasnya.

sumber : Reky Herling Kalumata - detiksport

Rabu, 24 November 2010

Vettel Juara Dunia Termuda


Abu Dhabi: Pebalap Red Bull Sebastian Vettel keluar sebagai juara pada seri pamungkas di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Ahad (14/11) malam. Dengan kemenangan ini, Vettel mengumpulkan total 256 angka unggul empat angka dari pesaing terberatnya Fernando Alonso. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, pebalap asal Jerman ini mencetak sejarah dengan menjadi pebalap termuda peraih gelar juara GP Formula 1. Ini merupakan kemenangan kelima Vettel sepanjang musim ini.

Vettel yang start di pole position, tampil perkasa sejak lap pertama dimulai. Vettel mendominasi balapan dan terus memimpin sepanjang 55 lap. Duet Mclarren Lewis Hamilton dan Jenson Button tampak kesulitan mengimbangi kecepatan Vettel. Berturut-turut keduanya hanya mampu finis di urutan 2 dan 3.

Sementara itu, nasib sial menimpa pebalap Ferrari Fernando Alonso. Pebalap asal Spanyol ini harus melupakan mimpinya untuk menjadi juara F1 ketiga kalinya setelah hanya finis di posisi ke-7. Padahal sebelum balapan berlangsung, Alonso merupakan pemuncak klasemen dan paling berpeluang meraih gelar.

Alonso yang hanya butuh finis di posisi empat untuk memastikan juara, tampaknya menjadi korban dari kesalahan strategi tim Ferrari. Ia masuk ke pit terlalu dini. Hal ini membuatnya tertahan di belakang mobil pebalap Renault Vitaly Petrov yang lebih lambat. Hingga akhir balapan Alonso tidak mampu menyalip Petrov.

Hal serupa juga terjadi pada Mark Webber. Rekan Vettel di Red Bull ini hanya terpaut 8 poin dari Alonso sebelum balapan dimulai. Webber hanya finis di posisi delapan akibat pit stop prematur yang dilakukannya untuk mengganti ban.

Kecelakaan juga mewarnai seri terakhir GP Formula 1 tersebut. Pada lap pertama, mobil yang dikendarai Michael Schumacher melintir setelah melewati beberapa tikungan. Schumacher yang terhenti di badan jalan langsung dihantam oleh pebalap Force India Toni Liuzzi dari belakang. Safety car keluar untuk menyelamatkan kedua pebalap. Baik Schumacher maupun Liuzzi tampak tidak terluka

 

Sumber : Liputan6.com

Foto : AFP

 

Tahun Depan, Vettel Belum Tentu Diprioritaskan


Salzburg - Red Bull bertekad untuk mempertahankan kebijakannya buat memberikan perlakuan setara kepada dua pembalapnya. Meski berlabel juara dunia, Sebastian Vettel belum tentu akan diprioritaskan.

Tahun ini, Red Bull memperlihatkan kepada dunia bahwa Formula 1 tidak selalu lekat dengan politik team order. Dalam 19 seri, Red Bull membebaskan dua pembalapnya, Vettel dan Mark Webber, bertarung dengan adil.

Dengan perlakuan setara itu, Vettel akhirnya tampil sebagai yang terbaik. Di GP Abu Dhabi kurang dari dua pekan lalu, Vettel menobatkan dirinya sebagai kampiun sejagat usai merampungkan lomba di tempat pertama.

Meski sudah mengantungi titel juara dunia, Vettel ternyata tidak lantas diistimewakan. Tahun depan, Red Bull berencana meneruskan kebijakannya buat tidak menganakemaskan salah satu pembalap di depan yang lain.

"Dia dan Mark akan diperlakukan sama di masa depan," jawab pemilik Red Bull, Dietrich Mateschitz, kepada Welt Online.

"Sebastian harus membuktikan kekuatannya tahun depan. Mark pasti akan menyulitkannya. Gelar juara dunia tidak cukup buat kami," tegas pria asal Austria itu.

Sumber : Arya Perdhana – detiksport
Foto : AFP/Daniel Roland

Rainey: Rossi Mampu Juara Bersama Ducati


California - Valentino Rossi diyakini akan mampu menambah gelar juaranya usai pindah dari Yamaha ke Ducati. Keyakinan itu dilontarkan oleh juara dunia tiga kali 500cc Wayne Rainey.

Semenjak pensiun dari balapan pada tahun 1993, Rainey tetap menjadi pengamat setia MotoGP. Ia pun tidak absen menyimak jalannya balapan musim ini, yang lantas dimenangi oleh Jorge Lorenzo.

Berakhirnya balapan musim 2010 juga menandai selesainya kerjasama beberapa pembalap dengan pembalapnya. Rossi, misalnya, yang hijrah dari Yamaha ke Ducati.

Kepindahan juara dunia tujuh kali di kelas primer itu sendiri menuai sejumlah penilaian berbeda. Ada yang menilai kalau Rossi akan "tamat" setelah hijrah dari Yamaha yang sudah memberinya empat gelar juara, tapi ada juga yang optimistis pembalap berusia 31 tahun tersebut masih bisa unjuk gigi. Rainey termasuk golongan kedua.

"Ia akan ada di (atas) sana. Jika Rossi memiliki hasrat dan naluri yang ia tunjukkan di masa lalu, ia akan ada di sana. Toh ia tetaplah pembalap yang sama, ia takkan lupa bagaimana cara melakukannya. Maksudku ia dalam kondisi prima," tegas Rainey di Sportrider.

Usia Rossi, imbuh Rainey, juga takkan jadi penghambat lajunya nanti karena kualitas yang ia miliki masih memungkinan Rossi untuk jadi jawara. Pun jika Rossi hanya bisa finis di posisi tiga klasemen akhir musim lalu, itu lebih dikarenakan Yamaha sendiri yang memiliki dua pembalap hebat di tim yang sama.

"Aku pikir saat musim ini ia cedera, itu sudah menghambatnya. Ada Lorenzo di motor yang sama, jadi ada tim yang sama yang sedang memburu titel juara perdananya. Apakah itu pertarungan yang adil? Aku pikir tidak."

"Semuanya adil sampai dengan Rossi bikin kesalahan itu. Dan apa yang membuatnya bikin kesalahan? Mungkin sedikit karena (memikirkan) rekan setimnya. Jadi kali ini ia sudah pasti berpikir dengan cara sedikit berbeda. Semua tergantung Rossi," simpul Rainey.

Sumber : Kris Fathoni W – detiksport
Foto : Getty Images

Vettel Pakai RB6 di Race of Champions


London - Laga Race of Champions kali ini akan lebih spesial bagi Sebastian Vettel. Pembalap Jerman ini dipastikan akan tampil dengan mobil Formula 1 juaranya Red Bull RB6 di Dusseldorf.

Vettel yang baru saja merengkuh sebagai juara Formula 1 tahun ini, akan tampil di depan para pendukungnya sendiri di Dusseldorf, Jerman. Seperti dilansir GP Update, Vettel telah dikonfirmasikan akan membawa mobil Red Bull RB6 akhir pekan ini.

Tentu saja ini akan menambah semangat Vettel bersaing dengan para juara lainnya di Race of Champions. Ia akan membawa mobil RB6 di ESPRIT arena dikampung halamannya sendiri pada hari Sabtu (27/11/2010) dan Minggu (28/11/2010).

Selain Vettel, rekan senegaranya dan juga tujuh kali juara dunia F1 Michael Schumacher pun telah siap berkompetisi di RoC. Satu lagi mantan juara dunia F1 yang juga telah memastikan akan tampl di ROC ini adalah Alain Prost.

Line up Race of Champions 2010 :

Sebastian Vettel
2010 Formula 1 World Champion

Michael Schumacher
7-time Formula 1 World Champion

Alain Prost
4-time Formula 1 World Champion

Sébastien Loeb
7-time World Rally Champion

Mick Doohan
5-time World 500cc Motorcycling Champion

Tom Kristensen
8-time Le Mans 24 Hour winner

Heikki Kovalainen
Formula 1 Grand Prix winner

Andy Priaulx
3-time World Touring Car Champion

Jason Plato
2-time British Touring Car Champion

Álvaro Parente
GP2 race winner and winner of ROC South Europe 2010

Filipe Albuquerque
A1GP race winner and winner of ROC South Europe 2010

Jeroen Bleekemolen
2-time Porsche Supercup Champion

Bertrand Baguette
2009 World Series by Renault Champion

Carl Edwards
2007 NASCAR Nationwide Series Champion

Travis Pastrana
11-time X-Games gold medalist

Tanner Foust
2010 X-Games rally and rallycross gold medallist

Sumber : Reky Herling Kalumata – detiksport
Foto : Getty Images

Stoner: Rossi Sulit Menang di Ducati

Jakarta - Bersama dua tim yang sudah dibelanya, Valentino Rossi selalu bisa beradaptasi dengan baik dan langsung rajin mengumpulkan kemenangan. Sebuah kondisi yang diprediksi akan sulit dia ulang bersama Ducati.

Tahun 2004 Rossi memutuskan hijrah dari Honda untuk memperkuat Yamaha. Meski diprediksi bakal kesulitan atau setidaknya butuh waktu untuk beradaptasi, dia ternyata langsung menyabet gelar juara dunia.

Kondisi tersebut merupakan "ulangan" saat Rossi naik kelas dari 250 cc ke 500 cc. Meski cuma bisa duduk di posisi dua pada musim 2000, The Doctor jadi juara dunia setahun berselang.

Namun untuk musim 2011, Rossi diprediksi bakal menjalani musim yang lebih berat dari sebelum-sebelumnya. Casey Stoner bahkan berani menyebut kalau pesaingnya itu bakal sulit memenangi balapan.

"Saya tak yakin dia (Rossi) akan bisa meraih jumlah kemenangan yang sama seperti yang sudah dilakukan saat memperkuat Yamaha," sahut Stoner di MCN.

Adaptasi Rossi dengan motor Ducati memang terancam tak semulus seperti saat dia baru menunggangi Yamaha. Itu terkait cedera parah yang dia alami dan operasi yang baru dijalani.

"Kompetisinya sangat ketat. Tak banyak musim di mana orang menyebut kalau kompetisinya lebih tinggi dibanding apa yang ada kini, dan satu kesalahan akan membuat semuanya berakhir."

"Kita tunggu dan lihat saja apa yang mampu dia lakukan dengan motor ini. Sama seperti saya, ada tantangan besar menantinya," tuntas pembalap yang musim depan membela Honda itu.

Sumber : Doni Wahyudi – detiksport
Foto : Getty Images

Senin, 22 November 2010

Pembalap 'Miskin' Kian Susah Dapat Kursi di F1



Madrid - Pedro de la Rosa bertekad untuk kembali membalap di Formula 1 tahun depan. Meski begitu, De La Rosa mengaku peluangnya berat mengingat ia tergolong pembalap 'miskin'.

Pembalap 'miskin' seperti dimaksud oleh De La Rosa adalah pembalap tanpa sokongan sponsor pribadi. Demikianlah curhat De La Rosa yang sejak terbuang dari tim Sauber usai GP Italia kini menjadi pembalap tes Pirelli.

"Yang saya tahu, andai saya punya uang, saya 100 persen yakin kalau saya akan membalap," tutur De La Rosa kepada Autosport.

Bukan rahasia lagi, seorang pembalap 'miskin' kadang tidak dilirik kecuali ia memiliki bakat besar. Pembalap medioker tanpa uang sponsor untuk membeli kursi adalah kombinasi paling tidak menyenangkan di dunia F1.

"Selalu seperti itu, tapi saya bilang tahun depan adalah salah satu situasi terburuk dalam hal bagaimana tim menjual kursi pembalapnya," geram pembalap berpaspor Spanyol itu.

Meski mengisyaratkan peluangnya untuk mendapat kursi cukup berat, De La Rosa tidak mau putus asa. Pembalap 39 tahun itu optimistis kalau akan ada tim yang mau memakai jasanya.

"Jelas, tahun ini saya sangat segar. Saya kuat dan ingin melanjutkan tren ini," tekad De La Rosa.

Sumber : Arya Perdhana – detiksport
Foto : AFP/Fred Dufour

Kecil Kemungkinan Vettel Gabung Ferrari



Berlin - Red Bull mengatakan bahwa Sebastian Vettel punya mimpi memperkuat Ferrari. Meski begitu  kemungkinan bahwa juara dunia 2010 itu bergabung tim Kuda Jingkrak sangat kecil.

Akhir pekan lalu, Vettel mengatakan bahwa ada dua tim yang merupakan tim yang merupakan "masa lalu, masa kini, dan juga masa depan Formula 1". Pembalap Jerman itu menyebut Ferrari dan Mercedes sebagai tim yang masuk dalam kategori tersebut.

Tidak ada nama Red Bull yang disebut oleh Vettel. Pihak "Banteng Merah" pun mengakui bahwa pembalap berjuluk Baby Schumi itu punya keinginan untuk memperkuat Ferrari.

Konsultan Red Bull Dr. Helmut Marko menilai bahwa kecil kemungkinan tim asal Italia itu merekrut Vettel. Hal ini terkait dengan kebijakan Ferrari yang, meski itu kadang tak diungkapkan tim Kuda Jingkrak secara terang-terangan, dalam kurun waktu satu dekade terakhir yang menggunakan sistem pembalap pertama dan kedua.

"Kami semua paham seperti apa sensitifitas politik di Ferrari. Sementara itu Vettel membutuhkan tim yang tidak menodongkan pisau di punggung Anda ketika masalah terjadi," ujar Marko dikutip dari Motorsport.

"Vettel sendiri menunjukkan kepada kami soal seperti apa kenyamanan yang dia inginkan," tuntas Marko.

Sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
Foto : Reuters

Pulang Kampung, Vettel Disambut Puluhan Ribu Fans


Jakarta - Untuk kali pertama sejak merebut gelar juara dunia pembalap F1, Sebastian Vettel pulang ke kampung halamannya. Di sana dia dapat sambutan luar biasa, dengan total ada 50.000 fans menantinya.

Vettel pada Minggu (21/11/2010) kemarin waktu setempat berkesempatan pulang ke Heppenheim, kota kecil yang terletak di wilayah Odenwald, Jerman. Di kota berpenduduk sekitar 25.276 jiwa tersebut Vettel lahir dan menghabiskan masa kecilnya.

Tak mengherankan kalau dia dapat sambutan luar biasa saat pulang ke kampung halamannya itu. Seperti dikutip dari Supersport, setidaknya ada 50.000 orang memberi sambutan buat juara dunia F1 termuda itu.

Fakta bahwa ada sekitar 50.000 orang menyambut jagoan Red Bull itu sangat mengejutkan. Soalnya dia dijadwalkan cuma singgah selama sejam karena harus terbang ke Spanyol untuk mengikuti banyak acara pasca berakhirnya musim balap 2010.

Karena besarnya minat publik untuk menyaksikan secara langsung kedatangan Vettel, Red Bull berencana menjadikan event pulang kampung Vettel tersebut sebagai acara tahunan.

"Belum ada jaminan soal hal tersebut, tapi itu sudah kami rencanakan setelah melihat tanggapan yang muncul, kami akan mencobanya. Saya sudah sempat katakan kalau kami (Red Bull) memiliki superstar F1," sahut pemilik Red Bull, Dietrich Mateschitz.

Sumber : Doni Wahyudi – detiksport
Foto : Reuters

Rio Kurang Mulus Jajal F3 di Macau


Macau - Penampilan Rio Haryanto di F3 di Macau tak begitu mulus setelah dia gagal finis. Namun ini adalah usaha pembalap muda Indonesia ini untuk terus menambah jam terbangnya di sirkuit balap. 

Rio baru saja melakukan tes Formula bersama Virgin Racing di Yas Marina, Abu Dhabi, pada pekan lalu. Namun ia tidak berhenti di situ dan masih terus mencoba menambah pengalamannya dengan mengikuti F3 GP Macau.

"Mengikuti Macau GP F3 guna menambah pengalaman jam terbang street race, untuk persiapan mengikuti seri event GP3/GP2 di GP Monaco tahun depan," kata ayah dari Rio, Sinyo Haryanto lewat surat elektroniknya kepada detikSport, Minggu (21/11/2010).

Pembalap berusia 17 tahun itu memulainya dengan menempati start di posisi ke-14 saat kualifikasi. Namun ia tidak beruntung karena ditabrak oleh pembalap lain saat melakukan start.

"Rio tidak finish dikarenakan problem electric menjelang start mesin mati, dengan waktu yang bersamaan ditabrak dari belakang sehingga as roda belakang kanan patah," ungkap Sinyo yang berperan besar dalam karir Rio di pentas balap.

Di balap F3 di Macau ini Rio bergabung dengan tim yang Raikkonen Robertson yang dimiliki oleh mantan juara F1, Kimi Raikkonen. Sinyo pun memiliki alasan mengapa Rio memilih bergabung dengan tim tersebut.

"Untuk pilihan Team Raikkonen Robertson salah satu tim yg cukup bagus di British F3 dan juga Rio cukup dekat dengan team mate Filippe Nasr yg di tahun 2009 sama-sama memenangi seri Formula  Bmw. Filippe Nasr memenangi Formula BMW Europe 2009 dan Rio juara Formula BMW Asia Pacific," ujarnya

Sumber : Reky Herling Kalumata – detiksport
Foto : Kiki Racing Team

Vettel Pimpin Tes Pertama Pirelli


Abu Dhabi - Juara dunia Sebastian Vettel sudah kembali ke mobil F1. Setelah memenangi F1 musim ini di Abu Dhabi, di tempat yang sama pembalap Red Bull ini menjadi yang tercepat dalam tes pertama ban Pirelli.

Pada tes pagi di Yas Marina, Jumat (19/11/2010), Vettel yang menyandang juara dunia baru F1 ini tampil meyakinkan. Pembalap Jerman tersebut berhasil mencatat waktu lap terbaik yaitu 1 menit, 40,861 detik setelah menyelesaikan 34 lap.

Sedangkan pembalap Ferrari, Felipe Massa berada di posisi kedua dalam tes tersebut. Di posisi ketiga ditempati oleh pembalap Renault Robert Kubica dengan catatan waktu 1 menit dan 41,032 detik dalam tes tersebut.    

Namun dalam tes tersebut memang bukan untuk mencari waktu lap tercepat tapi lebih pada pengenalan ban Pirelli. Tentu saja bagi tim, tes tersebut merupakan untuk mendapatkan data dari pengembangan ban yang dilakukan oleh Pirelli.

Tim-tim F1 juga mencoba mendapatkan data dari pengembangan ban Pirelli dengan performa mobil mereka. Tes ban Pirelli tersebut masih akan dilanjutkan pada sesi sore hari sekitar tiga setengah jam.

Hasil Tes Pirelli : 

 1. Sebastian Vettel       Red Bull       1m40.861detik
 2. Felipe Massa           Ferrari        1m40.913
 3. Robert Kubica          Renault        1m41.032
 4. Kamui Kobayashi        Sauber         1m41.466
 5. Gary Paffett           McLaren        1m41.588
 6. Nico Rosberg           Mercedes       1m41.978
 7. Jaime Alguersuari      Toro Rosso     1m42.642
 8. Rubens Barrichello     Williams       1m42.655
 9. Adrian Sutil           Force India    1m42.859
10. Timo Glock             Virgin         1m45.057
11. Heikki Kovalainen      Lotus          1m46.201
12. Pastor Maldonado       Hispania       1m46.534

Sumber : Reky Herling Kalumata – detiksport
Foto : Getty Images

Rabu, 17 November 2010

Virgin Janjikan Tes F1 Lagi buat Rio


Jakarta - Tes Formula 1 Rio Haryanto sempat terganggu karena masalah girboks. Pembalap muda Indonesia ini pun sempat dijanjikan mendapatkan kesempatan lagi merasakan mobil Virgin Racing di Valencia tahun depan.

Pada saat tes rookie F1 di Yas Marina, Selasa (16/11/2010), Rio seharusnya menjalani lima sesi latihan dari pagi hingga siang. Namun dia hanya dapat hanya menyelesaikan dua sesi tes sebelum mengalami masalah pada girboks.

Meski demikian, catatan waktu yang dibuat oleh Rio terus membaik dan puncaknya terjadi pada lap 21 dengan catatan waktu 1:49,439 detik. Hasil tersebut membuat pembalap 17 tahun ini berada di posisi ke-13 dalam tes rookie F1 tersebut.

Namun, hasil yang diraih oleh Rio tersebut langsung mendapatkan pujian dari John Booth, Team Principal Virgin Racing. Bahkan Booth menjanjikan akan memberikan kesempatan lagi kepada Rio melakukan tes di Valencia tahun depan.

"Memang ada masalah girboks, tetapi itu biasa dalam tes. Kami berjanji mengganti program yang terganggu ini, di mana seharusnya Rio melahap 50 lap, dengan tes F1 di Valencia, Spanyol, tahun depan," ujar Booth dalam rilis yang diterima detik Sport.

Sementara Rio mengakui bahwa seharusnya dia bisa mendapatkan kesempatan lebih banyak lagi. Tentu saja catatan waktu juga bisa lebih diperbaiki karena saat di dua sesi tersebut setting mobil VR-01 memang belum maksimal.

"Jadi kita rencananya menjalani 5 sesi setiap sesi 10 lap. Di dua sesi pertama mobl memang di setting untuk adaptasi. Tapi kami berhenti karena girboks jadi catatan lap time belum maksimal," kata Rio via telpon kepada detik Sport, Rabu (17/2010).

Meski demikian, pernyataan John Booth yang berjanji akan menggantinya dengan tes di Valencia ditanggapi santai oleh Rio. Tapi yang pasti dia sudah memiliki pengalaman berada dibalik mobil Formula 1.

"Soal kompensasinya di Valencia dari tim, memang belum tahu pasti. Tapi yang jelas jika memang ada maka itu akan lebih gampang karena saya sudah merasakan mobil F1," kata pembalap Indonesia pertama yang menjajal mobil F1

Sumber : Reky Herling Kalumata – detiksport
Foto : Kiky Racing Tim

Rio Jadi Lebih Paham Mobil F1


Abu Dhabi - Rio Haryanto telah melahap 21 lap dalam ujicoba dengan mobil F1 bersama Virgin Racing. Setelah ujicoba tersebut, Rio mengaku sedikit lebih memahami bagaimana sebuah "jet darat" bekerja.

Rio menjadi pembalap pertama Indonesia yang menjajal mobil F1. Di balik kemudi VR-01, pembalap berusia 17 tahun itu melahap 21 lap di sikuit Yas Marina saat sesi tes Selasa (17/11/2010) pagi waktu setempat.

Dalam sesi ujicoba tersebut, waktu terbaik terus dibuat Rio dari lap ke lap, dengan puncaknya terjadi pada lap 20 dengan catatan 1:49,439 detik tersebut. Tetapi, setelah itu ada kerusakan girboks di mobil Rio di mana gigi limanya bermasalah.

“Saya senang akhirnya bisa menjajal mobil F1 dan membuat sejarah buat bangsa Indonesia. Memang tes tidak berjalan mulus karena ada kerusakan girboks dan jelas itu bukan kesalahan saya," ujarnya dalam rilis yang diterima detikSport.

"Namun paling tidak saya mendapat gambaran bahwa mobil F1 memang cepat dari segala sisi, bahkan fungsi-fungsi yang ada di mobil itu sendiri begitu cepat responsnya."

Rio juga mengaku tak merasakan ada masalah dengan fisiknya. Program yang telah disiapkan pihak Virgin Racing sangat membantunya menyesuaikan diri dengan kondisi tes.

"Fisik saya rasanya tidak masalah, karena tim Virgin juga membuat program yang bagus, tidak langsung memaksa saya banyak lap untuk sekali jalan."

"Tes ini berjalan singkat, tapi bagi saya maknanya sangat dalam terutama sebagai bekal untuk karier ke depan. Terima kasih buat semua pihak yang telah membuat saya mendapat kesempatan ini, orangtua, sponsor, tim Virgin Racing dan Manor Racing, dan tentu saja bangsa Indonesia atas doanya.”

Setelah melakukan tes F1, Rio bakal mengikuti F3 Makau akhir pekan ini, di mana ia akan berlaga bersama tim Raikkonen Robertson.

Sumber : Rossi Finza Noor – detiksport
Foto : Kiky Racing Team

Rio Dipuji Usai Tes dengan Mobil F1


Abu Dhabi - Ujicoba pertama Rio Haryanto dengan mobil F1 disambut dengan pujian. Meski sempat mengalami masalah dengan mobil, ada yang menyebut Rio sudah melakukan tes dengan baik.

Rio menjadi pembalap pertama Indonesia yang menjajal mobil F1. Di balik kemudi VR-01, pembalap berusia 17 tahun itu melahap 21 lap di sikuit Yas Marina saat sesi tes Selasa (17/11/2010) pagi waktu setempat.

Ia mencatat waktu lap 1 menit 49,439 detik dan membuat Rio ada di posisi ke-13 dalam sesi tersebut. Sedangkan waktu lap tercepat diraih pembalap muda Red Bull Daniel Ricciardo dengan waktu 1,40.813 detik.

Dalam sesi ujicoba tersebut, waktu terbaik terus dibuat Rio dari lap ke lap, dengan puncaknya terjadi pada lap 20 dengan catatan 1:49,439 detik tersebut. Tetapi, setelah itu ada kerusakan girboks di mobil Rio di mana gigi limanya bermasalah.

Rio pun tak bisa melanjutkan sesi yang awalnya direncanakan bakal berlangsung selama 50 lap itu. Mekanik Virgin butuh waktu yang lama untuk memperbaiki girboks karena sesi pagi sudah harus selesai pada pukul 12.30 dan sesi petang sudah dijadwalkan untuk Jerome D’Ambrosio, pembalap Belgia yang memang sudah menjadi penguji Virgin Racing.

“Rio melakukan sesuatu yang luar biasa hari ini. Dari semua pembalap yang ikut tes di sini, hanya dia yang tidak pernah berlaga sebelumnya di Abu Dhabi. Jadi dengan kondisi serba-pertama ini saya pikir apa yang telah dilakukan Rio selama sekitar 20 lap itu tergolong bagus," ujar Team Principal Virgin Racing John Booth dalam rilis yang diterima oleh detikSport.

“Saya sungguh senang bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri sejarah yang dibuat salah satu putra terbaik Indonesia di arena olahraga, Rio Haryanto. Apa yang dilakukannya hari ini sungguh membuka mata dunia, terutama di kawasan Timur Tengah dan UEA, bahwa Indonesia juga punya nama hebat di arena olahraga."

"Kalau ada kesempatan menjual nama Rio di sini, tentu akan saya lakukan dengan program-program yang berkaitan dengan Indonesia. Semoga Rio segera lebih mendunia dengan prestasi yang sama-sama kita banggakan,” ucap Dubes RI untuk Uni Emrirat Arab Mohammad Wahid.

Sumber : Rossi Finza Noor – detiksport
Foto : detikSport/Reky HK

Red Bull: Ini Baru Awal

Jakarta - Menyabet gelar juara dunia pembalap dan konstruktor, Red Bull Racing dalam kepercayaan diri yang tinggi. Christian Horner menyebut sukses besar tersebut hanyalah sebuah awal dari sesuatu yang lebih besar.

Memiliki mobil yang mengungguli kecepatan McLaren Mercedes dan Ferrari, Red Bull tampil dominan di sepanjang musim 2010. Dari 19 balapan yang digelar, sembilan di antaranya berhasil dimenangi duet Sebatian Vettel dan Mark Webber, itu belum termasuk 15 pole position.

Di akhir musim Vettel mengukuhkan diri sebagai juara dunia dengan keunggulan empat poin atas Fernando Alonso. Sementara di klasemen konstruktor Red Bull memimpin 44 poin atas McLaren di posisi dua.

Sukses di tahun ini sesungguhnya merupakan kelanjutan atas apa yang telah dirintis Red Bull musim lalu, di mana mereka total menarih enam kemenangan. Sebuah indikasi kuat kalau tim tersebut akan menjadi terus menjadi penantang juara dalam beberapa musim ke depan.

"Kami sudah banyak melakukan pengembangan dalam dua musim terakhir. Kami nyaris meraih kemenangan musim lalu, dan jika bukan karena diffuser berganda kami mungkin bisa meraihnya," sahut team principal Christian Horner.

"Tapi kami ubah itu menjadi keuntungan di musim ini. Kami mengembangkan mobil untuk musim ini dari mobil penantang di tahun lalu, yang jelas menjadi target yang akan terus dipasang untuk 2011," sambung dia sebagaimana diberitakan Autosport.

Horner juga memastikan kalau apa yang sudah ditunjukkan Red Bull saat ini hanya sebuah permulaan. Dia mengklaim kalau tim yang dipimpinnya punya potensi besar untuk meraih lebih banyak sukses.

"Ada banyak hal positif dan banyak pelajaran yang kami dapat. Kami hanya baru melihat sedikit potensi dari banyak yang dimiliki tim ini," demikian tuntasnya.

Sumber : Doni Wahyudi – detiksport
Foto : Getty Images

Formula 1 - Webber Angkat Topi untuk Vettel


ABU DHABI- Pebalap Red Bull Racing, Mark Webber, memberikan ucapan selamat kepada rekan setimnya, Sebastian Vettel, yang menyabet gelar juara dunia Formula 1 2010. Kesuksesannya menjuarai seri terakhir di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Minggu (14/11/2010), menjadikan Vettel meraih impiannya.

Sebelum balapan di Abu Dhabi ini, Webber berada dalam posisi yang lebih bagus dari Vettel dalam perburuan gelar juara dunia. Pasalnya, pebalap Australia ini berada di peringkat kedua klasemen sementara dan hanya terpaut delapan poin dari pebalap Ferrari, Fernando Alonso.

Namun saat balapan, performa Webber dan Alonso buruk sehingga mereka terlempar dari posisi lima besar, dengan kondisi Alonso meraih posisi ketujuh dan Webber finis kedelapan. Namun, Vettel justru tampil memesona karena selepas start dari posisi pemuncak, pebalap Jerman ini terus melejit di barisan depan dan akhirnya jadi pemenang.

"Saya harus mengangkat topi untuk Sebastian karena dia telah melakukan sebuah pekerjaan hebat selama tahun ini," ujar Webber melalui situs tim. "Kami sama-sama naik dan turun, tetapi kami sudah saling menekan dan hal itu selalu mendapat penghargaan."

"Rasanya mengagumkan ketika berpikir bahwa hanya dalam sekali memimpin klasemen, dia langsung jadi juara setelah seri terakhir. Semuanya hanya persoalan waktu. Saya ucapkan selamat untuknya!"

Webber mengakui, dia kecewa dengan hasil balapan pada seri terakhir ini. Meskipun demikian, dia yakin bisa bersaing lagi pada musim mendatang.

"Saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi pada Sabtu malam. Saya memiliki target terbesar di motorsport dan semuanya tidak bekerja dengan baik," ungkapnya.

Sumber ; Kompas.com
Foto : AFP/FRED DUFOUR



Jumat, 12 November 2010

Latihan 2 GP Abu Dhabi - Hamilton Kalahkan Vettel, Alonso Ketiga


ABU DHABI - Lewis Hamilton mengalahkan Sebastian Vettel pada latihan kedua GP Abu Dhabi, Jumat (12/11/10). Dalam sesi kedua tes hari pertama di Sirkuit Yas Marina tersebut, Hamilton mencatat waktu 1 menit 40,888 detik, unggul 0,257 detik atas Vettel, yang pada latihan pertama menjadi yang tercepat.

Tak seperti pada latihan pertama, di mana Red Bull Racing dan McLaren tampil dominan, pada latihan kedua ini Ferrari mulai ikut meramaikan persaingan. "Scuderia" berhasil menempatkan pebalap nomor satunya, Fernando Alonso, di posisi tiga.

Meskipun demikian, Red Bull memberikan sinyal bahwa mereka menjadi tim yang harus diwaspadai pada balapan akhir pekan nanti. Pasalnya, lagi-lagi tim berlambang banteng ini menempatkan dua pebalapnya di posisi empat besar, karena Mark Webber berada di urutan empat--pada latihan pertama, Vettel di urutan pertama dan Webber di urutan empat (di belakang duo McLaren, Hamilton dan Jenson Button).

Di belakang empat pebalap tersebut, yang akan bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara dunia Formula 1 (F1) 2010, berturut-turut ada Robert Kubica (Renault), Felipe Massa (Ferrari), Vitaly Petrov (Renault), Button (McLaren), Tonio Liuzzi (Force India) dan Nico Rosberg (Mercedes GP), yang melengkapi komposisi 10 besar latihan kedua ini.

GP Abu Dhabi ini menjadi seri terakhir kalender 2010. Di sini bakal terjadi pertarungan seru, karena menjadi momen penentuan juara dunia antara Alonso, yang berada di puncak klasemen, Webber, yang terpaut delapan poin, serta Vettel (tertinggal 15 angka) dan Hamilton, yang peluang juara dunianya sangat kecil karena menunggu keajaiban serta berharap tiga lawannya tersebut mendapat sial.

- Hasil latihan 2 GP Abu Dhabi


Pos  Driver                               Car                               Time       Gap
 1.  Lewis Hamilton           McLaren-Mercedes        1m40.888s
 2.  Sebastian Vettel          Red Bull-Renault            1m41.145s  + 0.257s
 3.  Fernando Alonso        Ferrari                            1m41.314s  + 0.426s
 4.  Mark Webber             Red Bull-Renault            1m41.315s  + 0.427s
 5.  Robert Kubica            Renault                          1m41.576s  + 0.688s
 6.  Felipe Massa              Ferrari                            1m41.583s  + 0.695s
 7.  Vitaly Petrov              Renault                          1m42.096s  + 1.208s
 8.  Jenson Button             McLaren-Mercedes        1m42.132s  + 1.244s
 9.  Tonio Liuzzi               Force India-Mercedes     1m42.203s  + 1.315s
10.  Nico Rosberg             Mercedes                       1m42.222s  + 1.334s
11.  Michael Schumacher  Mercedes                        1m42.246s  + 1.358s
12.  Nico Hulkenberg        Williams-Cosworth          1m42.449s  + 1.561s
13.  Adrian Sutil               Force India-Mercedes      1m42.535s  + 1.647s
14.  Kamui Kobayashi      Sauber-Ferrari                 1m42.768s  + 1.880s
15.  Rubens Barrichello    Williams-Cosworth           1m42.914s  + 2.026s
16.  Nick Heidfeld            Sauber-Ferrari                 1m42.950s  + 2.062s
17.  Jaime Alguersuari      Toro Rosso-Ferrari           1m43.128s  + 2.240s
18.  Sebastien Buemi       Toro Rosso-Ferrari            1m43.584s  + 2.696s
19.  Heikki Kovalainen     Lotus-Cosworth                1m45.180s  + 4.292s
20.  Timo Glock              Virgin-Cosworth                1m45.259s  + 4.371s
21.  Jarno Trulli               Lotus-Cosworth                1m45.612s  + 4.724s
22.  Lucas di Grassi         Virgin-Cosworth                1m46.053s  + 5.165s
23.  Christian Klien          Hispania-Cosworth            1m47.210s  + 6.322s
24.  Bruno Senna             Hispania-Cosworth            1m47.434s  + 6.546s

Sumber : kompas.com
Foto : AFP/KARIM SAHIB

Jelang GP Abu Dhabi - "Terserah Kalian, Webber dan Vettel"


Red Bull Racing tak mengubah kebijakannya pada seri terakhir Formula 1 (F1) 2010. Tim berlambang banteng tersebut tetap memberikan kebebasan kepada Sebastian Vettel dan Mark Webber, untuk bertarung di lintasan Sirkuit Yas Marina, akhir pekan ini.

Demikian yang disampaikan petinggi Red Bull. Padahal, jika melihat posisi menjelang GP Abu Dhabi pada 14 November ini, seharusnya Vettel yang "menyerah" dan mengalihkan perhatiannya untuk membantu Webber, dalam perburuan gelar juara dunia F1 2010.
Memang, secara matematis duo Red Bull tersebut tetap memiliki kans untuk menggeser pebalap Ferrari, Fernando Alonso, dari puncak klasemen. Tetapi, Webber berada dalam jarak yang lebih dekat, karena pebalap Australia ini hanya terpaut delapan poin dari Alonso. Bandingkan dengan Vettel, yang tertinggal 15 poin dari juara dunia 2006 dan 2006 tersebut.

Namun Red Bull tak ingin "mencederai" sportivitas persaingan di dalam timnya. Team principal Christian Horner menegaskan, pihaknya tidak ingin mencampuri urusan kedua pebalap di atas lintasan dengan melakukan team order, tetapi mereka memberikan kebebasan sepenuhnya kepada Webber dan Vettel untuk tampil agresif, seperti yang diinginkan.

"Prioritas kami adalah terus membiarkan mereka bertarung untuk menang, apalagi kedua pebalap kami tanpa beban," ujar Horner, menjelang seri pamungkas akhir pekan ini. "Dari sudut pandang tim, kami sudah memastikan gelar tim (konstruktor), dan akan menjadi lebih fantastis jika bisa melengkapinya dengan gelar pebalap.

"Bagi kami tak masalah siapa yang menang. Akan fantastis bagi seorang pebalap Red Bull untuk memenangkannya, ketika mereka berdua berusaha keras jadi juara. Kami hanya akan memberikan segala yang bisa dilakukan dan melihat bagaimana hasilnya."
Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/FRED DUFOUR

Selasa, 09 November 2010

MotoGP BERITA FOTO: Rossi Tunggang Ducati

VALENCIA— Valentino Rossi menunggang Ducati untuk kali pertama pada sesi uji coba di Valencia, Selasa (9/11/2010). Mengenakan jaket hitam-kuning dan helm yang dengan logo '?' (tanda tanya) di atasnya, dia membesut motor berwarna hitam dengan nomor "keramat" 46 yang tertulis dengan warna kuning.

Juara dunia tujuh kali kelas primer ini harus menunggu sampai pukul 12.20 waktu setempat untuk bisa mencoba lintasan. Sebelumnya, latihan ini terpaksa ditunda karena kondisi lintasan yang buruk akibat hujan deras.

Rossi mengawali kariernya di arena MotoGP bersama tim Honda dari 2000-2003. Setelah itu, "The Doctor" menyeberang ke Yamaha dan membelanya selama tujuh musim pada 2004-2010.
Sebelum tes ini, Rossi dan Ducati sempat menyimpan tanda tanya besar seputar kesempatan untuk melakukan tes perdana di Valencia. Pasalnya, Yamaha bersikeras untuk tetap "mengikat" Rossi sampai akhir 2010.
Namun, menjelang GP Australia pada pertengahan Oktober lalu, Yamaha akhirnya memberikan kepastian melepas Rossi. Alhasil, pebalap berusia 31 tahun ini pun bisa mencoba motor Italia tersebut.

MotoGP Rossi: Terima Kasih, Yamaha


Akhir pekan lalu di Valencia, Valentino Rossi mengakhiri "kemesraan"nya dengan Yamaha. Meskipun hanya finis di peringkat tiga pada seri terakhir MotoGP 2010 tersebut, tetapi "The Doctor" memiliki kenangan yang indah selama tujuh bersama pabrikan Jepang itu.

Ya, sepanjang kariernya bersama Yamaha, Rossi menyabet empat gelar juara dunia MotoGP. Total, pebalap Italia ini juga meraih 46 kemenangan, sesuai dengan nomor "keramat" yang ada di motornya, sehingga dia berterima kasih kepada Yamaha.

Sekarang, Rossi mulai tantangan baru bersama Ducati. Pekan ini, mata semua pecinta MotoGP akan tertuju kepadanya karena dia memulai debutnya bersama "si Merah", tim ketiga yang dibela selama menekuni dunia balap motor, setelah berturut-turut membela Honda dan Yamaha.

Sebenarnya, setelah meraih gelar pertama dengan Yamaha di Welkom, Afrika Selatan, Rossi tidak pernah melihat ke belakang lagi, sampai dengan dia memutuskan untuk hengkang ke Ducati pada 2010 ini. Rossi hanya ingin mengenang masa-masa kebersamaannya dengan Yamaha, sejak tim tersebut mengontraknya pada 2003.

"Ini sangat emosional, tetapi saya sangat bahagia, karena saya tidak memiliki penyesalan dan tidak pernah ada momen-momen sedih selama tujuh tahun bersama Yamaha. Dari awal, semuanya mengagumkan dan kami melakukan kerjasama dengan sangat baik. Seperti halnya hidup, di olahraga hasil merupakan hal yang krusial, tetapi yang lebih penting lagi adalah kenikmatan. Inilah yang saya dapat di Yamaha.

"Ada persatuan yang bagus di tim kami--ada orang Australia, Italia, Jepang, Inggris dan masih banyak lagi... semua orang sangat menikmatinya. Jika pada 2004 ada orang yang mengatakan kepada saya bahwa saya akan memenangi empat gelar juara dunia bersama Yamaha, dan 46 kemenangan, saya sudah memateraikannya!

"Saya senang. Pertama sekali, saya harus berterima kasih kepada Masao Furusawa, karena kami melewati beberapa momen sulit tetapi kami mampu melakukan perbaikan pada motor dan membuat mesin terbaik, kemudian saya harus mengatakan banyak terima kasih kepada semua orang yang sudah membantu saya selama tujuh musim, dan hanya bisa berharap semuanya baik-baik saja."

Stoner, Pedrosa, dan Dovizioso Perkuat Skuad Honda


VALENCIA— Seusai balapan di Valencia, Spanyol (Minggu, 7/11/2010), Honda Racing Corporation (HRC) mengumumkan skuad mereka untuk tahun depan. Pasangan Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso masih dipertahankan, dan satu pebalap baru—seperti yang sudah diberitakan—adalah Casey Stoner dari Ducati.

Dengan bertahannya Pedrosa, sudah bisa ditebak kalau sponsor Repsol masih tetap melekat di Honda RC212V. Bersamaan dengan pengumuman susunan pebalap, HRC juga menyampaikan kelanjutan sponsor dari pelumas Spanyol itu untuk dua musim mendatang. Berarti, kerja sama ini sudah terjalin sejak 1995 dan telah melahirkan juara dunia, di antaranya Michael Doohan dan Valentino Rossi.

"Dani, Dovizioso, dan Stoner akan membentuk kekuatan baru dari tim pabrikan di musim 2011. Trio ini mengingatkan kembali kekuatan Honda di pertengahan 1990-an melalui Michael Doohan (Australia), Alex Criville (Spanyol), dan Shinichi Ito (Jepang)," sebut HRC dalam keterangan resminya, Senin (8/11/2010) ini.

Mantan juara dunia 2007, Stoner akan menjalani sesi tes di Sirkuit Valencia dalam minggu-minggu ini.

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/PP MARCAUE