Pages

Sabtu, 30 Oktober 2010

Data & Fakta Menarik MotoGP Portugal


Gelar juara dunia MotoGP 2010 memang sudah digenggam Jorge Lorenzo, namun balapan di MotoGP Portugal akan tetap menarik. Berikut adalah data dan fakta menarik mengenai balapan di Estoril.

Dua seri tersisa MotoGP musim ini tetaplah menarik meski Lorenzo sudah memastikan diri menjadi juara dunia. Pasalnya, masih ada empat rider yang masih berpeluang menjadi runner-up musim ini, yakni Dani Pedrosa, Casey Stoner, Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso.

Lorenzo benar-benar menguasai balapan di Estoril dalam dua musim terakhir dengan meraih pole dan menjuarainya. Namun, rider Fiat Yamaha itu terancam tidak bisa memperpanjang suksesnya di Estoril setelah gagal meraih kemenangan sejak MotoGP Indianapolis, Agustus 2010 lalu.

Kondisi tersebut membuat MotoGP Portugal, Minggu 31 Oktober 2010, akan berlangsung menarik. Berikut adalah sejumlah data dan fakta menarik balapan di Estoril:

1. Jorge Lorenzo menjadi juara MotoGP Portugal di dua musim terakhir. Kemenangan pertama J-Lo di Estoril pada 2008 juga menjadi kemenangan pertama rider 23 tahun itu di ajang MotoGP.

2. Posisi 2 yang diraih Pedrosa pada 2007 merupakan podium pertama bagi rider Repsol Honda tersebut di Estoril pada semua kelas yang pernah diikutinya. Estoril merupakan salah satu sirkuit yang belum pernah dimenangkan Pedrosa di kelas MotoGP. Sirkuit lainnya adalah Losail, Aragon dan Silverstone.

3. Casey Stoner belum pernah memenangkan balapan di Estoril di kelas MotoGP, namun dua kali meraih podium posisi 3 pada 2007 dan posisi 2 tahun lalu. Satu-satunya kemenangan yang diraih rider Ducati itu di Estoril adalah pada 2005 di kelas 250cc.

4. Valentino Rossi gagal meraih podium untuk kali pertama di Estoril dalam 10 tahun terakhir setelah hanya finis di posisi 4 musim lalu. Dari sembilan podium sejak 2000, lima diantaranya adalah kemenangan (2001, 2002, 2003, 2004 dan 2007). Uniknya Rossi hanya sekali meraih pole pada 2006.

5. Andrea Dovizioso meraih tiga kali podium di Estoril selama berlaga di kelas 250cc (2005-2007), termasuk kemenangan di 2006. Namun, di kelas MotoGP rider Repsol Honda ini kurang beruntung setelah kecelakaan pada 2008 dan finis di posisi 7 musim lalu.

6. Ben Spies (Monster Yamaha Tech 3) belum pernah tampil di Estoril, namun rider asal Amerika Serikat ini akan jadi ancaman setelah memastikan gelar Rookie Terbaik 2010 di MotoGP Australia.

7. Posisi 4 pada 2007 merupakan hasil terbaik Nicky Hayden (Ducati) di Estoril sejak mengikuti MotoGP pada 2003. Pada musim 2006 Hayden gagal finis setelah terjatuh usai bersenggolan dengan rekan setimnya, Casey Stoner di lap 5. Musim 2008 Hayden terjatuh di lap 17.

Sumber : Vivanews.com

Jumat, 29 Oktober 2010

Alonso Tidak Buru Gelar Juara di Brasil


Fiorano - Fernando Alonso  berada di tempat terdepan dalam pertarungan menuju gelar juara dunia Formula 1 tahun 2010. Namun Alonso tidak berambisi untuk memastikan gelar juara di GP Brasil.

Di klasemen pembalap, Alonso saat ini duduk di posisi satu dengan nilai 231. Pembalap Ferrari itu unggul 11 angka dari Mark Webber yang berada di peringkat dua dan 21 dari Sebastian Vettel yang ada di posisi tiga.

Artinya, secara matematis hanya Alonso yang punya kans untuk mengunci gelar di GP Brasil yang akan digelar sebelum GP terakhir di Abu Dhabi.

Alonso tentu saja tak menolak bila gelar juara dunia secepatnya ia amankan, apalagi, Brasil adalah tempat di mana pembalap Spanyol itu memastikan gelar juara dunia tahun 2005 dan 2006. Namun Alonso tak mau gegabah menatap prospek balapan di Brasil.

"Secara alami, saya punya kenangan indah kepada trek ini karena di sinilah saya mengamankan dua gelar saya tahun 2005 dan 2006," kata Alonso seperti yang dilansir Autosport.

"Setiap kali saya pergi ke Sao Paulo, rasanya istimewa dan atmosfernya luar biasa. Saya tidak mau berpikir soal mengulangi sejarah untuk kali ketiga. Saya tahu secara teori itu mungkin, tapi itu tidak saya pikirkan," paparnya.

Untuk dua seri tersisa, Alonso memilih untuk memikirkannya satu demi satu. Alonso juga meminta Ferrari tidak jumawa meski mereka kini punya keunggulan yang cukup signifikan di depan para rival.

"Kami ingin menghadapi balapan nanti seperti halnya tim lain, konsentrasi kepada diri sendiri dan kaki tetap di tanah. Mencoba bekerja dengan baik, tanpa membuat kesalahan dan tanpa memikirkan untuk mengalahkan rival. Saya sudah pernah bilang dan akan mengulanginya, hitung-hitungannya ada di Abu Dhabi," pungkas Alonso.

Sumber : Arya Perdhana – detiksport
Foto : Getty/Paul Gilham

Free Practice II MotoGP Portugal - Estoril Mengering, Lorenzo Tercepat


Estoril - Kondisi Sirkuit Estoril yang mulai mengering membuat para pembalap MotoGP tidak lagi gamang terjun ke lintasan. Jorge Lorenzo pun tampil sebagai pembalap tercepat di free practice II.

Setelah di latihan bebas pertama para pembalap enggan melaju di lintasan yang basah, situasi Estoril mulai membaik saat FP II berlangsung, Jumat (29/10/2010) siang waktu setempat.

Lorenzo yang mengendarai Yamaha tampil sebagai yang tercepat. Pembalap yang sudah dinobatkan sebagai juara dunia MotoGP 2010 itu menorehkan waktu terbaik 1menit 48,522 detik.

Menyusul di belakang Lorenzo adalah Nicky Hayden (Ducati) yang mencatat waktu terbaik 1 menit 48,657 detik. Rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi, menduduki posisi ketiga dengan waktu 1 menti 48,883 detik.

Pembalap Honda yang baru pulih dari operasi cedera bahu, Dani Pedrosa, cuma berhasil mencatatkan waktu terbaik 1 menit 53,592 detik. Alhasil, Pedrosa pun terpuruk di posisi 13.

Meski sirkuit mulai mengering, tak ayal tetap ada sejumlah pembalap yang terjatuh dari motor seperti Andrea Dovizioso (Honda), Colin Edwards (Tech 3 Yamaha), Alvaro Bautista (Suzuki) dan Hector Barbera (Aspar Ducati). Namun beruntung semuanya tidak mengalami cedera.

Hasil FP II MotoGP Portugal
Pos Pembalap Tim Waktu
1. Jorge Lorenzo Yamaha 1m48.522s
2. Nicky Hayden Ducati 1m48.657s
3. Valentino Rossi Yamaha 1m48.883s
4. Casey Stoner Ducati 1m49.061s
5. Ben Spies Tech 3 Yamaha 1m49.721s 
6. Marco Melandri Gresini Honda 1m49.784s
7. Randy de Puniet LCR Honda 1m50.043s
8. Marco Simoncelli Gresini Honda 1m51.273s
9. Andrea Dovizioso Honda 1m52.294s
10. Loris Capirossi Suzuki 1m52.575s
11. Hector Barbera Aspar Ducati 1m53.131s
12. Colin Edwards Tech 3 Yamaha 1m53.510s
13. Dani Pedrosa Honda 1m53.592s 
14. Aleix Espargaro Pramac Ducati 1m53.769s 
15. Hiroshi Aoyama Interwetten Honda 1m54.389s
16. Alvaro Bautista Suzuki 1m54.410s 
17. Carlos Checa Pramac Ducati 1m54.444s

Sumber : Arya Perdhana – detiksport
Foto : AFP/Lucas Dawson

Kamis, 28 Oktober 2010

MotoGP - Hayden Gembira Rossi Bisa Tes Ducati

Nicky Hayden merasa sangat gembira dengan adanya kepastian Valentino Rossi akan melakukan tes Ducati usai GP Valencia awal bulan depan. Pasalnya, dengan hal tersebut maka Ducati akan memiliki data yang bagus untuk mempersiapkan diri menghadapi MotoGP 2011.

Awalnya, tim Yamaha enggan melepas Rossi untuk melakukan debut bersama tim barunya yang bermarkas di Bologna, Italia, tersebut. Tetapi "The Doctor" akhirnya mendapat jawaban pasti mengenai statusnya, setelah Yamaha mau mengakhiri kontraknya pada Sabtu malam jelang balapan di Sirkuit Phillip Island, Australia, 17 Oktober lalu.

Sontak, keputusan Yamaha tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari Hayden dan Ducati. Apalagi, performa Rossi sangat memukau pada tiga seri terakhir, di mana dia selalu naik podium. Bahkan pada balapan di Sepang, Malaysia, peraih tujuh gelar juara dunia kelas premier tersebut menjadi juara dan mempersembahkan kemenangan ke-46 bersama Yamaha.

Padahal, pebalap berusia 31 tahun asal Italia tersebut sempat memberikan sinyal akan lebih cepat mengakhiri musim 2010 ini, karena persoalan pada bahunya. Rossi mengatakan dia ingin naik meja operasi untuk mengatasi cedera bahu, yang membuat penampilannya sepanjang musim ini tak konsisten.
Namun dalam perkembangan, Rossi tampaknya akan menyelesaikan seluruh kalender 2010. Itu artinya, mantan pebalap Honda tersebut tampil juga pada seri penutup di Valencia, 7 November, sekaligus melakukan debutnya bersama Ducati dalam rangka uji coba.

Kabar inilah yang membuat Hayden gembira, karena Ducati tak perlu harus menunggu sampai awal Februari, ketika secara resmi dilakukan tes pra-musim 2011 di Sepang. Para mekanik sudah bisa mendapat informasi awal dari juara dunia sembilan kali grand prix ini.
"Tes Valencia akan menjadi penting, karena anda tidak perlu menunggu sampai Februari. Musim depan dimulai bulan Maret, sehingga sudah pasti anda tidak memiliki banyak waktu," ujar Hayden.
"Ujicoba di Valencia sangat penting, karena bakal memberikan kepada tim arah dan informasi mengenai apa yang harus dikerjakan selama dua setengah bulan," tambah mantan juara dunia 2006 ini.

MCN
Sumber : Penulis: Aloysius Gonsaga AE  
Foto : AFP/PAUL CROCK


Jelang MotoGP Portugal - Performa GP10 Bikin Stoner Optimistis


Estoril - Ducati belum pernah bisa menjuara MotoGP Portugal. Kini usaha meraih podium tertinggi perdana di Estoril akan berada di pundak Casey Stoner yang sedang tampil apik.

Dengan tiga kemenangan dari empat seri terakhir, Stoner jelas sedang menjalani performa positif. Ia pun kini akan berusaha mencatatkan kemenangan pertama untuknya dan Ducati dalam balapan di Estoril pada akhir pekan.

Bersama Ducati, Stoner meraih hasil terbaiknya di Estoril pada musim lalu ketika menjadi runner-up. Finis kedua ini juga menjadi capaian terbaik Ducati di Estoril saat berkompetisi di kelas primer.

"Aku sudah mendapat hasil bervariasi di Estoril, beberapa bagus seperti kemenangan 250cc pertamaku (tahun 2005 bersama Aprilia) dan juga podium (nomor tiga) pada 2007, beberapa tak bagus seperti ketika kami mendapat masalah dengan kamera on-board tahun 2008. Lalu kami naik podium lagi tahun 2009," kata Stoner di situs MotoGP.

"Tahun lalu aku melaju kencang di sana, tapi Jorge (Lorenzo) sedikit lebih cepat. Ia tangguh di sirkuit ini dan aku pikir ia akan secepat itu lagi hari Minggu nanti," imbuh Stoner.

Meski demikian, Stoner tetap memandang MotoGP Portugal dengan percaya diri, asalkan mereka mampu melakukan sejumlah penyesuaian pada GP10 dalam usaha menjinakkan Estoril.

"Kami hanya harus fokus ke tugas menyusun pengaturan untuk motor. Kami tahu lintasan di sini bergelombang dan motor kami biasanya bereaksi dengan cukup agresif terhadap jalan bergelombang, jadi kami harus melihat apa mampu mengadaptasikan pengaturan motor."

"GP10 sudah tampil dengan bagus di berbagai kondisi dalam beberapa balapan terakhir, jadi kami cukup percaya diri," lugas si rider asal Australia.


Sumber : Kris Fathoni W – detiksport
Foto : Getty Images

'Alonso Seperti Senna & Schumi'


Wina - Fernando Alonso boleh berbangga diri. Pembalap Renault itu dipuji punya kualitas setara Ayrton Senna dan Michael Schumacher, dua pembalap legendaris di dunia F1.

Mengingat sanjungan tersebut datang dari mantan pembalap F1 Gerhard Berger yang notabene adalah mantan rekan satu tim dan teman dekat mendiang Senna, pujian untuk Alonso itu jelas tak main-main.

"Terkadang ada pembalap-pembalap spesial seperti dulu Ayrton Senna dan Michael Schumacher, dan Fernando Alonso saat ini," nilai Berger dalam wawancara dengan Servus TV yang dikutip ESPN F1.

Schumacher memenangi dua gelar pertama dari tujuh titel juara dunia miliknya saat masih membalap untuk Benetton, yang sedikit banyak dapat dibilang lebih inferior dari Williams yang dibela Damon Hill, rival berat Schumi --sapaan Schumacher.

Capaian Alonso juga mirip-mirip karena dua gelar juara dunia yang diraihnya pada tahun 2005 dan 2006 ia hasilkan saat membela Renault yang saat itu tak diperhitungkan memiliki mobil tertangguh di lintasan.

Senna memang memiliki modal lebih bagus ketimbang para rivalnya di tahun 1988 dan 1990, tapi ia tetap mampu meredam Nigel Mansell dengan Williams-nya pada tahun 1991. Saat Williams mendominasi pada tahun 1992 dan 1993 pun Senna masih tetap mampu meraih kemenangan dalam sejumlah balapan.

Menurut Berger, yang mencatatkan sepuluh kemenangan dalam karirnya membalap di ajang 'Jet Darat', hal semacam itulah yang membedakan antara pembalap bagus dan pembalap luar biasa.

"Mereka adalah para pembalap yang mampu memenangi kejuaraan dunia tanpa memiliki mobil yang paling tangguh," tegas Berger.

Jika Alonso, pemuncak klasemen sementara pembalap musim ini, mampu menjuarai musim 2010 maka ia akan bergabung dengan Senna, Schumi dan sekelompok pembalap elit lain yang sudah pernah memenangi tiga gelar juara dunia atau lebih. Alonso juga memiliki peluang untuk jadi pembalap termuda di antara mereka semua yang dapat melakukannya.

Sumber : Kris Fathoni W – detiksport
Foto : Getty Images

Red Bull Konsisten Bersikap Adil


London - Sejak awal musim, Red Bull memilih bersikap tidak menganakemaskan salah satu di antara dua pembalapnya, Sebastian Vettel dan Mark Webber. Sikap itu konsisten dijalankan sampai akhir.

Usai GP Korea akhir pekan lalu, Red Bull kehilangan posisi teratas klasemen pembalap yang tadinya dikuasai Webber. Kini, singgasana dipunyai pembalap Ferrari, Fernando Alonso dengan nilai 231 angka, sedangkan Webber turun ke posisi dua dengan 220 poin dan Vettel jadi keempat (206 angka).

Hal itu tidak lepas dari ketidakberuntungan yang menimpa Red Bull di Korea. Webber out saat lomba baru berusia 18 lap karena kecelakaan, sementara mesin Vettel jebol di menit 45.

Dengan dua seri tersisa, secara teori, peluang terbesar Red Bull untuk melihat pembalapnya jadi juara dunia ada di tangan Webber, namun hal itu tidak membuat mereka menganakemaskan Webber dibanding Vettel.

"Kami punya dua pembalap fantastis dan kami akan terus menyokong mereka secara adil sejalan dengan etika olahraga Red Bull yang luar biasa," kata prinsipal Red Bull, Christian Horner, seperti dikutip Autosport.

Red Bull beralasan, jalannya sebuah balapan kadang tidak bisa diprediksi. Karenanya, tetap memberi kesempatan yang setara untuk kedua pembalap adalah jalan terbaik menyikapinya.

"Seperti kita lihat di Korea, mustahil untuk memprediksi apa yang akan terjadi dengan lima pembalap yang bersaing ketat untuk jadi juara. Sebagai contoh, sisa 10 lap Sebastian sedang memimpin klasemen tapi karena nasib sial kami Alonso jadi yang memimpin," urai Horner.

"Itu menunjukkan, situasi bisa berubah dengan sangat cepat. Tentu saja, karena kita sedang mendekati akhir musim, perhitungan matematisnya akan bicara dan saya yakin kedua pembalap akan melakukan semua yang mungkin untuk mencapai hasil terbaik buat tim," tutup dia.

Sumber : Arya Perdhana – detiksport
Foto : AFP/Peter Parks

Jelang MotoGP Portugal - Saatnya Stoner Samai Rainey?


Estoril - Casey Stoner akan membalap di Estoril dengan kesempatan menyamai sebuah capaian juara dunia tiga kali 500cc, Wayne Rainey. Syaratnya, si pemuda asal Australia nanti harus finis pertama.

Stoner meraih kemenangan ketiganya musim ini pada seri sebelumnya di MotoGP Australia. Kemenangan itu menjadi yang ke-23 dalam karir si rider Ducati dalam karirnya di kelas MotoGP.

Hasil itu sekaligus membuat Stoner hanya kurang satu kemenangan lagi untuk menyamai jumlah podium pertama milik Rainey di kelas primer balap motor, seperti dicatat Crash.

Jika mampu menyamai catatan Rainey, maka bidikan Stoner selanjutnya jelas melewati dan kemudian mengejar rekor kemenangan Mick Doohan --pembalap tersukses Australia-- yang berjumlah 54. Doohan juga merupakan pembalap ketiga dalam daftar peraih kemenangan terbanyak di kelas primer.

Stoner memang masih jauh dari jumlah itu, tapi juga harus dicatat bahwa Stoner masih lebih muda ketimbang Rainey dan bahkan Doohan, saat meraih kemenangan grand prix pertama.

Mulai mengawali karir di kelas primer pada tahun 2007 bersama Honda, Stoner mencatatkan kemenangan pertamanya pada seri pertama musim 2008 kala membela Ducati. Di tahun yang sama ia memastikan gelar juara dunia.

Dengan demikian, gelar juara dunia boleh saja sudah dipastikan Jorge Lorenzo dari Yamaha. Tapi semangat Stoner, yang kini duduk di posisi tiga klasemen, sudah pasti takkan mengendur jelang balapan pada akhir pekan. Apalagi MotoGP Portugal akan menjadi satu dari dua balapan terakhir Stoner bersama Ducati, sebelum ia hijrah ke Honda musim depan.

Dengan performa Stoner belakangan ini --tiga kemenangan dari empat seri terakhir-- bukan tak mungkin di Estoril ia akan mampu menyamai catatan Rainey.

Kemenangan di 500cc/MotoGP:
79 - Valentino Rossi
68 - Giacomo Agostini
54 - Mick Doohan
37 - Mike Hailwood
31 - Eddie Lawson
25 - Kevin Schwantz
24 - Wayne Rainey
23 - Casey Stoner


Sumber : Kris Fathoni W – detiksport
Foto : Reuters

Rabu, 27 Oktober 2010

Stoner Jagokan Lorenzo di Estoril


Casey Stoner menjagokan rider Fiat Yamaha Jorge Lorenzo untuk memenangkan MotoGP Portugal di Sirkuit Estoril, Minggu 31 Oktober 2010.

Sejak MotoGP Indianapolis, 29 Agustus 2010, Lorenzo tidak pernah memenangkan seri musim ini. Rider 23 tahun itu lebih fokus mengamankan gelar juara dunia MotoGP ketimbang bersaing merebutkan posisi pertama di setiap seri.

Namun, dengan kondisi gelar juara dunia MotoGP sudah dalam genggaman, Stoner yakin Lorenzo akan lebih lepas dalam membalap. Untuk itu rider Ducati ini menjagokan Lorenzo untuk mempertahankan juara di Estoril.

"Saya punya hasil berbeda di Estoril. Ada yang bagus seperti kemenangan pertama di seri 250cc pada 2005, dan podium pada 2007. Beberapa di antaranya tidak bagus ketika saya punya masalah pada 2008," ujar Stoner seperti dikutip GP Update, Selasa 26 Oktober 2010.

"Kemudian saya kembali ke podium (posisi 2) pada 2009. Saya cukup cepat tahun lalu, tapi Jorge lebih cepat. Dia sangat kuat di sirkuit ini, dan saya pikir kita bisa mengharapkan dia jadi juara lagi akhir pekan ini."

"Kami (Ducati) hanya harus fokus kepada setelan motor. Kami tahu banyak jalan tak rata di sini dan motor kami biasanya bereaksi dengan agresif di jalanan tak rata, jadi kami harus bisa beradaptasi," kilah Stoner.

Stoner sendiri masih memperebutkan posisi runner-up musim ini bersama Dani Pedrosa (Honda) dan Valentino Rossi (Yamaha). Juara dunia MotoGP 2007 ini masih berada di posisi ketiga dengan 205 poin, tertinggal 23 poin dari Pedrosa. (one)
Sumber : • VIVAnews
Stoner (tengah) bersama Lorenzo dan Rossi (AP Photo/Hassan Ammar)


Rossi Ingin Beri Yamaha Kado Perpisahan


Valentino Rossi ingin memberikan kado perpisahan yang manis untuk Fiat Yamaha di dua seri terakhir MotoGP. The Doctor ingin menutup musim dengan kemenangan sebelum pindah ke Ducati.

Setelah meraih 46 kemenangan bersama Yamaha di MotoGP Malaysia, 10 Oktober 2010 lalu, Rossi berusaha untuk meninggalkan tim asal Jepang itu dengan manis sebelum hengkang ke Ducati musim depan.

Rossi berharap bisa meraih kemenangan di dua seri terakhir musim ini di Estoril dan Valencia. Namun, juara dunia MotoGP enam kali ini harus bekerja keras setelah tidak pernah menang di Estoril dalam dua tahun terakhir.

"Estoril bukanlah trek yang bagus untuk saya tahun lalu. Kami punya beberapa masalah dan saya tidak berhasil naik podium. Jadi saya ingin mengubahnya tahun ini," ujar Rossi seperti dikutip Motorcycle News, Selasa 26 Oktober 2010.

Rossi punya modal berharga untuk memperbaiki penampilan di Estoril setelah hanya finis di posisi 4 musim lalu. Yakni meraih dua podium (Suzuka, Phillips Island) dan satu kemenangan (Sepang) saat tur Asia.

"Kembali ke Eropa bagus untuk kami, karena sebelumnya kami meraih tiga podium termasuk satu kemenangan. Kami senang dengan kemajuan motor dan kondisi bahu saya," kilah Rossi.

"Sekarang kami kembali ke Eropa dan saya merasa sangat kuat hingga ingin menikmati dua seri terakhir dengan meraih kemenangan," tutup Rossi. (one)

Sumber : • VIVAnews
Foto : Tom Hevez

MotoGP Portugal - Hayden: Sekarang atau Tidak


Estoril - Nicky Hayden sudah tidak punya banyak pilihan. Pembalap tim Ducati ini harus meraih hasil terbaik di Portugal jika ingin mengakhiri musim ini dengan hasil yang positif.

Hayden hanya sekali merasakan podium di musim 2010. Dengan dua seri yang tersisa, pembalap Amerika Serikat ini sudah tak memiliki banyak kesempatan selain berusaha mencoba mendapatkan hasil terbaik di Estoril.

"Akhir musim sudah ada di penghujung dan kami masih memiliki dua balapan yang tersisa untuk melakukan dengan baik. Jadi sekarang atau tidak mendapatkan hasil sejauh musim ini," kata Hayden seperti dilansir GP Update.

Hayden mengaku sangat mengenal baik karakteristik sirkuit Estoril. "Tidak ada yang sangat spesial dari trek yang terpisah dari bagian yang sangat cepat hingga ke bagian lurus dan di akhir lap ada chicane saya pikir ini yang terpelan di MotoGP."

Namun, yang pasti Hayden telah siap untuk bersaing dengan para pembalap lainnya di Estoril akhir pekan ini. "Dalam hal apapun kami telah siap dengan segala kondisi dan mencoba mengakhiri musim ini dengan jalan positif," tukasnya.

Sumber : Reky Herling Kalumata – detiksport
Foto : Reuters

Horner Bela Webber


London - Mantan pembalap F1 Gerhard Berger menuduh Mark Webber telah berusaha menyeret rivalnya keluar di GP Korea lalu. Bos tim Red Bull, Christian Horner, serta merta membela Webber.

Dalam GP Korea yang berlangsung di atas lintasan basah, Minggu (24/10/2010), Webber out di lap 18. Mobil Red Bull bernomor 6 yang dikendarai Webber melintir, melabrak tembok dan kemudian ditubruk oleh mobil Nico Rosberg.

Di mata Berger, mantan pembalap Ferrari, Webber memang berniat untuk menyeret pembalap lain ikut keluar lomba. Yang ia incar sesungguhnya bukan Rosberg, tapi Lewis Hamilton atau Fernando Alonso.

"Di setiap insiden di F1, opini akan berkembang tanpa adanya fakta," bela Horner untuk Webber kepada Daily Telegraph yang dikutip Autosport.

Masih dari Berger, Webber seharusnya bisa menghentikan mobilnya setelah menabrak tembok pembatas sehingga mobilnya tidak jadi liar dan membuat Rosberg menumbuknya.

Horner menepis tudingan Berger itu dengan mengatakan kalau situasi trek membuat Webber tidak bisa serta-merta menghentikan mobilnya.

"Agar jelas, tidak ada niat Mark untuk menyeret pembalap lain out setelah tabrakan di GP Korea. Menyatakan sebaliknya benar-benar menggelikan," tutur Horner.

"Setelah tabrakan Mark dengan tembok, terlihat jelas di televisi dan dari data mobilnya, mobil Mark rusak berat. Tapi, sudah jadi kebiasaan dan insting pembalap manapun, dia tidak menyerah dan mencoba terus," imbuhnya.

"Di kondisi mengerikan seperti itu, Mark membuat keputusan kilat untuk lanjut seperti halnya setiap pembalap akan bertindak di situasi itu. Absurd bila dibilang Mark secara sengaja ingin menyeret pembalap lain keluar," tandas Horner.


sumber : Arya Perdhana – detiksport
Foto: Mobil Mark Webber setelah keluar dari lomba GP Korea, Minggu (24/10/2010). (Getty Images/Paul Gilham)



Senin, 25 Oktober 2010

Formula 1 Abu Dhabi Jadi Penentu Juara Dunia


Balapan di Sirkuit Yeongam, Korea, Minggu (24/10/10) berakhir sangat dramatis sekaligus tragis. Dramatis karena pebalap Ferrari, Fernando Alonso, berhasil menjadi pemenang dalam balapan yang sulit, sedangkan tragis bagi duo Red Bull Racing, Sebastian Vettel dan Mark Webber, yang tidak bisa finis karena mengalami kendala pada mobil mereka.

Hasil dari balapan di sirkuit baru tersebut, membuat Alonso kini memuncaki klasemen sementara. Juara 2005 dan 2006 itu mengambilalih posisi Webber, yang harus menerima kenyataan turun satu strip, disusul pebalap McLaren Lewis Hamilton dan Vettel.

Secara matematis, ada lima pebalap yang berpeluang menyandang predikat juara dunia 2010. Akan tetapi, pebalap McLaren Jenson Button sudah hampir pasti terlempar dari persaingan, karena pebalap Inggris ini membutuhkan sebuah keajaiban untuk bisa mempertahankan gelar.

Ya, Button kini berada di urutan lima dengan total 189 poin. Bandingkan dengan Alonso yang mengumpulkan 231 angka. Dengan selisih 42, dan poin maksimal yang diperebutkan hanya tersisa 50, maka Button harus memenangkan dua balapan terakhir di Brasil dan Abu Dhabi, sambil berharap empat rivalnya di atas tidak pernah meraih poin.

Alonso berada dalam situasi yang paling menguntungkan, karena unggul 11 poin atas Webber, dan memiliki jarak 21 dari Hamilton. Jika pebalap Spanyol ini juara di Interlagos, Brasil, 7 November mendatang, sedangkan para rivalnya gagal lagi, maka dia bakal meraih gelar ketiga sepanjang kariernya.

Namun Alonso tak mau berandai-andai. Mantan pebalap Renault dan McLaren ini menepis perhitungan tersebut. Tim Ferrari juga sepakat dengan Alonso, dan mereka yakin, perburuan gelar juara dunia akan tetap sengit hingga seri terakhir di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, 14 November.

"Saya tidak berpikir (kemenangan di Brasil sudah cukup) demikian," ujar bos Ferrari Stefano Domenicali. "Tentu saja saya senang jika demikian, tetapi saya tidak berpikir begitu. Sekarang adalah waktunya untuk tetap rendah hati dan siap untuk menghadapi balapan selanjutnya. Kami harus tetap konsentrasi sehingga akhir musim."

Senada dengan pernyataan Domenicali, menurut bos Red Bull Christian Horner, gelar juara dunia baru akan terlihat pada seri terakhir.

"Kompetisi ini, saya yakin, akan berlangsung hingga akhir di Abu Dhabi," ujar Horner kepada Reuters. "Masih ada satu balapan lagi antara Sebastian di peringkat empat dan Alonso di puncak, dan berapa kali kita telah melihat berlangsungnya kompetisi tahun ini? Sulit untuk memprediksi apa yang terjadi di Brasil dan Abu Dhabi."

Nada optimistis juga muncul dari kubu McLaren, meskipun bos Martin Whitmarsh mengakui bahwa peluang Hamilton tak selebar Alonso dan Webber. Hanya saja, mereka tetap menaruh harapan Hamilton bisa meraih hasil gemilang seperti ketika secara dramatis menyabet gelar juara dunia 2008, di mana pebalap Inggris tersebut baru tahu dirinya jadi juara baru setelah memasuki tikungan terakhir di lap terakhir, pada seri pamungkas di Interlagos.

"Brasil adalah sirkuit yang hebat dan selalu menghasilkan balapan yang seru. Tetapi ada persoalan kecil sekarang, karena juara dunia baru bisa dipastikan ketika balapan berlangsung di Abu Dhabi."
Memang, balapan di Sirkuit Yeongam kemarin, diwarnai beberapa peristiwa dramatis. Setelah start sempat tertunda akibat hujan deras, lintasan juga sangat licin (saat kering maupun basah).
Red Bull yang mengalami nasib paling buruk di sirkuit ini, karena untuk pertama kalinya pada musim 2010, tim "Banteng" tersebut gagal meraih poin--meskipun mereka tetap memimpin klasemen konstruktor. Setelah Webber meninggalkan balapan, giliran Vettel yang tersingkir karena kendala pada mobilnya. Padahal, pebalap Jerman ini sedang memimpin jalannya duel.

Sumber : Kompas.com - Penulis: Aloysius Gonsaga AE  
Foto : AFP/PETER PARKS



Formula 1 Ferrari: Jangan Hanyut Dalam Eforia!


YEONGAM - Bos Ferrari, Stefano Domenicali, mengingatkan kepada timnya agar tetap fokus menghadapi dua seri terakhir Formula 1 (F1) 2010 ini. Pasalnya, perburuan gelar juara dunia masih sangat seru, sehingga seri terakhir yang bakal jadi penentu siapa yang berhak menyabet trofi paling bergengsi tersebut.

Saat ini, Ferrari sedang berada dalam posisi yang menguntungkan. Kemenangan Fernando Alonso di Sirkuit Yeongam, Korea, Minggu (24/10/10), membuat pebalap asal Spanyol tersebut kini memuncaki klasemen sementara dengan total 231 poin, unggul 11 dari pebalap Red Bull Racing, Mark Webber.

Namun Domenicali memberikan warning. Dia berharap, kubu "Scuderia" tak boleh hanyut dalam eforia akibat kesuksesan Alonso mengkudeta Webber, serta menjauh dari kejaran Lewis Hamilton (McLaren) dan Sebastian Vettel (Red Bull).

"Kami harus tetap tenang, menjaga konsentrasi dan tak perlu terlalu reaktif menghadapi bagian dari musim terhebat ini," ujar Domenicali, usai GP Korea.

"Sekarang adalah waktunya untuk tetap konsentrasi, rendah hati dan mempersiapkan diri menghadapi seri-seri berikutnya, karena para kompetitor sangat, sangat kuat. Karena itu, kami ingin lakukan persiapan secara matang dan tentu saja melewati balapan tanpa membuat kesalahan. Ini pembicaraan menyangkut kami, para mekanik, para engineers, Fernando dan juga Felipe (Massa)."

Domenicali juga yakin, Ferrari bakal bangkit setelah Alonso menunjukkan grafik penampilan yang mengagumkan. Dalam empat seri terakhir, mantan juara dunia 2005 dan 2006 tersebut tiga kali jadi juara. Inilah yang membuat mental tim terus membaik, setelah sempat krisis di awal musim.

"Itu merupakan pesan kuat untuk meningkatkan mental saat membalap, tetapi saya harus tetap menjaga pendekatan para pebalap, agar mereka selalu menginjak bumi. Kami harus tetap konsentrasi karena sampai sekarang, kami belum melakukan apapun.

"Masih banyak poin yang bisa diraih, dan hal lain adalah bahwa saya ingin mengatakan pada balapan ini Red Bull tidak menuai poin, tetapi yang lainnya bisa. Karena itu, kami tidak ingin angkat tangan untuk meraih apapun sampai akhir."

Domenicali pun memuji usaha Massa, yang bisa naik podium nomor tiga. Padahal sebelumnya, pebalap Brasil tersebut menemui kesulitan di Singapura dan Jepang.
F1 2010 tersisa dua seri lagi, yang akan berlangsung bulan depan. GP Brasil di Sirkuit Interlagos akan berlangsung 7 November, dan sepekan kemudian (14 November) berlangsung di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.
Sumber : Kompas.com - Penulis: Aloysius Gonsaga AE  
Foto : AFP/PETER PARKS

Alonso Juara F1 Korea, Duo Red Bull Rontok


YEONGAM— GP F1 Korea yang digelar pada Minggu (24/10/2010) penuh drama akibat guyuran hujan. Lomba menempuh 55 lap yang sempat dipandu safety car sampai tiga kali itu akhirnya dimenangi oleh Fernando Alonso setelah pesaingnya, Sebastian Vettel, menyerah akibat jebol mesin.

Alonso menyelesaikan balapan seri ke-17 ini dalam waktu 2 jam 48 menit 20,810 detik. Kemenangan diraih berkat kecekatan mekanik dalam melakukan pembenahan melalui penggantian komponen. Ternyata, hasilnya, mantan juara dunia 2005 dan 2006 ini mendapat nilai penuh, 25 angka, dan mengambil alih pimpinan klasemen sementara dengan 231 angka.
Alonso termasuk yang cukup hebat di trek basah selain juga Vettel dan Michael Schumacher semasa jayanya. Ia membuktikan hal ini ketika posisi keduanya diambil Hamilton akibat terlalu lama mendekam di pit. Di sini ia coba menekan Hamilton saat safety car (SC) masuk pit. Baru di tikungan kedua, Hamilton terlalu melebar. Dengan begitu, Alonso pun dapat mengambil kembali posisi kedua.

Ia kemudian coba menekan Vettel. Apa lacur, pebalap Red Bull mengalami gangguan mesin. Pada lap ke-47, asap tebal mengebul dari belakang dan Vettel berhenti.

Nasib baik dialami Hamilton. Seandainya Nico Rosberg tidak menabrak Webber, mungkin ceritanya akan lain. Saat trek dalam kondisi licin, Rosberg dapat menyalip Hamilton yang saat balapan sempat keluar lintasan meski ia dapat menjinakkan mobil dan masuk ke trek lagi.

Sukses Alonso juga diikuti oleh rekan setimnya, Felipe Massa. Pebalap Brasil ini sudah menunjukkan kehebatannya sejak start. Ia dapat menggeser Jenson Button dan bertahan di posisi ketiga.

Seperti sudah diperkirakan Kompas.com saat sesi latihan bebas, Alonso sangat berpeluang memenangi balapan di sirkuit baru. Ini seperti ketika dia memenangi balapan di Singapura. Yang jelas, balapan di Korea ini menjadi hari yang baik bagi Ferrari.

Weber dan Red Bull kandas
Para pebalap kembali dituntun oleh SC tepat pukul 16.05. Hamilton mengatakan bahwa kondisi lintasan cukup baik dan dia bisa mengembangkan kecepatan. Begitu juga Button, ia menyampaikan lewat radio bahwa situasi agak lebih baik, tetapi tetap basah.

SC terus mengitari lintasan sampai memastikan bahwa tidak ada bagian lintasan yang tergenang air. Sampai 4 lap pertama, belum ada tanda-tanda SC masuk pit.

Bicara soal lintasan basah, Michael Schumacher sempat sliding di tikungan dan mobilnya pun keluar lintasan. Beruntung, ia masih bisa masuk trek. Selanjutnya, hujan turun kembali saat SC mengitari lap ke-9 (atau kelima pasca-restart).
Menurut radar panitia, hujan akan berhenti tiga menit lagi. Sementara itu, SC sudah lap ke-11.

Pada lap ke-17, SC masuk pit dan balapan dimulai. Di luar dugaan, Nico Rosberg (Mercedes) berhasil menyalip Hamilton dan meraih posisi ke keempat. Sementara itu, Felipe Massa melibas Jenson Button.

Baru membalap dua lap, pemimpin klasemen sementara, Webber, keluar tikungan dan terlalu melebar. Bannya memijak tanah sehingga mobil yang ia kendarai melintir masuk trek membentur dinding pembatas. Apesnya, mobil tidak berhenti, tetapi menyebrang dan kemudian dihajar oleh Rosberg.

SC pun kembali masuk lintasan. Formasi pun berubah menjadi Vettel, Alonso, Hamilton, Massa, Button, dan Schumacher.
SC masuk kembali pada lap ke-23. Namun, baru satu lap, bendera kuning kembali berkibar karena ada serpihan di lintasan akibat tabrakan Jarno Trulli (Lotus) dengan Bruno Senna pada lap ke-25.

Michael Schumacher yang semasa jaya dijuluki The Rain Master menunjukkan sisa kebolehannya. Pada lap ke-27, ia dapat menyalip Button di tikungan. Namun, di saat bersamaan, bendera kuning lagi-lagi berkibar (Yamamoto menabrak dinding pembatas akibat melintir). Entah apakah langkah itu sah.

Setelah balapan berjalan lagi, SC pun lagi-lagi kembali masuk trek pada lap ke-32 akibat peristiwa tabrakan Buemi (Toro Rosso) yang melakukan kesalahan di tikungan. Kesempatan itu dimanfaatkan Massa dan Hamilton secara bersamaan untuk mengganti ban. Satu lap kemudian, giliran Vettel dan Alonso bersamaan mengganti ban.

Sayang, di pit, Alonso mendekam cukup lama, 29 detik lebih. Mekanik pengganti ban depan kanan tidak secepat yang depan kiri. Akibatnya, posisi keduanya diambil oleh Hamilton. Namun, SC masuk pit pada lap ke-34.

Walau demikian, kemudian, Alonso berhasil mengambil alih posisi keduanya setelah Hamilton melakukan kesalahan di tikungan kedua. Tampak sekali kalau Hamilton sangat tidak gapai di trek basah.

Balapan terus berlanjut hingga sejumlah lokasi tertentu di trek sudah mulai kering. Di situ, para pebalap coba mengembangkan kecepatan. Namun, apes bagi Petrov (Renault). Di tikungan terakhir, karena terlalu kencang, mobilnya pun tidak membelok akibat kehilangan traksi dan lurus menghantam dinding pembatas. Bendera kuning pun kembali berkibar.
Drama 55 lap di atas lintasan basah itu akhirnya menjadi milik Alonso setelah Vettel harus meminggirkan mobilnya di trek.
Hasil lomba
1. Alonso               Ferrari                            2:48:20.810
2. Hamilton            McLaren-Mercedes             + 14.999
3. Massa                 Ferrari                                + 30.868
4. Schumacher       Mercedes                             + 39.688
5. Kubica               Renault                                + 47.734
6. Liuzzi                 Force India-Mercedes         + 53.571
7. Barrichello        Williams-Cosworth          + 1:09.257
8. Kobayashi          Sauber-Ferrari                  + 1:17.889
9. Heidfeld            Sauber-Ferrari                   + 1:20.107
10. Hulkenberg     Williams-Cosworth             + 1:20.851
11. Alguersuari     Toro Rosso-Ferrari             + 1:24.146
12. Button             McLaren-Mercedes              + 1:29.939
13. Kovalainen      Lotus-Cosworth                        + 1 lap
14. Senna               HRT-Cosworth                        + 2 laps
15. Yamamoto        HRT-Cosworth                       + 2 laps

Fastest lap: Alonso, 1:50.257

Gagal finis
Sutil Force       India-Mercedes 63
Vettel               Red Bull-Renault 62
Petrov              Renault 56
Glock              Virgin-Cosworth 48
Buemi              Toro Rosso-Ferrari 47
Di Grassi          Virgin-Cosworth 42
Trulli                Lotus-Cosworth 42
Webber            Red Bull-Renault 35
Rosberg            Mercedes 35


Peringkat sementara setelah Seri 17
Pebalap                                          Konstruktor
1. Alonso                231                 1. Red Bull-Renault 426
2. Webber               220                 2. McLaren-Mercedes 399
3. Hamilton             210                  3. Ferrari 374
4. Vettel                  206                 4. Mercedes 188
5. Button                 189                 5. Renault 143
6. Massa                 143                 6. Force India-Mercedes 68
7. Kubica                124                 7. Williams-Cosworth 65
8. Rosberg              122                  8. Sauber-Ferrari 43
9. Schumacher          66                  9. Toro Rosso-Ferrari 11
10. Barrichello         47
11. Sutil                   47
12. Kobayashi          31
13. Liuzzi                 21
14. Petrov                19
15. Hulkenberg        18
16. Buemi                  8
17. De la Rosa          6
18. Heidfeld             6
19. Alguersuari        3

Sumber : Kompas.com - Penulis: SBT   
Foto : AFP/JUNG YEON-JE

Start F1 Korea Ditunda akibat Hujan


YEONGAM— Balapan F1 Korea Selatan yang semula dilepas pukul 15.00 waktu setempat (pukul 13.00 WIB) ditunda akibat guyuran hujan cukup lebat. Beberapa bagian trek Yeongam yang panjangnya 5,612 km itu tergenang air.

Pebalap McLaren, Jenson Button, mengabarkan lewat radio bahwa ketika melintas di trek untuk melakukan start dengan cara rolling dan dipandu safety car (SC), dia tak dapat melihat ban depannya. "Bahkan, tikungan ketiga banyak air," kata Webber.

Setelah dipandu SC sebanyak tiga lap, akhirnya para pebalap kembali ke formasi semula dan berhenti di garis start. Ada pebalap yang keluar dari kokpit dan menuju pit.
Balapan ditunda sampai pukul 15.45 atau bahkan bisa lebih, tergantung kondisi cuaca. Padahal, di sekitar sirkuit, matahari terbenam pukul 17.45.

Sumber : Kompas.com-Penulis: SBT
Foto : AFP JUNG YEON-JE

Red Bull Start 1-2, Vettel Tercepat di Yeongam


YEONGAM - GP F1 Korea untuk pertama kali yang digelar Minggu (24/10/2010) menempatkan Sebastian Vettel start paling depan. Pebalap Red Bull Racing tersebut dalam sesi kualifikasi yang digelar di sirkuit Yeongam, Sabtu (23/10/2010) mencatat waktu terbaik 1 menit 35,585 detik.

Waktu tercepat tersebut diraih pebalap Jerman dalam masa injury time. Kini dirinya berpeluang untuk menambah 25 angka penuh pada balapan besok. Asalkan, tidak melakukan start yang buruk dan tidak mendapat tim order dari tim untuk memuluskan peluang rekan setimnya, Mark Webber.

Apalagi Webber start berada di sebelahnya setelah mencatat waktu terbaik 1:35,659 detik. Pemimpin klasemen sementara ini, di Yeongman tampil menggunakan mesin baru. Kemudian, beberapa kali ia melakukan start yang baik.

Seandainya keduanya melakukan start yang kurang sempurna, bukan tidak mungkin Fernando Alonso yang berada di urutan ketiga melesat ke depan. Hanya, di seri ke-17 ini pebalap Spanyol tersebut tak mungkin akan tampil habis-habis. Masalahnya, mobilnya menggunakan mesin lama dan sudah tidak punya yang baru karena sudah habis terpakai semua.

Kualifikasi 1 (Q1)
Disaksikan sekitar 60.000-an penonton dan kondisi cuaca trek 28 derajat celcius, jelas lumayan dingin buat pebalap. Yang dikahwatirkan para pebalap, terutama untuk papan atas, adanya traffic akan mengganggu jalannya sesi kualifikasi.

Catatan waktu tercepat pertama diukir Heikki Kovalainen dengan 1:45,450 pada menit ketiga. Saat itu, Fernando Alonso masuk lintasan menggunakan ban komponje keras. Alguersuari (Toro Rosso) dapat mempertajamnya menjadi 1:41,270, tapi hanya bertahan sekian detik karena dipatahkan Michael Schumacher (Mercedes) jadi 1:40,557 detik.

Masuk menit kedelapan, duo Red Bull (Vettel dan Webber) masuk lintasan dan saat bersamaan Nico Hulkenberg (Williams) mengukir waktu tercepat 1:38,561 detik. Sementara Alonso berada di urutan ke-10.

Hamilton dengan ban kompon keras menjadi tercepat dengan 1:37,395 detik, Massa membayang di belakangnya. Vettel pun pakai ban kompon keras pada menit ke-13 dan mencapai hasil terbaik dengan 1:37,123 tapi belum mampu menggeser Hamilton paling depan dengan 1:37,113 detik.

Q2
Sesi ini Kubica dan Alonso pakai ban kompon keras, sedang Massa dan Hulkenberg kompon lunak. Vettel membuka sebagai tercepat dengan 1:37,224, tapi satu menit kemudian dipertajam Alonso 0,118 detik dan Vettel kembali merebutnya setelah mengukir 1:36,895 detik.

Red Bull RB6 mulai unjuk kekuatan dengan Vettel terdepan dan diikuti rekan setimnya Webber, ddikuti Alonso, Massa, Hamilton dan Rosberg. Kubica yang terus mengandalkan ban kompon keras, pada menit-menit terakhir beralih ke kompon lunak yang diikuti oleh Alonso.

Hasilnya, Alonso tercepat dengan 1:36,278 detik. Button pun segera mengganti ban kompon lunak. kejutan dibuat Massa dengan kompon lunak dapat melampuai waktu Alonso dengan 1:36,169 detik, hanya bertahan sekian detik setelah dilibas Vettel dengan 1:36,039 detik dan catatan waktu yang sama (1:36,039) juga diukir rekan Vettel, Webber.

Q3:Hamilton oversteer
Para pebalap papan atas masih bertahan dalam kelompok 10 besar dari tim Ferrari, McLaren, Red Bull, Renault, Mercedes. Di menit-menit awal, hampir seluruh pebalap (10 orang) memilih ban kompon lunak.

Alonso mengembangkan kecepatan maksimum dan berhasil mematahkan waktu terbaik Hamilton yang 1:36,167 detik jadi 1:35,927 detik. Sementara Vettel membayang dengan 1:36,000 detik.

Hamilton coba tampil lebih baik, tapi di lintasan di belakang pit mengalami oversteer dan mobil masuk ke rumput. Webber terus berjuang untuk bisa start paling depan karena menduduki urutan keenam.
Hasil kualifikasi
1.Sebastian Vettel            Germany          Red Bull-Renault        1:35.585
2.Mark Webber               Australia          Red Bull-Renault        1:35.659
3.Fernando Alonso          Spain               Ferrari                         1:35.766
4.Lewis Hamilton           Britain             McLaren-Mercedes      1:36.062
5.Nico Rosberg              Germany          Mercedes GP               1:36.535
6.Felipe Massa               Brazil               Ferrari                        1:36.571
7.Jenson Button               Britain             McLaren-Mercedes     1:36.731
8.Robert Kubica             Poland              Renault                        1:36.824
9.Michael Schumacher   Germany           Mercedes GP              1:36.950
10.Rubens Barrichello   Brazil                Williams-Cosworth    1:36.998
11.Nico Hulkenberg       Germany           Williams-Cosworth    1:37.620
12.Kamui Kobayashi     Japan                  BMW  Sauber-Ferrari 1:37.643
13.Nick Heidfeld          Germany             BMW Sauber-Ferrari 1:37.715
14.Adrian Sutil             Germany             Force India-Mercedes 1:37.783
15.Vitaly Petrov            Russia                Renault                        1:37.799
16.Jaime Alguersuari     Spain                Toro Rosso-Ferrari     1:37.853
17.Sebastien Buemi      Switzerland       Toro Rosso-Ferrari      1:38.594
18.Vitantonio Liuzzi     Italy                    Force India-Mercedes 1:38.955
19.Jarno Trulli             Italy                     Lotus-Cosworth          1:40.521
20.Timo Glock             Germany            Virgin-Cosworth          1:40.748
21.Heikki Kovalainen  Finland               Lotus-Cosworth           1:41.768
22.Lucas di Grassi       Brazil                Virgin-Cosworth           1:42.325
23.Sakon Yamamoto    Japan                 HRT-Cosworth             1:42.444
24.Bruno Senna            Brazil               HRT-Cosworth              1:43.283

Sumber : Kompas.com-SBT
Foto : AFP/JUNG YEON-JE

Latihan 3 GP Korea - Kubica Kalahkan Hamilton dan Alonso


YEONGAM - Robert Kubica membuat kejutan pada latihan terakhir GP Korea, Sabtu (23/10/10). Pebalap Renault ini mempecundangi pebalap McLaren dan Ferrari, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, yang berada di belakangnya.

Dalam latihan yang masih juga diwarnai oleh kondisi trek yang berdebu dan licin tersebut, Kubica mencatat waktu 1 menit 37,354 detik. Dia disusul Hamilton yang menorehkan waktu 1 menit 39,705 detik, serta Alonso, dengan 1 menit 40,795 detik.

Pada awal sesi, duet Toro Rosso, Jaime Alguersuari dan Sebastian Buemi, serta duo Force India, Adrian Sutil dan Vitantonio Liuzzi, yang berada di puncak. Tetapi kemudian, Alonso menggesernya, dan tak lama berselang rekan setim Hamilton, Jenson Button, juga menyodok dengan catatan waktu yang hanya terpaut 0,001 detik dari Alonso.

Ketika waktu latihan tersisa 10 menit, hampir semua pebalap sudah "menghabiskan" ban keras yang dipakai, sehingga mereka kembali ke pit untuk menggantinya. Tampaknya, Hamilton dan Alonso yang akan menduduki posisi atas.

Namun pada akhirnya, Kubica membuat kejutan. Dia menorehkan waktu lap yang paling bagus, sehingga langsung menyodok ke posisi puncak, di depan Hamilton, Alonso dan pebalap Red Bull Racing, Mark Webber.

Rosberg, yang sempat selama satu menit berada di peringkat dua, tergeser ke urutan lima. Pebalap Mercedes GP tersebut berada di depan pebalap Ferrari Felipe Massa, Button, Nico Hulkenberg (Williams) dan Michael Schumacher (Mercedes GP). Sutil melengkapi komposisi 10 besar latihan terakhir ini.

- Hasil latihan 3 GP Korea, Sabtu (23/10/10):

1. Robert Kubica Poland Renault-Renault 1m 37.354s
2. Lewis Hamilton Britain McLaren-Mercedes 1m 37.402s
3. Fernando Alonso Spain Ferrari-Ferrari 1m 37.426s
4. Mark Webber Australia Red Bull-Renault 1m 37.441s
5. Nico Rosberg Germany Mercedes-Mercedes 1m 37.629s
6. Felipe Massa Brazil Ferrari-Ferrari 1m 37.955s
7. Jenson Button Britain McLaren-Mercedes 1m 38.419s
8. Nico Hulkenberg Germany Williams-Cosworth 1m 38.501s
9. Michael Schumacher Germany Mercedes-Mercedes 1m 38.630s
10. Adrian Sutil Germany Force India-Mercedes 1m 38.632s
11. Vitaly Petrov Russia Renault-Renault 1m 38.668s
12. Rubens Barrichello Brazil Williams-Cosworth 1m 38.733s
13. Sebastien Buemi Switzerland Toro Rosso-Ferrari 1m 39.058s
14. Kamui Kobayashi Japan BMW Sauber-Ferrari 1m 39.145s
15. Jaime Alguersuari Spain Toro Rosso-Ferrari 1m 39.159s
16. Sebastian Vettel Germany Red Bull-Renault 1m 39.780s
17. Nick Heidfeld Germany BMW Sauber-Ferrari 1m 40.289s
18. Vitantonio Liuzzi Italy Force India-Mercedes 1m 41.591s
19. Jarno Trulli Italy Lotus-Cosworth 1m 41.623s
20. Timo Glock Germany Virgin-Cosworth 1m 41.853s
21. Heikki Kovalainen Finland Lotus-Cosworth 1m 42.095s
22. Lucas di Grassi Brazil Virgin-Cosworth 1m 43.111s
23. Bruno Senna Brazil HRT-Cosworth 1m 43.417s
24. Sakon Yamamoto Japan HRT-Cosworth 1m 43.880s

Sumber : Kompas.com-Aloysius Gonsaga AE   
Foto : AFP/FRED DUFOUR