Pages

Senin, 21 Maret 2011

Seruan Optimisme dari Alonso

Sydney - Musim lalu asa Fernando Alonso jadi juara dunia untuk kali ketiga kandas di seri terakhir. Kini ia lebih percaya diri karena Ferrari telah jadi lebih tangguh.

Alonso nyaris saja bermahkotakan gelar juara dunia musim 2010 setelah sebelumnya meraih titel tersebut pada dua kesempatan bersama Renault di musim 2005 dan 2006.

Akan tetapi, kesalahan strategi di GP Abu Dhabi membuat Alonso yang sebelum seri terakhir itu memuncaki klasemen harus digeser Sebastian Vettel yang jadi kampiun.

Kegagalan tersebut sudah jadi pelajaran berharga untuk Alonso dan 'Kuda Jingkrak'. Maka mereka kini lebih siap menatap musim 2011 yang seri perdananya akan dihelat pada akhir pekan di Australia.

"Kami memulai dari posisi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Kami akan melihat apa itu cukup. Aku tahu betapa sulitnya memenangi kejuaraan dunia dan aku berada di tempat terbaik untuk mengejarnya," seru Alonso di ESPN F1.

Seiring dengan hal tersebut, Alonso pun menegaskan ambisinya untuk mendominasi perebutan gelar juara dunia di musim-musim berikutnya. Ia ingin jadi jawara yang tidak terkalahkan.

"Di 2011 aku ingin pertarungan ulang tahun lalu. Aku ingin gelar juara dunia jadi milikku di akhir musim, juga di 2012, 2013 dan tahun-tahun berikutnya."

"Tidak ada tujuan lain. (Kemenangan) Itu sudah jadi seperti hukum tidak tertulis. Untuk Ferrari dan juga diriku sendiri," tegas driver asal Spanyol tersebut.
Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Reuters

Vettel Bisa Hijrah dari Red Bull Sebelum Kontraknya Habis

Sydney - Kontrak baru Sebastian Vettel dengan Red Bull ternyata tetap memiliki celah yang bisa digunakan si driver untuk hijrah. Bos Red Bull Dietrich Mateschitz menyebutnya sebagai sebuah formalitas yang nyaris takkan diperlukan.

Pekan lalu Vettel sudah menyetujui sebuah kesepakatan baru dengan 'Banteng Merah', yang berjalan sampai dengan akhir musim 2015. Kontrak baru itu sendiri bak mengakhiri spekulasi yang mengaitkan si pembalap Jerman dengan Ferrari.

"(Kami sudah merampungkan kesepakatan) Agar ia setidaknya bisa merasa aman untuk saat ini, tapi juga untuk mengakhiri 'perburuan' tim-tim lain yang terkadang nyaris mendekati garis kewajaran," kata Mateschitz di Crash.

Akan tetapi, dalam kesepakatan baru itu rupanya juga ada klausul khusus yang dapat membuat Vettel hijrah sebelum kontraknya habis. Klausul bisa aktif jika si juara dunia 2010 merasa tak puas dengan Red Bull.

Mateschitz menyebut klausul keluar untuk Vettel itu pada dasarnya hanyalah formalitas belaka dan menyebutnya mungkin tidak akan diperlukan.

"Jika kami tidak bisa memberikan apa yang dibutuhkan Vettel dan ia meminta, kendati pun ada kontraknya, kami untuk melepaskan, saya tidak bisa membayangkan kami tidak akan menyetujuinya," paparnya.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

GP Australia Pamungkas?

Melbourne - Pekan depan, kompetisi F1 tahun 2011 akan dimulai di Australia. Sebuah balapan yang mungkin akan jadi yang terakhir di Negeri Kanguru itu.

Australia menjadi satu dari dua seri yang terancam dihapus karena tahun depan F1 akan manggung di dua tempat baru, Texas (Amerika Serikat) dan Rusia.

"Kita mungkin harus menghapus dua seri agar ada tempat buat Austin (Texas) dan Rusia," ujar supremo F1, Bernie Ecclestone, membahas perihal kalender 2012 di Auto 123 Racing.

Kuatnya sinyal bahwa seri Australia akan dihapus justru diperkuat oleh pernyataan pemerintah negara bagian Victoria, tempat pergelaran GP Australia, yang menyebut bahwa mereka keberatan menggelar balap jet darat di sana.

Selain Australia, satu lagi seri yang terancam dibuang adalah satu dari dua balapan yang dihelat di Spanyol, yakni GP Spanyol di Sirkuit Catalunya dan GP Eropa di Valencia.

"Australia bilang kalau mereka tidak ingin menggelar balapan (F1). Kalau mereka ingin pergi, mereka boleh pergi. Satu lagi (yang mungkin dicoret) adalah satu balapan di Spanyol," cetus Ecclestone.

"Kami pernah melakukannya di Jerman," ungkap Ecclestone merujuk pada gelaran GP Eropa yang dulu diselenggarakan di Jerman tetapi lantas dipindah ke Spanyol. "Jadi mungkin hal itu juga bakal kami lakukan ke Spanyol."

Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : Getty Images

Podium Kedua Puaskan Lorenzo

Losail - Jorge Lorenzo mengawali musim ini dengan finis di urutan kedua MotoGP Qatar. Meski tak berhasil menjuarainya namun baik Lorenzo maupun tim Yamaha sudah puas dengan pecapaian itu, terkait performa buruk mereka di sesi pra musim.

Dalam balapan pembuka musim baru di sirkuit Losail, Senin (21/3/2011) dinihari tadi, Lorenzo yang start dari urutan ketiga berhasil menampilkan performa terbaiknya.

Meski harus bersaing dengan duo Honda yang lebih dominan, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, Lorenzo masih bisa survive di tiga besar selama 23 lap untuk finis di belakang Stoner.

Ini boleh dibilang raihan yang positif mengingat performa Yamaha di tes pra musim tidaklah bagus dan Lorenzo sendiri seperti belum sreg dengan motor barunya. Namun hasil di Qatar memperlihatkan sebaliknya dan finis di urutan kedua diakui Lorenzo lebih berarti dibanding menjadi juara.

"Aku pikir aku lebih bangga bisa naik podium daripada kemenangan dalam balapan ini. Itu yang kurasakan malam ini. Aku sagat bangga akan diriku dan timku yang tak pernah menyerah dan selalu bekerja semampu mereka untuk memberikan yang terbaik bagiku," sahut Lorenzo di Crash.
Hal senada pun diungkapkan manajer tim Wilco Zeelenberg yang menilai Lorenzo sudah tampil semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik untuk 'Tim Garpu Tala'. Ini juga bisa jadi sinyal bahwa Lorenzo sudah bisa bersaing dengan duo Honda yang tampil impresif sejak pra musim lalu.

"Jorge membalap dengan hati yang besar. Menakjubkan melihatnya sudah bisa beradaptasi dengan kompetisi dan membalap dengan berani di lap-lap awal," ucap Zeelenberg.

"Kami melihat musim ini akan berjalan tidak mudah namun kami dapat melihat jika Lorenzo dapat bersaing. Saya sangat bangga dengannya, yang tadi adalah balapan fantastis," tuntasnya.

Sumber : Mohammad Resha Pratama - detiksport
foto : Detiksport/Jalu Pamuncar

Spies: Rossi Bukan Lawan Mudah

Losail - Ben Spies mengakhiri balapan perdana musim ini dengan finis di urutuan enam. Tak mudah ia mendapatkan hasil tersebut lantaran harus bertarung dengan Valentino Rossi--lawan yang disebutnya tangguh.

Balapan di Sirkuit Losail, Senin (21/3/2011) dinihari WIB, pertarungan antara Casey Stoner dan Dani Pedrosa di barisan depan bukanlah satu-satunya suguhan menarik. Beberapa baris di belakang mereka ada pertarungan antara Spies dan Rossi.

The Doctor yang memulai balapan dari posisi sembilan, perlahan-lahan berhasil merangsek naik dan duduk di posisi enam. Spies sendiri sempat tertahan di belakang Hector Barbera sebelum akhirnya bisa berduel dengan Rossi.

"Itulah balapan pertama tahun ini, tak tergambar dengan sempurna dan saya sedikit terdorong di tikungan pertama, terjebak di belakang Barbera dan Rossi di beberapa lap awal. Mereka sempat bertarung, yang mana membuat saya tertinggal dari pembalap-pembalap di depan," ujarnya di situs resmi MotoGP.

"Tapi, di luar hal itu, ini adalah balapan yang bagus. Saya sempat kesulitan untuk melewati Valentino, dia membalap dengan sangat baik dan dia bukan lawan yang gampang untuk dihadapi!"

"Ketika kami berhasil melaju, kami mencetak catatan waktu tercepat kami dan motor terasa sangat baik," tukasnya.

Meski hanya finis di posisi enam, Spies mengaku cukup puas. Ia masih berusaha mengejar posisi lima besar dan oleh karenanya tak sabar untuk segera bisa membalap di seri berikutnya, di Jerez.

"Kami akan membalap lagi dalam waktu dua pekan, saya sangat senang bisa kembali ke Jerez. Ini baru balapan pertama tahun ini, saya tak bisa masuk posisi lima besar, tapi kami mendapatkan beberapa poin, jadi saya senang," tandasnya.

Sumber : Rossi Finza Noor - detiksport
foto : Getty Images

Rossi Mengaku Masih Sangat Terkendala Bahu

Losail - Faktor motor menjadi salah satu aspek yang menjadi kendala Valentino Rossi di Losail. Namun, faktor kondisi fisik ternyata berdampak lebih besar kepada aksinya.

Rossi tidak berhasil menjalani debut manis bersama Ducati setelah hanya finis di posisi tujuh dalam balapan perdana musim 2011 di Losail, Senin (21/3/2011) dinihari WIB.

Pembalap yang musim lalu membela panji Yamaha itu sebenarnya memulai dengan cukup baik. Start dari posisi sembilan, ia selama sesaat sempat menyodok ke posisi dua di tikungan pertama.

"Aku start dengan bagus dan itu adalah sebuah perasaan yang menyenangkan karena horsepower yang dimiliki motor ini sangat membantu," kata Rossi di Autosport.

Rossi sempat merasa bertarung untuk posisi empat masih memungkinkan. Namun, perjuangannya kemudian mengendur karena terganggu masalah nyeri di bahu.

"Aku membuat kesalahan di tikungan pertama, ini sangat disayangkan karena aku jadi terhambat di belakang (Hector) Barbera untuk beberapa lap. Kalau tidak, aku bisa saja lebih dekat ke (Marco) Simoncelli dan (Andrea) Dovizioso, karena ada satu periode di mana aku sempat berdekatan dengan mereka."

"Tapi aku tidak akan bisa mengalahkan mereka karena di akhir balapan aku tidak lagi bisa berkendara seperti biasanya. Aku tak merujuk kepada Ducati karena bahkan tahun lalu, usai bahuku cedera, aku mengalami masalah serupa di sesi-sesi akhir balapan, dan karena dua motor itu sangat berbeda, artinya masalah itu dikarenakan kondisi fisikku," papar Rossi.

Menyebut masalah fisik telah memainkan peranan besar dalam balapan di MotoGP Qatar, Rossi juga mengakui masih banyak hal yang perlu ditingkatkan di Ducati.

"Kami harus meningkatkan kinerja motor karena pembalap yang lain jelas sudah membuat langkah maju sejak tahun lalu," tegas Rossi.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : detiksport/Jalu Pamuncar

Gagal Naik Podium, Dovi Sedikit Kecewa

Losail - Finis keempat di Losail kurang memuaskan Andrea Dovizioso. Alasannya, rider Repsol Honda itu sebenarnya menargetkan naik podium.

Memulai balapan dari posisi tujuh, Dovizioso langsung tancap gas selepas start bersama dengan dua rekan setimnya, Dani Pedrosa dan Casey Stoner.

Akan tetapi, Dovizioso perlahan-lahan mulai kehilangan posisi. Usai dilalui Jorge Lorenzo (Yamaha), Dovizioso pun tertahan di posisi empat.

"Aku sedikit kecewa karena target kami adalah podium, tapi secara umum aku menjalani balapan yang bagus. Di lap pertama aku pikir aku bisa mengejar podium dan aku puas dengan lajuku, aku juga mencatatkan fastest lap-ku di lap pertama," tutur Dovizioso dalam rilis yang diterima detikSport.

Setelah itu Dovizioso sempat harus mendapatkan ancaman dari Marco Simoncelli (Gresini Honda). Tapi pada akhirnya Simoncelli bisa ia hadang sehingga finis di belakangnya.

"Kami melaju dengan kecepatan bagus dan motornya oke tapi kami harus melangkah maju lagi agar bisa terus setara dengan Casey dan Dani."

"Aku kehilangan waktu dalam pertarungan dengan Simoncelli, menurutku manuvernya benar-benar maksimal. Itu adalah momen krusial karena kami kehilangan waktu yang dibutuhkan untuk naik podium," papar pembalap yang acap disapa Dovi itu.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

Selasa, 15 Maret 2011

Honda Perkasa, Pedrosa Tercepat

Losail - Dominasi Honda terus berlanjut. Pada tes resmi pra musim terakhir yang digelar di Qatar, tim pabrikan Jepang itu menempatkan Dani Pedrosa sebagai yang tercepat di hari pertama.

Di dalam tes yang berakhir Senin (14/3/2011) dinihari WIB di Sirkuit Losail, Qatar, Pedrosa mencatatkan waktu terbaik dengan 1 menit 56,217 detik dengan melalui 41 laps.

Pembalap Spanyol ini unggul 0,143 detik dari rekan se-timnya Casey Stoner yang berada tepat di belakangnya.

Honda Gresini juga mampu unjuk gigi dalam tes yang digelar malam hari ini. Hiroshi Aoyama sukses membuat waktu terbaik ketiga dengan 1 menit 56,444 detik.

Duo Yamaha melengkapi urutan lima besar. Ben Spies ada di posisi tercepat keempat setelah membukukan waktu 1 menit 56,563 detik disusul Jorge Lorenzo.

Sementara itu Valentino Rossi tampaknya masih belum juga nyetel dengan motor Ducatinya. Pembalap legendaris ini harus puas menempati urutan kedelapan dengan 1 menit 57,038 detik dan sempat terjatuh di awal balapan.


Hasil tes MotoGP Qatar hari pertama:

Pos  Pembalap             Tim      Waktu             
 1.  Dani Pedrosa      Honda          1m56.271s            41
 2.  Casey Stoner      Honda          1m56.414s  + 0.143s  32
 3.  Hiroshi Aoyama    Gresini Honda  1m56.444s  + 0.173s  59
 4.  Ben Spies         Yamaha         1m56.563s  + 0.292s  38
 5.  Jorge Lorenzo     Yamaha         1m56.682s  + 0.411s  60
 6.  Colin Edwards     Tech 3 Yamaha  1m56.742s  + 0.471s  42
 7.  Andrea Dovizioso  Honda          1m56.780s  + 0.509s  56
 8.  Valentino Rossi   Ducati         1m57.038s  + 0.767s  57
 9.  Nicky Hayden      Ducati         1m57.137s  + 0.866s  57
10.  Randy de Puniet   Pramac Ducati  1m57.143s  + 0.872s  39
11.  Marco Simoncelli  Gresini Honda  1m57.226s  + 0.955s  57
12.  Alvaro Bautista   Suzuki         1m57.302s  + 1.031s  61
13.  Hector Barbera    Aspar Ducati   1m57.325s  + 1.054s  69
14.  Loris Capirossi   Pramac Ducati  1m57.437s  + 1.166s  56
15.  Karel Abraham     Cardion Ducati 1m57.499s  + 1.228s  49
16.  Cal Crutchlow     Tech 3 Yamaha  1m57.737s  + 1.466s  51
17.  Toni Elias        LCR Honda      1m58.250s  + 1

Sumber : Okdwitya Karina Sari - detiksport
foto : Dani Pedrosa (Getty Images)

Rossi: Stoner Favorit, Lorenzo Tak Menyenangkan

Bologna - Valentino Rossi memberikan penilaian terhadap rival-rival utamanya di MotoGP 2011. Dia menyebut Casey Stoner sebagai favorit, sementara Jorge Lorenzo dianggapnya sebagai pribadi yang tak menyenangkan.

Kompetisi MotoGP musim 2011 diprediksi masih akan didominasi oleh pembalap-pembalap 'alien'. Selain Rossi, ada nama Stoner, Lorenzo, dan Dani Pedrosa.

Rossi sudah punya penilaian khusus untuk para rivalnya tersebut. Pembalap Ducati ini menilai Stoner sebagai favorit, namun masih sering melakukan kesalahan yang sama.

"Stoner adalah favorit untuk kejuaraan, tapi saya juga mau bilang itu membawa sial buatnya," canda Rossi, seperti dikutip Crash.

"Saya memberinya angka 10 dari 10 untuk kecepatan dan bakatnya, tapi agak kurang untuk taktik dan kecerdasan. Dia adalah orang gila yang sering mengulangi kesalahan yang sama," ujarnya.

Bagaimana dengan Lorenzo? Rossi menilai Lorenzo adalah pembalap hebat, namun secara personal kurang menyenangkan.

"Jorge adalah orang 'hebat' karena semua orang setuju tentang dirinya dalam arti bahwa setiap orang berpikir dia tidak menyenangkan," terang Rossi.

"Dia kuat, dia pantas mendapat angka 9,5. Saya tak akan bilang dia cerdas karena itu adalah kata yang kuat. Katakanlah dia licik," simpulnya.

Terakhir, Rossi memberi penilaian untuk rekan setimnya, Nicky Hayden, dan pembalap Honda Gresini, Marco Simoncelli.

"Hayden kuat, dia layak mendapat angka 8. Dia adalah rekan setim saya dan oleh karena itu dialah saingan pertama saya. Dinding pemisah? Dengan Hayden tidak akan ada, sedangkan dengan Lorenzo (di Yamaha-red) memang ada karena saya berharap untuk tidak mengajarinya semua trik saya," lugas Rossi.

"Simoncelli pantas mendapat 8,5. Dia masih harus menunjukkan lebih banyak, tapi dia punya Honda yang sangat cepat dan dia pasti akan menjadi duri dalam daging saya," tuntasnya.

Sumber : Meylan Fredy Ismawan - detiksport
foto : Getty Images

Jumat, 11 Maret 2011

Williams Mungkin Tanpa KERS di GP Australia

Sydney - Williams mungkin harus memulai musim 2011 tanpa menggunakan KERS. Itu dikarenakan KERS yang mereka gunakan masih belum stabil.

Tim yang berbasis di Oxfordshire tersebut mulai menjalani masalah dengan sistem KERS-nya saat melakukan pengujian belakangan ini.

Akibat masalah tersebut, pembalap veteran Rubens Barrichello kini mengakui kalau ada kemungkinan timnya belum bisa mengaplikasikan KERS pada seri perdana di GP Australia

"Kami harus memutuskan dengan cepat apa yang harus kami lakukan," jelasnya kepada f1today.nl yang dikutip ESPN F1.

"Aku harap kami tidak sampai pada kesimpulan bahwa kami akan membalap di Melbourne tanpa KERS, tapi itu adalah sebuah kemungkinan," aku Barrichello.

Balapan pertama musim ini sendiri akan dihelat pada tanggal 27 Maret mendatang, atau sekitar dua pekan mendatang. Sempitnya waktu mungkin akan mengendala usaha Williams membenahi sistem KERS-nya.

"(KERS) Itu adalah sebuah faktor yang tidak pasti untuk kami. Pada suatu hari tidak ada masalah dan kali ini itu memberikan kami ratusan problem," keluh pembalap Brasil yang acap disapa Rubinho tersebut.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

Kubica Sudah Bisa Gerakkan Tangan & Jari

Roma - Kondisi Robert Kubica usai mengalami kecelakaan dalam sebuah reli dilaporkan terus membaik. Pembalap Polandia itu bahkan sudah bisa menggerakkan pergelangan tangan dan jari-jarinya.

Setelah menjalani tiga kali operas, Kubica saat ini sedang menjalani fase penyembuhan. Kondisinya diawasi terus oleh dokter tim Renault, dokter Riccardo Ceccarelli.

"Robert terus membaik hari demi hari," ungkap Ceccarrelli kepada situs resmi Renault seperti yang dikutip Auto 123 Racing.

Dokter Ceccarelli mengabarkan bahwa fisioterapi yang dijalani Kubica terus dilakukan. Hasilnya, Kubica kini sudah bisa menggerakkan pergelangan tangan dan jari-jari di tangan kanannya.

Untuk kondisi mental, Ceccarelli menyebut bahwa kondisi psikis Kubica masih 'naik-turun', tetapi pria Polandia berusia 27 tahun itu berusaha keras untuk memulihkan diri.

Akibat kecelakaan parah tersebut, Kubica terancam absen selama setahun. Ceccarelli mengaku sulit memprediksi kapan Kubica bisa pulih dan membalap lagi.

"Tidak ada seorang pun yang tahu kapan dia akan siap," kata Ceccarelli.

"Kita semua tahu kalau pemulihannya akan butuh waktu lama, tetapi kami tidak tahu seberapa lama. Kami melihat perkembangannya hari demi hari, tapi kami tidak bisa memprediksi," pungkas sang dokter.
 
Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : AFP/Jose Jordan

Sergio Perez Bikin Kejutan

Barcelona - Sergio Perez memperlihatkan penampilan impresif di tes hari ketiga di Barcelona. Pembalap Sauber itu berhasil memutus dominasi Red Bull dengan tampil sebagai pembalap tercepat.

Dalam latihan yang digelar di Sirkuit Catalunya, Kamis (10/3/2011), Perez melahap total 95 putaran dan menjadi yang tercepat berkat catatan terbaik 1 menit 21,761 detik.

Hasil yang dipetik Perez ini memutus dominasi Red Bull yang melalui Mark Webber dan Sebastian Vettel bergantian menguasai posisi pembalap tercepat di dua hari pertama.

Di hari ketiga ini, Webber berada di posisi ketiga dengan waktu 1 menti 22,466 detik. Di atasnya, ada pembalap Ferrari, Felipe Massa, yang menggoreskan waktu tercepat 1 menit 22,092 detik.

Perez adalah pembalap debutan yang membela Sauber. Keberadaan pemuda Meksiko itu di Sauber banyak disoal karena ia diduga merupakan seorang pay-driver (pembalap yang membayar untuk mendapat kursi).

Namun Perez sebenarnya sudah nyaris membuat kejutan di hari pertama, Selasa (8/3) lalu, dengan mencatat waktu tercepat di akhir-akhir sesi. Namun akibat dianggap melompati kerb, catatan waktu Perez dianulir.

Hasil tes hari ketiga Barcelona
Pos Tim Waktu Lap
1. Sergio Perez Sauber-Ferrari 1m21.761s 95
2. Felipe Massa Ferrari 1m22.092s 132
3. Mark Webber Red Bull-Renault 1m22.466s 97
4. Rubens Barrichello Williams-Cosworth 1m22.637s 105
5. Michael Schumacher Mercedes 1m22.892s 89
6. Nick Heidfeld Renault 1m23.541s 32
7. Heikki Kovalainen Lotus-Renault 1m23.990s 40
8. Vitaly Petrov Renault 1m24.233s 24
9. Adrian Sutil Force India-Mercedes 1m24.334s 108
10. Jaime Alguersuari Toro Rosso-Ferrari 1m24.779s 107
11. Jerome D'Ambrosio Virgin-Cosworth 1m27.336s 96
12. Jarno Trulli Lotus-Renault 1m34.485s 6

Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : AFP/Josep Lago

Vettel Akui Pernah Tak Akur dengan Alonso

Barcelona - Pembalap Red Bull Sebastian Vettel mengaku pernah mengalami masalah dengan jagoan Ferrari, Fernando Alonso. Lantas, bagaimana hubungan dua juara dunia itu sekarang?

Dinginnya hubungan antara Vettel dengan Alonso tak pelak adalah buah dari persaingan keduanya di atas lintasan pada musim lalu.

"Kami memang pernah mengalami beberapa masalah," aku Vettel dalam wawancara dengan La Stampa seperti yang dikutip Auto 123 Racing.

Salah satu contohnya adalah saat Vettel menahbiskan diri sebagia juara dunia di GP Abu Dhabi akhir tahun lalu, Alonso tidak memberi selamat. Tetapi saat keduanya berjumpa di Monte Carlo untuk malam penghargaan FIA, Vettel dan Alonso sudah baikan lagi.

"Tidak. Tidak ada yang terjadi di Abu Dhabi. Tapi di Monte Carlo, dia menjabat tangan saya," ungkap Vettel kemudian.

"Itu normal. Saat Anda menang, yang lain merasa kecewa dan butuh lima menit untuk melaluinya, beberapa yang lain membutuhkan dua minggu," sambung pembalap asal Jerman itu.

Vettel kini mengaku kalau semuanya sudah lewat. Ia dan Alonso sudah saling bicara dan tetap menyimpan rasa hormat untuk satu sama lain.

"Orang di luar memberi penilaian yang salah buat kejadian itu. Setelah itu, Fernando dan saya sudah saling bercakap dan hubungan kami kini baik. Dua orang bisa saja punya ide yang berbeda, tetapi saling menghormati," tuntas Vettel.
 
Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : AFP/Lluis Gene

Giliran Vettel Berkuasa

Barcelona - Red Bull kembali menempatkan pembalapnya sebagai yang tercepat di tes F1 di Barcelona. Setelah kemarin Mark Webber yang berjaya, kini giliran Sebastian Vettel yang berkuasa.

Melahap 112 lap di Sirkuit Catalunya, Rabu (9/3/2011), Vettel menjadi yang tercepat berkat catatan waktu 1 menit 21,865 detik. Catatan ini lebih cepat dari torehan Webber kemarin.

Mengekor di peringkat kedua adalah pembalap Toro Rosso, Sebastien Buemi. Pemuda asal Swiss itu mencatat waktu 1 menit 22,396 detik alias setengah lebih lambat ketimbang catatan Vettel.

Pembalap Renault Vitaly Petrov juga tampil cukup konsisten dengan berada di peringkat ketiga disusul oleh pengusung panji-panji McLaren Mercedes, Lewis Hamilton, di peringkat keempat.

Kubu Ferrari yang diwakili Felipe Massa cuma bisa menduduki peringkat kelima dengan waktu nyaris 1,5 detik lebih lambat ketimbang Vettel. Di posisi keenam, ada Paul Di Resta yang membela Force India.

Hasil tes hari kedua di Barcelona
Pos Pembalap Tim Waktu Lap
1. Sebastian Vettel Red Bull-Renault 1m21.865s 112
2. Sebastien Buemi Toro Rosso-Ferrari 1m22.396s 120
3. Vitaly Petrov Renault 1m22.670s 116
4. Lewis Hamilton McLaren-Mercedes 1m22.888s 57
5. Felipe Massa Ferrari 1m23.324s 101
6. Paul di Resta Force India-Mercedes 1m24.334s 118
7. Kamui Kobayashi Sauber-Ferrari 1m24.436s 107
8. Nico Rosberg Mercedes 1m25.807s 100
9. Jarno Trulli Lotus-Renault 1m26.090s 98
10. Pastor Maldonado Williams-Cosworth 1m26.989s 29
11. Jerome D'Ambrosio Virgin-Cosworth 1m28.982s 64

Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : AFP/Josep Lago

Pedrosa: Keunggulan Repsol Honda Tidak Besar

Doha - Penampilan positif di sesi ujicoba pra-musim sudah bikin para rider Repsol Honda digadang-gadang sebagai kandidat kuat juara musim 2011, bermodal keunggulan pada motor. Tapi Dani Pedrosa kurang sepaham.

Bersama rekannya Casey Stoner, Pedrosa tampil dominan dalam ujicoba di Sepang akhir Februari lalu. Bukan hanya itu, keduanya juga sukses menorehkan rekor baru berkat laju itu.

Performa mengesankan itu bukan hanya bikin keduanya didapuk jadi favorit juara, tetapi juga membuat Honda RC212V yang akan dipergunakan musim 2011 diyakini sudah memiliki keunggulan signifikan atas tunggangan andalan tim-tim lain.

Meski demikian, Pedrosa yang akan menjalani musim keenamnya di kelas MotoGP bersama Honda tak terlalu sepaham. Ia menolak jika timnya disebut sudah satu langkah berada di depan para lawan.

"Tidak. Aku pikir saat ini motornya sudah bereaksi dengan baik, tapi menurutku tidak terlalu jauh dibandingkan yang lain," nilai Pedrosa di Crash.

Maka dari itu runner-up musim lalu tersebut justru mewanti-wanti agar perfoma motor dapat terus dipertahankan seraya ditingkatkan untuk menghadapi persaingan musim depan.

"Di masa lalu kami sudah pernah melihat motor kami cepat dan bagus, tapi dalam sebuah kejuaraan yang terpenting bukanlah apa yang terjadi di satu sirkuit saja."

"Dalam beberapa area, motor kami lebih baik (dari yang lain) dan di area lain motor mereka yang lebih oke. Menurutku pada akhirnya keseimbangan secara umum adalah yang terpenting," paparnya.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

Crutchlow Pilih Hadapi Rossi Daripada Rooney

Jakarta - Pembalap MotoGP Cal Crutchlow juga pernah menekuni sepakbola. Bila diberi pilihan antara menghadapi jagoan MotoGP Valentino Rossi atau striker timnas Inggris Wayne Rooney, Crutchlow memilih The Doctor.

Crutchlow merupakan salah satu pembalap debutan di MotoGP musim ini. Ia diharapkan bisa mengharumkan nama Britania Raya di lomba balap motor kelas premier tersebut. Pasalnya para pendahulu Crutchlow seperti Carl Fogarty atau James Toseland gagal memberikan hasil yang memuaskan.

Sebagai orang dari Britania Raya di mana budaya sepakbola begitu kental, Crutchlow pun juga menekuni olahraga tersebut. "Saya bermain sepakbola selama beberapa tahun. Saya pernah bermain untuk Coventry City dan Northampton Town. Saya juga pernah menjalani tes di Aston Villa dan kemudian kembali ke Coventry. Di sana saya bermain di kompetisi reserves tim muda," jelas pembalap 25 tahun itu dilansir dari Reuters.

Cedera lutut membuat Crutchlow memilih untuk tak melanjutkan karir di sepakbola. Namun begitu profesinya saat ini juga tak terlepas dari risiko besar.

"Saya pernah mengalami dislokasi lutut saat bermain sepakbola dan saya berpikir: cedera itu sangat menyakitkan. Sedikit banyak saya paham bahwa keadaannya bisa lebih buruk di balap motor. Namun saya lebih menikmati balap motor," jelas dia.


Sepakbola sudah ditinggalkan oleh Crutchlow. Kini dia berpacu di lintasan balap. Namun begitu dia mengatakan masih bisa bermain sepakbola.

"Saya masih bisa bermain sepakbola. Saya hanya berusaha untuk tidak cedera," jelas rider yang memperkuat Tech3 Yamaha tersebut.

Kini bila dihadapkan pada opsi antara berduel di sirkuit melawan jagoan MotoGP Valentino Rossi atau menghadapi striker andalan Manchester United dan tim nasional Inggris Wayne Rooney di lapangan hijau, Crutchlow memilih yang mana?

"Saya lebih memilih menghadapi Rossi daripada Rooney. Alasannya hanya karena saya kini berkecimpung di balapan. Namun begitu, saya bakal menikmati bila bisa menghadapi keduanya," seloroh peraih posisi kelima Superbike musim 2010 itu.

Sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
foto : Cal Crutchlow (Getty Images)

Siapa Bisa Ganggu Dominasi 'Alien' MotoGP?

Sydney - Empat pembalap tampil luar biasa dominan sedari 2008 sampai digelari "alien". Kendati diprediksi akan berlangsung seperti itu lagi, salah satu dari "alien" tersebut yakin ancaman dari rider lain akan tetap ada.

Dari musim 2008, nama Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Casey Stoner jadi langganan mengisi podium teratas. Saking luar biasanya, keempat pembalap itu digelari "alien" alias makhluk asing oleh pembalap lain, Colin Edward.

Pada periode tersebut, hanya satu pembalap saja yang mampu mengganggu dominasi para "alien". Hal itu terjadi di MotoGP Inggris 2009 saat Andrea Dovizioso menjadi yang tercepat.

Lantas apakah si empat besar akan kembali dominan? Mungkin saja, kendati Stoner yang jadi salah satunya tetap mewaspadai potensi ancaman dari para rider lain.

"Saya mengharapkan sejumlah kejutan, meski pun tahun lalu memang tetap begitu (dominan) dan empat pembalap yang itu-itu saja memenangi balapan dan naik podium," nilai Stoner di Crash.

Selain Dovizioso, Stoner menilai potensi "gangguan" terhadap dominasi empat besar akan dihadirkan oleh Marco Simoncelli dan juga Ben Spies. Ketiganya dinilai punya kualitas layak untuk diperhitungkan.

"Saya yakin Dani dan Jorge akan berada di depan, tapi kemampuan Andrea meningkat dengan cepat, dan Simoncelli dan Spies bisa menambah daftarnya."

"Pastinya akan ada pembalap yang tak diduga yang akan berusaha merangsek ke garis depan," tegas Stoner.
 
Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
Empat besar saat 2010 (Getty Images)

Rossi Menyesuaikan dengan Ducati, Bukan Sebaliknya

Jakarta - Valentino Rossi mengakui bahwa ia harus mengubah gaya membalapnya agar sesuai dengan karakter Ducati. Pasalnya, tidak ada waktu buat mencocokan Ducati dengan gaya The Doctor.

Sejak bergabung dengan Ducati tahun ini, Rossi belum membuat kesan positif. Pembalap Italia berusia 32 tahun itu belum pernah sekalipun menjadi pembalap tercepat dalam tes resmi.

Kondisi kesehatan yang belum fit benar sejak terhantam cedera musim lalu memang jadi penyebab. Tetapi persoalan adaptasi juga sebuah masaah yang harus diatasi Rossi saat ini.

"Motor ini harus saya kendarai dengan cara oversteer. Artinya, agar membuat motor ini berbelok, maka Anda harus membuat bagian belakang motor sliding," ungkap Rossi seperti dikutip Autosport.

Tujuh tahun memperkuat Yamaha membuat adaptasi Rossi dengan Ducati memang agak lambat. Apalagi, beda dengan Yamaha yang sangat mengutamakan Rossi, tidak demikian halnya dengan Ducati.

"Membelokkan motor memang hal paling sulit. Saat ini, satu-satunya jalan adalah mengadaptasi cara mengendarai motor ini, karena karakter motor sudah ada dalam DNA-nya," beber The Doctor.

"Dalam hal ini, Ducati beda sekali dengan Yamaha. Tapi ini adalah manuver yang harus saya coba agar masalah ini terpecahkan. Dalam pendapat saya, seiring berjalannya waktu, kami akan memperbaiki situasi ini," tandas Rossi.

Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : Getty/Mirco Lazzari GP

Rossi: 2002 Tahun Terberat

Bologna - Valentino Rossi telah mencicipi beragam jenis motor di beberapa tim yang berbeda dan dalam regulasi kompetisi yang berbeda pula. Dari sekian banyak kondisi tersebut, dia menyebut tahun 2002 adalah tahun tersulit.

Rossi mengawali kariernya pada tahun 1996 bersama tim Aprilia di balapan kelas 125cc. Selama 15 tahun berkarier di balap motor, dia juga sudah mencicipi kelas 250cc, 500cc, MotoGP 990cc, dan MotoGP 800cc. Dia juga sempat pindah ke Honda, lalu ke Yamaha, sebelum akhirnya mendarat di Ducati mulai musim ini.

Dari sekian banyak kondisi tersebut, Rossi menyebut tahun 2002 sebagai tantangan terberat dalam kariernya. Saat itu, kelas MotoGP 990cc diperkenalkan untuk menggantikan kelas 500cc.

"500cc ke 990cc adalah perubahan terbesar pastinya," ungkap Rossi, kepada Crash.

"Tapi Yamaha ke Ducati perubahannya lebih besar daripada Honda ke Yamaha, karena Honda dan Yamaha berasal dari beberapa sudut pandang yang lebih mirip," tambah The Doctor.
Selain Rossi, Loris Capirossi merupakan satu-satunya pembalap yang masih aktif yang pernah mencicipi kelas 500cc, 990cc, dan 800cc. Mulai musim 2012, Rossi dan Capirossi akan merasakan era baru karena MotoGP akan memakai motor bermesin 1.000cc.

Foto: Valentino Rossi saat berlaga di MotoGP Australia, 20 Oktober 2002 (AFP).
Sumber : Meylan Fredy Ismawan - detiksport

Kamis, 10 Maret 2011

Rossi Menatap Superbike

Bologna - Sempat ramai diisukan bakal hijrah ke balapan Formula 1 dan reli, legenda aktif MotoGP Valentino Rossi menatap kejuaraan lain yang tak jauh dari balapan roda dua. Ia sedang memikirkan Superbike.

Dengan usianya yang sudah 32 tahun, boleh jadi Rossi memang sudah terlalu tua untuk banting setir ke roda empat khususnya F1, sebagaimana ia pernah sering dikait-kaitkan dengan beberapa tim terutama Ferrari.

Dalam pernyataan terakhirnya The Doctor mengindikasikan ketertarikannya bermain di kancah Superbike, bersama Ducati, yang saat ini adalah timnya di MotoGP.

"Dalam beberapa tahun ke depan, kalau aku sudah lebih tua, aku bisa saja balapan di Superbike bersama Ducati," tutur Rossi kepada wartawan di sebuah acara Ducati di Bologna hari Jumat, seperti dilansir Reuters, Sabtu (5/3/2011).

Superbike memang kerap menjadi sebuah opsi bagi banyak pembalap yang sudah tak lagi bermain di ajang Grand Prix, misalnya Carlos Checa, Max Biaggi, Chris Vermeulen, Makoto Tamada, dan Alex Barros.

Seri pertama MotoGP musim ini akan digelar di Qatar pada 20 Maret. Rossi sejauh ini belum menunjukkan performa yang gemilang bersama Ducati,

"Motornya masih sedikit kepayahan di tikungan," kritik juara dunia tujuh kali di kelas primer itu beberapa waktu lalu.

Andi Abdullah Sururi - detiksport
foto : (REUTERS)