Balapan di Sirkuit Yeongam, Korea, Minggu (24/10/10) berakhir sangat dramatis sekaligus tragis. Dramatis karena pebalap Ferrari, Fernando Alonso, berhasil menjadi pemenang dalam balapan yang sulit, sedangkan tragis bagi duo Red Bull Racing, Sebastian Vettel dan Mark Webber, yang tidak bisa finis karena mengalami kendala pada mobil mereka.
Hasil dari balapan di sirkuit baru tersebut, membuat Alonso kini memuncaki klasemen sementara. Juara 2005 dan 2006 itu mengambilalih posisi Webber, yang harus menerima kenyataan turun satu strip, disusul pebalap McLaren Lewis Hamilton dan Vettel.
Secara matematis, ada lima pebalap yang berpeluang menyandang predikat juara dunia 2010. Akan tetapi, pebalap McLaren Jenson Button sudah hampir pasti terlempar dari persaingan, karena pebalap Inggris ini membutuhkan sebuah keajaiban untuk bisa mempertahankan gelar.
Ya, Button kini berada di urutan lima dengan total 189 poin. Bandingkan dengan Alonso yang mengumpulkan 231 angka. Dengan selisih 42, dan poin maksimal yang diperebutkan hanya tersisa 50, maka Button harus memenangkan dua balapan terakhir di Brasil dan Abu Dhabi, sambil berharap empat rivalnya di atas tidak pernah meraih poin.
Alonso berada dalam situasi yang paling menguntungkan, karena unggul 11 poin atas Webber, dan memiliki jarak 21 dari Hamilton. Jika pebalap Spanyol ini juara di Interlagos, Brasil, 7 November mendatang, sedangkan para rivalnya gagal lagi, maka dia bakal meraih gelar ketiga sepanjang kariernya.
Namun Alonso tak mau berandai-andai. Mantan pebalap Renault dan McLaren ini menepis perhitungan tersebut. Tim Ferrari juga sepakat dengan Alonso, dan mereka yakin, perburuan gelar juara dunia akan tetap sengit hingga seri terakhir di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, 14 November.
"Saya tidak berpikir (kemenangan di Brasil sudah cukup) demikian," ujar bos Ferrari Stefano Domenicali. "Tentu saja saya senang jika demikian, tetapi saya tidak berpikir begitu. Sekarang adalah waktunya untuk tetap rendah hati dan siap untuk menghadapi balapan selanjutnya. Kami harus tetap konsentrasi sehingga akhir musim."
Senada dengan pernyataan Domenicali, menurut bos Red Bull Christian Horner, gelar juara dunia baru akan terlihat pada seri terakhir.
"Kompetisi ini, saya yakin, akan berlangsung hingga akhir di Abu Dhabi," ujar Horner kepada Reuters. "Masih ada satu balapan lagi antara Sebastian di peringkat empat dan Alonso di puncak, dan berapa kali kita telah melihat berlangsungnya kompetisi tahun ini? Sulit untuk memprediksi apa yang terjadi di Brasil dan Abu Dhabi."
Nada optimistis juga muncul dari kubu McLaren, meskipun bos Martin Whitmarsh mengakui bahwa peluang Hamilton tak selebar Alonso dan Webber. Hanya saja, mereka tetap menaruh harapan Hamilton bisa meraih hasil gemilang seperti ketika secara dramatis menyabet gelar juara dunia 2008, di mana pebalap Inggris tersebut baru tahu dirinya jadi juara baru setelah memasuki tikungan terakhir di lap terakhir, pada seri pamungkas di Interlagos.
"Brasil adalah sirkuit yang hebat dan selalu menghasilkan balapan yang seru. Tetapi ada persoalan kecil sekarang, karena juara dunia baru bisa dipastikan ketika balapan berlangsung di Abu Dhabi."
Memang, balapan di Sirkuit Yeongam kemarin, diwarnai beberapa peristiwa dramatis. Setelah start sempat tertunda akibat hujan deras, lintasan juga sangat licin (saat kering maupun basah).
Red Bull yang mengalami nasib paling buruk di sirkuit ini, karena untuk pertama kalinya pada musim 2010, tim "Banteng" tersebut gagal meraih poin--meskipun mereka tetap memimpin klasemen konstruktor. Setelah Webber meninggalkan balapan, giliran Vettel yang tersingkir karena kendala pada mobilnya. Padahal, pebalap Jerman ini sedang memimpin jalannya duel.
Sumber : Kompas.com - Penulis: Aloysius Gonsaga AE
Foto : AFP/PETER PARKS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar