Pages

Jumat, 25 Februari 2011

Rossi Jangan Dicoret Dulu

Sepang - Valentino Rossi gagal menunjukkan performa meyakinkan di sesi ujicoba Sepang. Meski tercecer dibanding pesaing-pesaing utamanya, itu tak berarti The Doctor bisa langsung dipinggirkan.

Saat pembalap-pembalap Honda menunjukkan taji dengan tampil sebagai yang tercepat, Rossi masih tampil di bawah performa terbaiknya. Setelah cuma jadi pembalap tercepat kesembilan dan kemudian absen di hari kedua, Rossi di hari ketiga turun ke urutan 11.

Catatan waktu pembalap Ducati itu juga terpaut jauh dari Casey Stoner yang bersama Honda tampil dominan. Selisih waktu antara keduanya di dua sesi tes yang diikuti Rossi mencapai satu detik lebih.

Meski sejauh ini belum meyakinkan, itu bukan berarti Rossi akan kehilangan daya kompetitifnya. Pemilik tujuh gelar juara dunia di kelas primer tersebut diyakini tetap akan jadi musuh yang harus dikalahkan saat seri pertama musim 2011 digelar di Losail 20 Maret mendatang.

"Saya menunggu perkembangan pesat dari Valentino di balapan. Dari Sabtu ke Minggu, bahkan saat motornya mungkin sama, dia selalu bisa menemukan sesuatu saat balapan, jadi segalanya masih mungkin buat dia," sahut Dani Pedrosa di MCN.

"Tes musim dingin lebih baik dibanding tahun lalu, tapi saya pikir kami harus mengharapkan kalau semua pembalap akan terus berkembang dan kami harus menjaga kaki kami tetap di bumi dan berjalan sesuai rencana. Siapapun bisa membuat kejutan dan kami harus tetap menginjak tanah," tuntas Pedrosa
 
Sumber : Doni Wahyudi - detiksport
foto : Getty Images

Rossi Tak Puas dengan Hasil Tes di Sepang

Valentino Rossi mengaku tidak puas dengan hasil tes MotoGP yang dia raih di Sepang. Pembalap Ducati itu memaparkan alasan mengapa hasil tes tak sesuai ekspektasi. Apa saja?

Valentino Rossi mengaku tidak puas dengan hasil tes yang dia dapatkan di Sepang. Dari tiga hari, VR46 mengikuti hari pertama dan ketiga saja. Sementara di hari kedua ia tidak ikut karena masih bermasalah dengan kondisi badannya.

Di hari pertama rider Italia tersebut menempati urutan sembilan, sedang hari ketiga Rossi ada di posisi ke-11.

"Merupakan sebuah hal yang tak menguntungkan karena hanya tmapil di dua dari tiga hari tes, karena hal itu lantas membuat kami terburu-buru pada akhirnya dan mencoba banyak hal dalam waktu singkat demi bisa mendapatkan banyak data semampu kami," ujar Rossi di situs resmi MotoGP.

"Kami tidak bisa puas dengan hasil tes ini karena kami gagal mencapai sasaran yakni posisi enam besar dan khususnya untuk memangkas jarak dari pembalap terdepan. Kami malah 1,8 detik lebih lambat dan kami juga masih kurang dalam aspek ritme," tandasnya.

Untuk soal ban hard dan juga piranti elektronik, Rossi menilai tidak ada masalah. Namun pembalap kelahiran 16 Februari 1979 itu mengatakan ada sejumlah problem yang membuatnya gagal memetik hasil sesuai harapan.

"Saya masih belum yakin tentang set-up chassis. Kami berusaha keras melakukannya namun masih belum berhasil. Saya memang bisa mengerem dengan keras, namun saya masih menghadapi masalah di mid-corner," ujar Rossi.

Rossi juga mengatakan bahwa karakter sirkuit Sepang yang tak sesuai dengan Ducati. "Sirkuit ini memang secara tradisi bukan merupakan favorit untuk Ducati. Tes berikutnya digelar di Qatar di mana sirkuitnya berbeda. Jadi kita lihat nanti apakah kami bisa lebih cepat lagi di sana," ujarnya.

"Memang akan ada beberapa solusi untuk masalah ini di waktu mendatang, namun sekarang saya masih belum bisa mengonfirmasi apa solusi itu," tutup The Doctor.

Sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
foto : Getty Images

Stoner & Pedrosa Torehkan Rekor Baru di Sepang

Sepang - Honda tak hanya mendominasi sesi tes di Sepang. Dua pembalapnya Casey Stoner dan Dani Pedrosa juga berhasil mencatatkan rekor baru untuk waktu tercepat di sirkuit ini.

Honda merajai tiga hari tes yang berlangsung di Sepang. Di tes terakhir yang berlangsung Kamis (24/2/2011) sore waktu setempat, duo Honda Stoner dan Pedrosa menempati urutan 1-2. Catatan waktu tercepat yang dibuat kedua rider itu adalah di bawah dua menit.

Dikutip dari situs www.malaysiangp.com.my catatan Stoner-Pedrosa merupakan rekor baru. "Setelah 12 tahun dan puluhan ribu laps, catatan waktu MotoGP di sirkuit Sepang yakni dua menit telah dipecahkan pada hari ini saat pembalap Australia Casey Stoner menjadi pembalap pertama yang bisa mencatat waktu di bawah dua menit. Pencapaian itu dibuat di hari terakhir tes MotoGP di Sepang tahun ini."

"Beberapa menit berselang, Stoner bergabung dengan rekan satu tim-nya Dani Pedrosa, yang juga mencatat waktu di bawah dua menit di lap ketiga yang dia lakoni."

Stoner sendiri mengatakan bahwa dirinya semakin nyaman dengan motor tunggagannya. Hasil positif di Malaysia membuat juara dunia 2007 itu tidak sabar untuk melakoni seri pembuka.

"Tes di sini benar-benar produktif bagi kami. Kami mendapatkan sejumlah informasi penting. Saya juga merasa lebih dan lebih nyaman dengan motor dan saya tak bisa menunggu lagi untuk pergi ke Qatar melakoni balapan perdana," ujar Stoner dikutip dari BBC.

Sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
foto : Getty Images

Selasa, 22 Februari 2011

Tes Terakhir F1 Pindah dari Bahrain ke Barcelona

Barcelona - Pembatalan GP Bahrain dibarengi dengan urungnya dihelat sesi ujicoba di sana. Tim-tim F1 lantas bersepakat memilih Barcelona sebagai lokasi pengganti, dengan sedikit penyesuaian tanggal.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak penyelenggara Bahrain telah memastikan pembatalan gelaran balapan di negara tersebut. Sejatinya GP Bahrain akan menjadi seri pembuka musim.

Dengan batalnya balapan, sesi ujicoba F1 yang mestinya dilakukan di Bahrain pada 3-6 Maret depan pun ikut urung dilaksanakan. Barcelona dipilih sebagai penggati, di mana sesi itu akan dihelat pada 8-11 Maret.

Diwartakan Reuters, tim-tim F1 sudah menyetujui perubahan tersebut, sebagaimana diterangkan oleh Chairman Williams Adam Parr.

Secara terpisah, Tim Prinsipal Red Bull Christian Hoerner juga menyatakan kepada Reuters bahwa tim-tim sudah pasti akan menjalani ujicoba terakhir sebelum musim bergulir di Barcelona.

Pilihan dijatuhkan ke Barcelona karena tim-tim membutuhkan keputusan yang cepat. Maka atas alasan kepraktisan, Barcelona dipilih karena tim-tim F1 pun baru saja menuntaskan sesi tes di sana.

"Selalu menjadi niat Williams untuk berkontribusi secara positif buat negara-negara di mana kami berkompetisi dan kami mendukung penuh keputusan Pangeran Bahrain untuk membatalkan tes dan GP Bahrain," kata Parr di ESPN Live.

"Kini kami menantikan seri perdana di Melbourne dan kembali ke Bahrain saat waktunya sudah tepat," lanjut Parr mengomentari situasi.
 
Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Sirkuit Barcelona (Getty Images)

GP Bahrain Akhirnya Batal Digelar

Manama - Balapan perdana F1 musim 2011 di Bahrain akhirnya dibatalkan. Kepastian itu dilontarkan oleh juru bicara penyelenggara GP Bahrain, mengakhiri spekulasi yang berkembang selama ini.

Sejatinya Bahrain akan membuka musim balapan 'Jet Darat' pada tanggal 13 Maret mendatang. Sebelumnya, para pembalap juga akan melakukan sesi ujicoba resmi terakhir pada tanggal 3-6 Maret depan.

Akan tetapi, nasib balapan menjadi tanda tanya seiring dengan tidak stabilnya keamanan di Bahrain, dengan adanya unjuk rasa melawan pemerintah, kendati belakangan upaya dialog telah dilakukan.

Menyikapi hal tersebut, bos F1 Bernie Ecclestone menyerahkan keputusan akhir mengenai jadi-tidaknya balapan kepada tuan rumah yakni pihak Kerajaan Bahrain. Pada akhirnya balapan GP Bahrain benar-benar urung dilaksanakan.

"Hari ini Sirkuit Internasional Bahrain mengumumkan bahwa Kerajaan Bahrain batal menjadi tuan rumah balapan F1 tahun ini, sehingga negara ini bisa lebih memfokuskan diri kepada proses dialog nasional," terang juru bicara penyelenggara GP Bahrain seperti dikutip Reuters.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

Tes MotoGP Sepang - Honda Rajai Hari Pertama, Stoner Tercepat

Sepang - Honda Respol menguasai tes MotoGP kedua di Sirkuit Sepang pada hari pertama. Dua pembalapnya menduduki posisi terdepan dengan Casey Stoner tampil sebagai yang tercepat.

Seperti dikutip Crash, dalam sesi ujicoba yang berakhir Selasa (22/2/2011) petang WIB, Stoner menjadi yang tercepat setelah berhasil mencatatkan waktu 2 menit 0,987 detik dengan melahap 53 lap.

Tercepat kedua adalah Dani Pedrosa yang melahap 46 lap dengan 2 menit 1,360 detik berada di depan sang juara bertahan Jorge Lorenzo. Pembalap Yamaha ini mencetak 2 menit 1,468 detik dengan melalui 50 lap.

Posisi keempat dan kelima diisi oleh Colin Edwards dengan 2 menit 1,654 detik dan Andrea Dovizioso dengan waktu 2 menit 1, 747 detik.

Hasil kurang memuaskan diterima Valentino Rossi yang menunggangi Ducati. Rossi harus puas duduk di urutan sembilan usai hanya mampu mencatatkan waktu terbaiknya 2 menit 1,999 detik dan melalui 53 putaran.

Gelaran ujicoba ini adalah tes resmi MotoGP 2011 yang kedua. Tes motor selanjutnya akan digelar besok (23/2) waktu setempat.

Hasil lengkap tes MotoGP II di Sirkuit Sepang hari pertama:

1. Casey Stoner AUS Repsol Honda Team 2m 0.987s (53)
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team 2m 1.360s (46)
3. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 2m 1.468s (50)
4. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 2m 1.654s (42)
5. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 2m 1.747s (54)
6. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 2m 1.808s (47)
7. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 2m 1.939s (73)
8. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 2m 1.996s (49)
9. Valentino Rossi ITA Ducati Team 2m 1.999s (53)
10. Alvaro Bautista ESP Rizla Suzuki MotoGP 2m 2.224s (48)
11. Hector Barbera ESP Aspar Team 2m 2.645s (54)
12. Nicky Hayden USA Ducati Team 2m 2.680s (60)
13. Toni Elias ESP LCR Honda MotoGP 2m 2.779s (63)
14. Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team 2m 2.920s (44)
15. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 2m 2.936s (36)
16. Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team 2m 3.082s (58)
17. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 2m 3.167s (46)
18. Bike #T1 JPN Yamaha Test Rider 2m 3.676s (46)
19. Nobuatsu Aoki JPN Suzuki Test Rider 2m 4.639s (57)
20. Bike #T2 JPN Yamaha test Rider 2m 4.958s (29)

Sumber : Okdwitya Karina Sari - detiksport
foto : Getty Images

Yamaha Sudah Lebih Segar Sepeninggal Rossi

Sepang - Kerjasama Valentino Rossi dengan Yamaha sudah berbuah banyak sukses. Tapi itu kisah masa lalu. Kini tanpa Rossi, Yamaha diakui sudah jadi lebih segar dalam menapaki era baru.

Setelah tujuh tahun penuh kesuksesan, Rossi beranjak dari Yamaha untuk bergabung dengan Ducati akhir musim lalu. Kini Ben Spies, yang dipromosikan dari tim satelit Tech 3, menggantikan posisi Rossi di sisi Jorge Lorenzo.

"Tentu saja kami punya era luar biasa selama tujuh tahun dengan Vale bersama kami. Kini kami menju era baru," ujar bos tim Yamaha Lin Jarvis di Autosport.

"Seluruh tim sudah lebih segar dan terorganisir. Kami punya Maio Meregalli, yang bergabung dari World Superbike, sebagai direktur tim dan kami punya Wilco Zeleenberg yang tetap bersama kami untuk musim keduanya sehingga kami punya manajemen tim yang tangguh," lanjut Jarvis.

Kepindahan Rossi itu sendiri dilakukannya dengan membawa serta seluruh krunya ke Ducati. Sebaliknya, Spies memboyong tim mekaniknya sendiri. Walhasil, Yamaha pun akan jadi berbeda musim depan.

"Walau tim Ben Spies lebih baru, kebanyakan dari mereka sudah bekerja dengan Ben sepanjang tahun dan beberapa dari mereka bekerja dengan Yamaha tahun lalu, jadi di garasi Ben akan ada sedikit pengaturan saja."

"Di garasi Jorge tidak ada perubahan. Mereka bilang Anda tidak boleh mengubah tim pemenang, jadi kami tidak mengubah apa-apa," papar Jarvis.

"Saya pikir kami dalam kondisi bagus dan saya bisa melihat tim bisa lebih bekerja sebagai satu unit tahun ini," lugasnya.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

Stoner, Pedrosa dan Dovizioso ke Jakarta 25 Februari

Trio pembalap Honda di ajang MotoGP, Casey Stoner, Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso, dipastikan menyambangi penggemarnya di Jakarta minggu ini, tepatnya pada Jumat 25 Februari.

Hal itu dikonfirmasi produsen motor Honda di Indonesia, PT Astra Honda Motor(AHM), yang akan menggelar jumpa pers bersama ketiga pembalap itu di Jakarta pada hari tersebut.

Pada keesokan harinya Stoner, Pedrosa dan Dovizioso rencananya juga dibawa ke sirkuit Sentul untuk bertemu fansnya, sekaligus mengikuti peluncuran produk terbaru motor Honda, yakni CBR 250.

Mereka akan singgah ke Jakarta dari Malaysia, di mana mulai besok sampai Kamis para pembalap MotoGP akan melakukan tes resmi pramusim di sirkuit Sepang.
 
Dadan Kuswaraharja - detiksport
foto : Casey Stoner (AFP/Saeed Khan)

Selasa, 15 Februari 2011

Untuk Kendarai Ferrari, Vettel Rela 'Bayar' Alonso

Milan - Sebastian Vettel mengungkap impiannya membalap untuk tim F1 Ferrari. Seraya bercanda, ia juga mengaku siap membayar Fernando Alonso, driver Ferrari, agar bisa menggantikan posisinya.

Rumor yang melibatkan Vettel dengan Ferrari sebelum ini sudah ramai berhembus, apalagi kontrak si pembalap akan habis di akhir tahun kendati ada opsi untuk memperpanjangnya sampai 2012.

Vettel dan timnya, Red Bull, telah berusaha meredam spekulasi mengenai masa depan pembalapnya itu. Tetapi ketika bicara kepada pers Italia, si pembalap Jerman malah mengakui kekagumannya terhadap Ferrari.

"Suatu hari aku ingin berada di podium di Monza bersama Ferrari. Suatu hari aku berharap bisa bersama tim dari Maranello. Tapi aku senang tetap bersama Red Bull dan bahkan saat ini sudah banyak orang Itlaia yang mendukungku," tutur Vettel kepada Libero yang dikutip ESPN F1.

Kepada La Gazzetta dello Sport, Vettel juga menuturkan harapan serupa. Ia bahkan berseloroh saat ditanyakan siapa yang ingin ia gantikan seandainya tidak membalap untuk Red Bull.

"Aku senang di Red Bull tapi aku memimpikan Ferrari."

"Aku akan membayar liburan setahun buat Alonso agar bisa mengendarai mobil merahnya," canda Vettel.
sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

Kondisi Kubica Kian Baik

Roma - Kabar bahwa kondisi Robert Kubica memburuk ditepis oleh dokter yang merawatnya. Meski masih harus dirawat di ICU hingga dua hari lagi, kondisi pembalap Renault itu kian baik.

Kubica menderita luka-luka parah usai mengalami kecelakaan di Reli Andora di Italia pekan lalu. Setelah melakoni dua operasi yang berlangsung berjam-jam, kondisi Kubica dilaporkan positif.

"Kondisi Robert Kubica secara umum bagus," ungkap dokter perawat Kubica yang tidak disebutkan namanya seperti yang dikutip The F1 Times, Selasa (15/2/2011) dinihari WIB.

" Dia masih akan dirawat di perawatan intensif dalam dua hari lagi untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh dan menghindari pergantian bangsal perawatan sebelum operasi terakhir," papar sang dokter.

Kubica masih harus menjalani operasi terakhir pada Rabu (16/2). Untuk menghadapinya, pembalap Polandia itu masih harus mendapat pengawasan tim medis.


sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : AFP/Javier Soriano

Alonso: Overtaking Tetap Sulit

Maranello - Sejumlah aturan baru diperkenalkan di kompetisi Formula 1 dengan tujuan memperbanyak aksi salip menyalip di lintasan. Namun menurut Fernando Alonso, overtaking akan tetap sulit di 2011.

Aturan-aturan baru tersebut, salah satunya pengenalan sayap belakang yang bisa digerakkan, dibuat demi ambisi memuluskan overtaking di lintasan. Pembalap diizinkan menggunakan sayap belakang tersebut di zona 600 meter di ujung lintasan lurus utama trek, dengan syarat jarak mereka dengan pembalap di depannya maksimal satu detik.

Meski demikian, Alonso yakin bahwa aturan sayap belakang tersebut tak akan menjamin pembalap lebih mudah menyalip pembalap di depan. Pasalnya, daya saing mobil yang akan disalip sangat berpengaruh.

"Jika mobil di depan Anda melaju hanya sepersepuluh lebih lambat daripada Anda, maka sayap bergerak tidak cukup," ujar pembalap Ferrari ini kepada La Gazzetta dello Sport.

"Itu akan berguna untuk menyalip mobil yang satu atau dua detik lebih lambat. Overtaking di antara para pembalap terdepan akan tetap sulit di 2011," imbuh juara dunia 2005 dan 2006 ini.

Komentar serupa dilontarkan oleh direktur teknis Williams, Sam Michael.

"Saya tak berpikir itu (jarak 600 meter) akan sangat efektif. Itu harus lebih panjang," cetus Michael.

sumber : Meylan Fredy Ismawan - detiksport
foto : Getty Images/Jorge Guerrero

Barrichello Tercepat di Hari Terakhir

Jerez - Berakhir sudah tes F1 di Sirkuit Jerez. Adalah pembalap Williams Rubens Barrichello yang berhasil menjadi yang tercepat dalam ujicoba di hari terakhir.

Dalam tes yang berakhir Minggu (13/2/2011) malam WIB, Barrichello mencatatkan waktu terbaik dengan 1 menit 19,832 detik dan melahap 102 lap.

Kamui Kobayashi membuntuti di belakangnya usai melewati 86 putaran dengan waktu lap tercepat 1 menit 20,601 detik. Fernando Alonso cukup konsisten dan kini ada di urutan ketiga dengan 1 menit 21, 213 detik dan 115 lap, jumlah yang terbanyak di sesi ujicoba kali ini.

Sang juara bertahan harus puas berada di urutan delapan dengan catatan waktu 1 menit 22,222 detik dan menempuh sebanyak 90 lap. Diikuti driver McLaren yang ada di urutan di bawahnya usai mencetak waktu 1 menit 22,278 detik dengan jumlah lap 70.


Hasil tes hari keempat di Jerez:


Pos  Driver              Car                   Time       Gap       Laps
 1.  Rubens Barrichello  Williams-Cosworth     1m19.832s            103
 2.  Kamui Kobayashi     Sauber-Ferrari        1m20.601s  + 0.769s  86
 3.  Fernando Alonso     Ferrari               1m21.074s  + 1.242s  115
 4.  Sebastien Buemi     Toro Rosso-Ferrari    1m21.213s  + 1.381s  90
 5.  Bruno Senna         Renault               1m21.400s  + 1.568s  68
 6.  Heikki Kovalainen   Lotus-Renault         1m21.632s  + 1.800s  43
 7.  Nico Rosberg        Mercedes              1m22.103s  + 2.271s  45
 8.  Sebastian Vettel    Red Bull-Renault      1m22.222s  + 2.39 s  90
 9.  Jenson Button       McLaren-Mercedes      1m22.278s  + 2.446s  70
10.  Jerome D'Ambrosio   Virgin-Cosworth       1m22.985s  + 3.153s  45
11.  Paul di Resta       Force India-Mercedes  1m23.111s  + 3.279s  99

sumber : Okdwitya Karina Sari - detiksport
foto : Getty Images

Heidfeld Terdepan Gantikan Kubica

Jerez - Kubu Renault belum memutuskan siapa yang akan mengisi kokpit milik Robert Kubica di musim 2011. Namun dengan performa mantap yang sudah ditunjukkan Nick Heidfeld, dia kini berada di pole position.

Heidfeld tampil menawan saat melakoni laga ujicoba pra musim pertamanya di Jerez bersama Lotus Renault, Sabtu (12/1/2011) kemarin. Mantan pembalap BMW Sauber tersebut tampil sebagai yang tercepat dengan mengalahkan Fernando Alonso, Michael Schumacher dan Lewis Hamilton.

Peluang Heidfeld mengisi kekosongan yang ditinggalkan Kubica terbuka makin lebar mengingat saat ini dia tak punya tim setelah tak lagi membela Sauber musim lalu. Pembalap 33 tahun itu juga punya pengalaman yang memang dituntut Renault dari pembalap yang ingin menjadi pengganti Kubica.

"Nick berada di sini untuk dievaluasi. Setelah kami selesai memberikan penilaian padanya, jika kami senang dengan Nick, maka kami akan mempertahankannya. Jika tidak, kami akan pergi ke Barcelona dan mencoba pembalap lain," ungkap bos tim Renault, Eric Boullier di ESPNF1.

Sepanjang karirnya di balapan jet darat, Heidfeld total sudah menjalani 172 balapan dengan 12 kali naik podium, meski belum pernah jadi juara. Dalam kurun tersebut dia menorehkan poin total berjumlah 225 dan sekali meraih pole.

"Kami harus mengembangkan mobil ini dari nol, jadi pilihan terhadap pembalap adalah yang berpengalaman," tuntas Boullier.
 
sumber : Doni Wahyudi - detiksport
foto : Getty Images

Hasil Positif di Jerez Gembirakan Schumi

Jerez - Michael Schumacher gembira dengan hasil positif yang ia dapatkan selama mengikuti tes di Jerez. Kini pembalap Mercedes GP itu tak sabar untuk melakoni tes di Barcelona.

Schumacher mencatat hasil apik saat melaju di tes hari kedua di Jerez, Sabtu (12/2/2011) dinihari WIB. Catatan waktu 1 menit 20,352 detik menempatkannya di urutan pertama di tes hari kedua di mana pembalap Jerman itu melakoni 112 putaran.

Di tes hari ketiga yang berakhir dinihari WIB tadi, posisi Schumacher sedikit melorot yakni ada di tempat ketiga dengan torehan waktu 1 menit 21,054 detik dan menempati posisi di belakang Nick Heidfeld dan Fernando Alonso. Schumi sendiri menempuh 114 lap.

Dua hasil positif ini membuat Schumi gembira. Ia pun tidak sabar untuk melakoni rangkaian tes selanjutnya yang dijadwalkan digelar di Barcelona.

"Pada akhir dari dua hari tes yang saya lakoni di Jerez, saya hanya bisa gembira dengan pencapaian di sini. Sekali lagi, hari ini kami melengkapi putaran dalam jumlah banyak. Memang masih ada masalah-masalah kecil, namun lepas dari itu kami melaju dengan sangat baik yang itu memungkinkan kami untuk memantapkan program tes yang kami rancang," ujar Schumacher di situs pribadinya.

"Tentu saja hasil seperti ini adalah yang Anda harapkan di periode saat ini. Sekarang saya menunggu untuk melanjutkan perkembangan ini di tes selanjutnya di Barcelona Jumat mendatang," tuntas dia.
 
sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
foto : Getty Images

Bautista Senang jadi Pembalap Tunggal

Verwood - Alvaro Bautista akan jadi satu-satunya pembalap Suzuki di kompetisi MotoGP musim 2011. Kondisi ini justru membuat pembalap Spanyol itu bahagia.

Bautista naik level ke kelas MotoGP di musim 2010. Di musim itu, dia masih berpartner dengan Loris Capirossi. Setelah Capirossi memutuskan hengkang ke Pramac Ducati, jadilah Bautista sebagai pembalap tunggal, karena Suzuki memilih untuk memakai satu pembalap saja.

Status pembalap tunggal justru disyukuri Bautista. Dengan kondisi ini, kerja tim hanya akan terfokus kepada dirinya. Pengembangan motor pun akan disesuaikan dengan keinginannya.

"Saya pikir menjadi pembalap tunggal positif secara keseluruhan karena Suzuki hanya bekerja untuk saya dan membuat motor sesuai keinginan saya," ungkap pembalap 26 tahun tersebut di Crash.
"Sekarang sangat sulit bagi saya, tapi saya berpikir bahwa ketika balapan sudah dimulai akan jadi lebih mudah dan saya pikir saya akan memiliki lebih banyak dukungan," imbuh Bautista.

Bautista cukup yakin Suzuki telah membuat banyak kemajuan selama tes pramusim.

"Saya sangat senang karena saya telah memperbaiki catatan terbaik saya. Ini adalah sinyal yang baik buat kami," girangnya, merujuk pada hasil tes yang dia dapat di Sepang.

"Di Valencia (November 2010) saya mengetes banyak bagian dan di sini saya mengetes bagian yang sama, tapi Suzuki selalu sangat cepat di sini."

"Di sini saya tak merasakan banyak perbedaan dengan di Valencia. Artinya di kondisi panas motor kami masih kompetitif seperti biasanya. Di kondisi dingin, saya pikir kami telah berkembang."

"Sangat penting punya motor yang kompetitif, tak hanya di trek panas, tapi juga di trek dingin. Jadi, pekerjaan yang tengah dilakukan oleh Suzuki sangat penting," pungkas Bautista.

sumber : Meylan Fredy Ismawan - detiksport
foto : Getty Images/Saeed Khan

MotoGP Australia Agar Dipindah ke Awal Tahun

Melbourne - Kacaunya pergelaran MotoGP Australia tahun lalu memancing keluhan pembalap. Dorna selaku penyelenggara MotoGP pun mendesak agar seri di Benua Kanguru itu dipindah ke awal tahun.

Tahun lalu, cuaca buruk memayungi MotoGP Australia yang dihelat medio Oktober. Hujan membuat trek tergenang dan latihan hari Jumat ditunda, ditambah lagi angin kencang dan suhu dingin yang menyulitkan pembalap.

Valentino Rossi, bagai mewakili rekannya sesama pembalap, mendesak agar MotoGP Australia dipindah ke bagian awal musim. Seruan tersebut diperkuat oleh CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta.

"Posisi kami tidak berubah sama sekali. Kami ingin balapan dipindah ke awal tahun pada tahun 2012 dan penyelenggara menyadari itu," cetus Ezpeleta kepada Australian Associated Press yang dikutip Autosport.

Ezpeleta mengklaim, Australian GP Corporation sebagai pihak penyelenggara MotoGP Australia telah menyiapkan saran untuk waktu penyelenggaraan lomba tahun 2012/

"(Chairman) Ron Walker bilang kepada saya dalam email kalau dia akan segera menyodorkan tanggal pergelaran seri 2012 secepat mungkin," papar Ezpeleta.

Selama ini, penyelenggara MotoGP Australia memilih waktu akhir tahun karena mereka tidak mau waktunya berdekatan dengan GP F1 Australia di Melbourne. MotoGP Australia sendiri dihelat di Philip Island, Victoria, yang merupakan negara bagian yang sama dengan Melbourne.

Foto: Dani Pedrosa melaju di lintasan yang basah pada latihan bebas MotoGP Australia 2010. (AFP/William West)
sumber : Arya Perdhana - detiksport
 

Capirossi Bidik Podium ke-100

Roma - Loris Capirossi mengungkapkan targetnya di musim balap tahun ini. Rider Italia itu mengincar podium ke-100 yang sudah dikejarnya dalam dua tahun belakangan.

Balapan seri Republik Ceko pada 2008 adalah kali terakhir Capirossi menjejak podium. Ia yang ketika itu masih membela Suzuki ini tampil sebagai yang tercepat ketiga di belakang Valentino Rossi dan Toni Elias.

Dua musim selanjutnya tidak berjalan cukup baik buat pria yang kini membela Pramac Ducati itu. Di musim 2009, finis terbaik Capirossi hanya di urutan kelima yang sudah empat kali dirasakannya.

Sedangkan di musim lalu, performanya kian jeblok. dalam 18 seri yang digelar, Capirossi cuma 10 kali finis dengan prestasi terbaik di urutan sembilan.

Dengan usianya kini yang telah mencapai 37 tahun, Capirossi menolak dirinya sudah "habis". Mantan juara dunia di kelas 250 cc itu siap membuktikan diri dengan membidik posisi tiga besar yang akan menggenapkan podiumnya menjadi 100.

"Aku terlalu gengsi untuk menjadi pembalap yang biasa-biasa saja: apakah seharusnya aku sadar diri tidak mampu memperoleh hasil lagi, aku akan sadar bahwa waktu untuk pensiun sudah tiba," papar Capirossi kepada La Gazetta dello Sport yang dikutip Autosport.

"Sementara itu aku telah mengubah latihanku, menambah kekuatan dan stamina. Ini akan sulit tapi aku akan berusaha keras mendapat podium ke-100 yang sudah aku kejar dalam dua tahun," pungkasnya.

sumber : Okdwitya Karina Sari - detiksport
foto : Getty Images

Capirossi Tidak Ragukan Rossi

Roma - Valentino Rossi masih belum memperlihatkan penampilan yang menjanjikan bersama Ducati. Walau begitu, pembalap senior Loris Capirossi tidak kehilangan kepercayaan pada The Doctor.

Dalam tes resmi MotoGP perdana di Sepang pekan lalu, Rossi terlihat masih belum menyatu dengan motor Ducati Desmosedici GP11 yang ia tunggangi. Hal itu tercermin dari hasil tesnya yang kurang menggembirakan.

Rossi memang masih dalam masa adaptasi. Ia baru bergabung dengan Ducati selama beberapa bulan setelah tujuh tahun terakhir pembalap 31 tahun itu memperkuat pabrikan Jepang, Yamaha.

Selain itu, Rossi juga masih terhambat cedera. Setelah mengalami kecelakaan di MotoGP Italia tahun lalu, Rossi masih diganggu dengan rasa sakit di kakinya yang patah, juga di bahu.

Rossi sendiri secara pesimistis sempat melontarkan pernyataan bahwa sulit berharap ia sudah bugar 100 persen di awal musim. The Doctor memprediksi ia baru bisa maksimal setelah Mei.

Benarkah Rossi sudah habis? Tidak bila menurut Capirossi. Pembalap Italia berusia 37 tahun yang membela tim satelit Ducati, Pramac Racing, percaya kalau Rossi akan memandu Ducati ke masa jaya.

"Dia pasti akan membawa Ducati ke puncak tertinggi. Semoga Valentino beruntung," demikian ujar Capirossi seperti yang dikutip situs berita Italia, AGI News.

sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : Getty/Mirco Lazzari GP

Lorenzo: Yamaha Masih Kurang Bertenaga

Sepang - Juara dunia MotoGP Jorge Lorenzo masih belum puas dengan tunggangannya untuk musim depan. Yamaha YZR-M1 ia nilai belum cukup bertenaga.

Musim lalu laju Lorenzo dalam mengamankan gelar juara dunia terbilang cukup mulus. Dengan dominan, ia memenangi balapan demi balapan sampai kemudian jadi kampiun.

Dalam persiapan menuju musim baru, sesi ujicoba resmi juga telah dilakukan di Sepang awal bulan Februari ini. Mendapat hasil cukup baik, ada sejumlah catatan yang diberikan Lorenzo untuk Yamaha. Hal itu kini kembali ia tekankan lagi.

"Menurut pendapat saya, kami belum membuat lompatan jelas ke depan. Saya tahu benar apa yang dibutuhkan, tapi kami belum sampai ke sana," nilai Lorenzo kepada Motosprint.

Ada sejumlah pembenahan yang dapat dilakukan Yamaha. Di sektor sasis, misalnya, karena Lorenzo menyebutnya sedikit bising. Tapi ada satu aspek yang dengan mutlak harus dibenahi.

"Kami butuh tenaga lebih besar, sehingga bisa lebih cepat saat berakselerasi, dan juga traksi yang lebih baik, semua demi tujuan yang sama: kami belum benar-benar tangguh saat keluar dari tikungan."

"Mesin barunya sedikit banyak mirip dengan yang sebelumnya. Kemajuan paling jelas adalah pada sistem anti-spin, karena sekarang jadi lebih efisien. Itu sangat membantu, tapi kami benar-benar butuh horsepower tambahan," lanjut Lorenzo.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

Stoner Ulas 'Rasa' Honda yang Beda

Sydney - Casey Stoner masih beradaptasi dengan motor Honda, bahkan sampai tangannya kapalan. Tapi secara umum ia terlihat puas dan optimistis dengan tunggangan barunya.

Stoner baru saja melakukan ujicoba resmi pertamanya dengan Honda, dalam sesi tes MotoGP di Sepang. Selama tiga hari, ia catatan waktunya terbilang memuaskan dan tidak pernah lepas dari posisi dua besar.

Hasil itu ia capai lewat sebuah proses adaptasi yang boleh jadi belum terlampau banyak, terlebih lagi sudah empat musim ia terbiasa mengendarai Ducati yang jelas punya "rasa" beda.

"Aku masih terkejut. Acapkali aku melebar di tikungan dan berpikir, 'Aku tidak akan bisa melewatinya', lalu kemudian aku melintasi garis putih di bagian dalam," aku Stoner di Crash.

"Itu sesuatu yang masih harus aku biasakan, menentukan di mana titik masuk sebuah tikungan, karena sangat berbeda dengan apa yang biasa aku lakukan. Tapi perlahan aku mulai terbiasa dan nyaman, dan (di hari terakhir) aku membuat langkah besar," lanjutnya.

Perbedaan-perbedaan yang ada bukan hanya perkara teknik. Stoner juga harus bekerja keras membiasakan tubuhnya dengan tunggangan barunya tersebut.

"Secara fisik, aku pikir Anda tahu motor apa yang tersulit. Aku sudah tiga hari di sini dan aku mendapat kapalan di tanganku, tapi aku merasa enak. Secara fisik motornya terasa fantastis."

"Sasis yang lebih lunak membuat perubahan arah jadi sedikit lebih sulit, jadi kami harus memikirkan aspek itu juga, tapi secara umum aku sangat puas dengan motornya," papar Stoner.

Optimisme Stoner dengan Honda juga meninggi karena hasil positif yang didapatnya kali ini. Padahal dulu ia mengaku acap kesulitan menunggangi Ducati di lintasan Sepang.

"Selama tiga hari ini sungguh luar biasa. Satu kali aku sempat kehilangan kendali bagian depan setelah aku mengenai tikungan bagian dalam (dan jatuh), tapi selain itu aku tidak pernah kehilangan kendali bagian depan dan buatku itu sangat berbeda," terang si rider Australia.

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images

Punya 'Motor Juara', Lorenzo Belum Puas

Sepang - Usai menjalani sesi ujicoba di Sepang Jorge Lorenzo menyebut dirinya sudah punya motor yang bisa mengantar mempertahankan gelar juara. Meski begitu, dia ternyata belum puas. Kenapa?

Lorenzo menutup sesi latihan terakhir di Sirkuit Sepang dengan duduk di posisi tiga. Dia kalah cepat duo penunggang Honda, Marco Simoncelli dan Casy Stoner.

Dengan tunggangan terbarunya itu Lorenzo menyebut punya peluang untuk mempertahankan gelar juara dunia. Kalau dia masih belum puas itu karena motor dianggap masih bisa dimaksimalkan kembali, demi meraih ambisi menyamai jumlah sembilan kemenangan di musim 2010 lalu.

"Saya mendapat feel yang bagus dengan cara saya membalap dan motor sudah mengalami perkembangan sedikit, tapi kami tetap masih butuh pengembangan (pada) hal yang sama seperti tahun lalu, yakni traksi di ban belakang dan mesin," sahut Lorenzo di Crash.

Musim lalu Lorenzo memang tampil dominan di ajang MotoGP. Kehilangan kompetitor utama, Valentino Rossi, yang mengalami cedera, Lorenzo meraih sembilan kemenangan dan hanya sekali finis di luar podium. Catatan seperti itulah yang coba di ulang musim ini.

"Top speed mesin sudah bagus, tapi kami butuh akselerasi yang lebih di gigi kedua atau tiga. Semua orang mau motor yang lebih baik. Itu Normal. Saat kini kami sudah punya motor juara, tapi saya ingin memenangi jumlah yang sama seperti tahun lalu, dan pastinya itu akan sulit saat ini."

"Kami sudah mengembangkan sedikit dalam semua hal, tapi saya pikir kami butuh lebih untuk mengulang hasil tahun lalu. Kompetisinya sangat sulit sekarang," tuntas Lorenzo.

sumber : Doni Wahyudi - detiksport
foto : getty image

Senin, 07 Februari 2011

Patah Tulang, Kubica Terancam Absen

Robert Kubica harus menerima kenyataan pahit akibat kecelakaan yang menimpanya saat tampil di Reli Andora, Minggu (6/2/11). Karena mengalami patah tulang pada beberapa bagian tubuh seperti kaki kanan, lengan dan tangan, pebalap Renault tersebut hampir pasti absen di seri perdana Formula 1 (F1) 2011.
Pebalap Polandia ini harus diterbangkan ke rumah sakit pada Minggu pagi, menyusul tabrakan dengan kecepatan tinggi yang terjadi padanya. Memasuki kilometer 4,6 usai melakukan start pada event Super 2000 Skoda Fabia, yang diselenggarakan dengan desa Terstico di Italia, dia mengalami nasib naas tersebut.

Kecelakaan itu berawal ketika mobil Kubica menyenggol dinding pembatas dan menabrak pagar. Menurut beberapa sumber, Kubica sempat terjebak di dalam mobil selama beberapa jam, sampai peralatan khusus didatangkan untuk mengevakuasinya.
Mengenai luka, ada laporan yang mengatakan bahwa cedera yang dialaminya disebabkan oleh pembatas jalan yang menembus ke dalam mobil. Itu bisa diterangkan dengan adanya luka di sebelah kanan, yang bukan diakibatkan oleh pintu.
Setelah dipindahkan ke Rumah Sakit Santa Corona di Pietra Ligure, Kubica langsung menjalani operasi pada Minggu sore, untuk penyembuhan cedera yang dialaminya. Para dokter mengakui, mereka lebih fokus untuk mengatasi cedera pada tangan sang pebalap.
Tim Renault memberikan pernyataan tentang cedera Kubica. Dia didiagnosa mengalami patah tulang di kaki kanan, lengan dan tangan. Meskipun demikian, pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi, dan diharapkan akan diberitakan secepatnya.

Dengan kenyataan ini, Kubica hanya bisa mengharapkan sedikit keajaiban bagi dirinya supaya bisa tampil di seri pembuka F1 2011 pada 14 Maret di Bahrain. Yang pasti, Kubica tidak bisa ambil bagian pada latihan pra-musim, setelah dia tampil di latihan resmi pertama pada pekan lalu di Valencia.
Jika kondisi Kubica tak memungkinkan, maka Renault akan mempromosikan pebalap cadangan, Bruno Senna, untuk menjadi tandem Vitaly Petrov pada seri pembuka. Akan tetapi, jika Kubica terpaksa harus istirahat lebih lama dari yang diperkirakan, maka Renault tampaknya akan mencari pebalap yang lebih berpengalaman dari Senna.

Sumber : Kompas.com
Foto : AFP

Force India Luncurkan VJM04 via Online

Force India mengumumkan, mereka akan meluncurkan mobil barunya yang bernama VJM04 pada Selasa (8/2/11) mendatang. Tak seperti kebanyakan tim, Force India memilih memperkenalkan "jet darat" barunya tersebut lewat jalur online.

Force India termasuk satu dari beberapa tim yang memilih untuk menunggu peluncuran mobilnya hingga menjelang latihan resmi kedua Formula 1 (F1) 2011. Pada latihan pra-musim pertama di Valencia selama pekan ini, mereka menggunakan VJM03, yang hanya untuk mengumpulkan data mengenai ban Pirelli.
Peluncuran tersebut akan disiarkan online lewat situs resmi tim, sebelum mobil itu melakukan debutnya saat tes resmi kedua di Jerez, 10 Februari.

Kemarin, Force India mengumumkan bahwa mereka telah memperpanjang kemitraan teknis dengan McLaren dan Mercedes hingga 2012. Mereka juga mempertahankan Adrian Sutil untuk musim ini dan mempromosikan mantan test driver Paul di Resta, untuk mengisi tempat kedua, menggantikan Tonio Liuzzi. Mantan pebalap Williams, Nico Hulkenberg, masuk sebagai pebalap cadangan baru.

Sumber : Kompas.com
foto : AFP/GUILLAUME BAPTISTE

Rossi: Jelek di Sepang Bukan karena Motor

Valentino Rossi tidak kecewa dengan hasil tes di sirkuit Sepang, Malaysia, (1-3/2/2011) dengan catatan waktu yang kurang baik dan berada di barisan tengah. Dia mengakui, hasil itu bukan karena tidak didukung performa Ducati Desmosedici GP11, melainkan karena bahunya belum sembuh betul.
Maka, ketika tampil di negeri jiran, The Doctor lebih mengutamakan fisiknya ketimbang kecepatan motor. "Saya sangat senang karena sebelum datang ke sini (Malaysia), saya perkirakan bisa mengitari trek sebanyak 20 atau 30 kali per hari. Ternyata, aku bisa melahap 40 lap, bahkan lebih dari 50 lap di hari terakhir," katanya.

Ketika menjajal Ducati GP11, lengan kirinya bekerja ekstra keras sehingga sangat lelah. "Tapi, aku senang karena bahuku terus membaik hari demi hari meski lambat," katanya.
Pria kelahiran Urbino, Italia, ini mengaku kehilangan waktu 0,5 atau 0,6 detik, terutama ketika mengerem dan setiap masuk tikungan. Dia mengaku masih terus coba mengenali karakter Ducati.
"Masih banyak yang harus dilakukan. Namun dibandingkan dengan saat awal tes, kami kini dekat dengan setelan yang diinginkan," ucap Rossi. Menurut dia, tak perlu mengubah karakter Desmosedici, cukup mengambil keuntungan dari karakteristik terbaik, terutama stabilitas dan mesin, serta meningkatkan area yang lain, khususnya perilaku kala di tikungan.

Rossi masih butuh ratusan kilometer membesut GP11 agar bisa mengenal lebih mendetail motornya. "Sekarang saya merasa seperti berada di rumah dengan Ducati," tutur Rossi.

Sumber : Kompas.com
foto : AFP/SAEED KHAN

Formula 1 McLaren Masih Sembunyikan Rahasia MP4-26

McLaren baru saja meluncurkan mobil barunya yang bernama MP4-26 pada Jumat (4/2/2011) di Berlin. Tetapi, tim yang bermarkas di Woking ini tak mau membeberkan rahasia terbesar mobil barunya tersebut, karena saat ini masih disembunyikan.
Saat peluncuran, tim melakukannya dengan unik karena dirakit di depan kerumunan orang di Berlin, setelah didorong melintasi Potsdamer Platz. Mereka juga berusaha merahasiakan inovasi yang dilakukan pada desain internal, sehingga yang ada hanyalah barang-barang palsu, termasuk mesin plastik dan knalpot,  tidak ada kesempatan orang dengan sekilas melihat rahasianya.

Team principal McLaren, Martin Whitmarsh, mengatakan bahwa mobil akan dikembangkan secara agresif sebelum awal musim–dan mengonfirmasi mengenai sedikit desain di Berlin, mengenai sidepods yang berbentuk U.
"Peringatan, Anda belum melihat semuanya," ujarnya saat konferensi pers. "Saya kira ada beberapa hal yang sangat menarik pada mobil yang Anda bisa lihat. Tetapi ada beberapa yang kami sembunyikan dari Anda dan pesaing kami.
"F1 menyangkut pengembangan yang berkesinambungan, dan kami akan memulai pengetesan pada minggu depan. Pada tahap itu, mobil akan bergerak secara halus. Ada beberapa inovasi yang fantastis. Tidak pernah berhenti membuat saya takjub bahwa meskipun peraturan jauh lebih ketat, terutama di sekitar daerah diffuser, itu hanya kreativitas mengemudi.
"Bagi saya, salah satu bagian mendebarkan dari pekerjaan saya adalah melihat apa yang dilakukan orang yang lebih pintar daripada saya. Mereka memiliki beberapa ide besar, itu menarik, itu menantang, dan ada beberapa risiko. Tapi, kami dalam sebuah bisnis, di mana jika Anda tidak inovatif, maka Anda tidak kompetitif.

"Tentu, kami tidak menampilkan kepada Anda dan kompetitor kami seluruh pekerjaan hari ini. Tetapi, saya pikir ada hal yang cukup menarik untuk dilihat. Saya pikir ini merupakan paketan mobil yang indah. Saya pikir ini mobil yang fantastis."

Sumber : Kompas.com
foto : AFP

Lorenzo: Kami Punya Motor Juara, tapi...

Juara dunia MotoGP Jorge Lorenzo berada di peringkat tiga ketika mengakhiri latihan resmi perdana MotoGP di Sepang, Malaysia, Kamis (3/2/2011). Pebalap Yamaha ini berada di belakang duo Honda, Marco Simoncelli (Gresini Honda) dan Casey Stoner (Repsol Honda).

Meskipun pebalap tim pabrikan ini hanya terpaut 0,088 detik dari Simoncelli, dan tentu saja paketan M1 untuk musim 2011 masih menunjukkan kemampuannya sebagai tim juara, tetapi Lorenzo khawatir. Pebalap Spanyol ini "takut" dengan performa yang diperlihatkan Honda.
Ada alasan kuat bagi Lorenzo untuk gelisah. Pasalnya, mantan juara dunia dua kali kelas 250cc tersebut tidak hanya memasang target mempertahankan mahkota juara, tetapi juga bertekad mengulangi prestasi fantastis yang diraihnya pada musim lalu, yaitu sembilan kali memenangi balapan.
"Saya merasa bagus mengenai balapanku, dan motor juga sudah lebih sedikit berubah, tetapi kami masih perlu perbaikan pada beberapa hal yang sama seperti tahun lalu, yaitu pada traksi bagian belakang dan mesin," kata Lorenzo.
"Kecepatan tinggi pada mesin sudah bagus, tetapi kami perlu tambahan akselerasi pada gigi dua dan tiga.
"Setiap orang pasti menginginkan sebuah motor yang lebih baik. Itu normal," ujarnya. "Saat ini kami memiliki sebuah motor pemenang, tetapi saya ingin memenangi jumlah balapan yang sama seperti tahun lalu dan tentu saja sulit untuk saat ini.
"Masalahnya adalah, bahwa mungkin Honda sudah bisa memecahkan persoalan mereka, sehingga sekarang mereka sangat cepat di pengereman, kecepatan tinggi di tikungan dan penuh akselerasi. Mereka bisa mengambil keuntungan dari mesinnya.
"Kami sudah melakukan perbaikan hampir pada semua hal, tetapi saya pikir kami perlu pekerjaan tambahan lagi untuk mengulangi hasil-hasil tahun lalu. Kompetisi benar-benar sulit sekarang."

Terlepas dari peningkatan performa tim Honda, Lorenzo juga secara khusus memberikan pujian kepada Simoncelli. Menurutnya, pebalap Italia tersebut sudah banyak berubah dibanding ketika melakukan debutnya di kelas premier pada musim lalu.
"Simoncelli sudah berubah," ujarnya mengenai pebalap San Carlo Honda Gresini tersebut. "Pebalap Honda ini sudah lebih bagus dibanding tahun lalu, dan kemudian dia bahkan lebih cepat dari Dani (Pedrosa) dan Casey (Stoner), sehingga dia pasti membalap dengan sangat, sangat baik."

Lorenzo dan rekan setimnya, Ben Spies, akan menggunakan spesifikasi mesin yang sama untuk pengembangan lanjutan, pada musim 2011. Mereka akan mencobanya lagi pada latihan resmi kedua di Sepang.

Sumber : Kompas.com
foto : AFP/SAEED KHAN Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo.  

Sabtu, 05 Februari 2011

Luncurkan Mobil, Force India Ikuti Cara Lotus

Jakarta - Beberapa waktu lalu Lotus meluncurkan mobilnya melalui dunia maya. Cara serupa diikuti oleh Force India yang akan memperkenalkan mobil VJM04-nya secara online.

Seperti dilansir dari Autosport, Force India mengumumkan akan meluncurkan mobil VJM04 secara online melalui situs resmi tim (www.forceindiaf1.com), pada hari Selasa (8/2/2011) malam WIB.

Peluncuran lewat dunia maya ini sebelumnya sudah dilakukan oleh tim kontestan F1 lainnya yakni Lotus.

Mobil VJM04 ini selanjutnya akan melakoni "debut" di lintasan dalam program tes di Jerez pada 10 Februari. Ada pun untuk program tes di Valencia pekan ini, Force India menggundakan mobil musim lalu yakni VJM03.

Force India juga mengumumkan bahwa mereka melanjutkan kerjasama teknik dengan McLaren Mercedes hingga tahun 2012.

Untuk musim balapan 2011, Force India mempercayakan dua kursi pembalapnya kepada Adrian Sutli dan Paul di Resta. Ada pun mantan pembalap Williams Nico Hulkenberg bergabung sebagai reserve driver.

Sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
foto : Reuters

Bersama MP4-26 Hamilton Bidik Gelar

Berlin - Di dua musim terakhir Lewis Hamilton harus merelakan gelar juara dunia didapat para kompetitornya. Untuk musim 2011, dia berharap bisa kembali bertakhta tentunya dengan mobil baru MP4-26.

"Saya harap mobil ini bisa membuktikan inovasinya saat kami kembali ke lintasan pekan depan. Saya menjelang musim 2011 ini dengan rileks tapi punya determinasi," ungkap Hamilton di Autosports.

Pernyataan tersebut diutarakan Hamilton di sela-sela peluncuran mobil terbaru McLaren Mercedes, MP4-26, yang dilakukan di Berlin, Jerman. Meski musim lalu punya kendaraan yang mampu membawa dirinya bertarung hingga seri akhir, pembalap Inggris itu ingin dapat hasil yang lebih baik lagi kali ini.

"Ini akan menjadi musim kelima saya di Formula 1. Jadi target saya tahun ini adalah memastikan segalanya berjalan dengan cara terbaik dan dengan begitu, seperti tahun lalu, saya bisa bertarung hingga balapan terakhir."

"Tentu saja, Jenson (Button) dan saya akan membalap bersama tiga mantan juara dunia di musim 2011. Dan itu adalah sebuah wasiat untuk terus memperkuat F1 sekarang ini," tutup Hamilton.

Sumber : Doni Wahyudi - detiksport
foto : Reuters

Punya 'Motor Juara', Lorenzo Belum Puas

Sepang - Usai menjalani sesi ujicoba di Sepang Jorge Lorenzo menyebut dirinya sudah punya motor yang bisa mengantar mempertahankan gelar juara. Meski begitu, dia ternyata belum puas. Kenapa?

Lorenzo menutup sesi latihan terakhir di Sirkuit Sepang dengan duduk di posisi tiga. Dia kalah cepat duo penunggang Honda, Marco Simoncelli dan Casy Stoner.

Dengan tunggangan terbarunya itu Lorenzo menyebut punya peluang untuk mempertahankan gelar juara dunia. Kalau dia masih belum puas itu karena motor dianggap masih bisa dimaksimalkan kembali, demi meraih ambisi menyamai jumlah sembilan kemenangan di musim 2010 lalu.

"Saya mendapat feel yang bagus dengan cara saya membalap dan motor sudah mengalami perkembangan sedikit, tapi kami tetap masih butuh pengembangan (pada) hal yang sama seperti tahun lalu, yakni traksi di ban belakang dan mesin," sahut Lorenzo di Crash.

Musim lalu Lorenzo memang tampil dominan di ajang MotoGP. Kehilangan kompetitor utama, Valentino Rossi, yang mengalami cedera, Lorenzo meraih sembilan kemenangan dan hanya sekali finis di luar podium. Catatan seperti itulah yang coba di ulang musim ini.

"Top speed mesin sudah bagus, tapi kami butuh akselerasi yang lebih di gigi kedua atau tiga. Semua orang mau motor yang lebih baik. Itu Normal. Saat kini kami sudah punya motor juara, tapi saya ingin memenangi jumlah yang sama seperti tahun lalu, dan pastinya itu akan sulit saat ini."

"Kami sudah mengembangkan sedikit dalam semua hal, tapi saya pikir kami butuh lebih untuk mengulang hasil tahun lalu. Kompetisinya sangat sulit sekarang," tuntas Lorenzo.

Sumber : Doni Wahyudi - detiksport
foto : Getty Images

Rossi Makin Nyaman dengan Ducati

Sepang - Valentino Rossi mengatakan bahwa dirinya semakin nyaman dengan tunggangannya, Ducati. Soal motor sudah tak masalah, kini tugas Rossi tinggal pemulihan pada fisiknya.

Rossi mencatatkan hasil kurang memuaskan selama melakoni tes di Sepang. Hari pertama ada di urutan ke-12, hari kedua di posisi 13, dan hari terakhir yang berlangsung sore tadi rider Italia itu ada di tempat kesepuluh. Rossi mengatakan bahwa selama tiga hari tes, dirinya semakin menemukan kenyamanan dengan Ducati.

"Saya masih perlu menempuh beberapa klimoeter lagi dalam rangka memahami aspek-aspek lain dari GP 11 namun, meski saya harus melakukan sedikit perubahan dalam gaya membalap, saya merasa kini lebih nyaman dengan Ducati," ujar Rossi dikutip dari situs resmi MotoGP.

"Tidak ada perlunya untuk mengubah karakter Demosedici, kita harus mengambil keuntungan dari karakter terbaik itu --yakni stabilitas dan mesin-- dan mengembangkan di area lain, terutama ketika memasuki tikungan dan membelok dengan lebih baik."

Rossi menilai secara keseluruhan hasil tes selama tiga hari di Malaysia memuaskan. Salah satu hal positif yang dia dapatkan adalah catatan waktunya yang terus membaik. "Jelas masih ada banyak hal yang harus dilakukan, namun bila dibandingkan dengan awal tes kami semakin dekat dengan setting yang kami harapkan. Meski begitu kita bekerja dengan baik dan kami berhasil mengumpulkan data dan menyelesaikan masalah dan kami mendapat pengalaman," terang dia. 

Rider asal Italia itu mengatakan bahwa soal motor sudah oke. Kini tugas dia adalah memulihkan kondisi fisiknya agar bisa mencapai performa terbaik. Untuk soal bahu, juara dunia tujuh kali kelas 500cc/MotoGP itu mengatakan sudah tidak ada masalah. Namun untuk lengan masih belum kembali 100 persen.

"Saya sangat gembira karena sebelum tiba di sini, saya berharap untuk melakukan 20, 30, putaran per hari. Namun itu semua berubah. Saya melahap 40 putaran di dua hari pertama dan hari ini saya melakoni 50 putaran. Jelas saya benar-benar merasa habis pada akhirnya, karena badan saya masih belum bekerja. Lengan kiri saya masih harus meningkatkan performa, jadi cukup melelahkan saya. Namun saya gembira karena bahu saya terus menunjukkan kemajuan."

"Mobilitas bahu saya sudah menunjukkan kemajuan yang cukup pesat dan saya tidak lagi berpikir bahwa kendala fisik akan menjadi hambatan misal saya kehilangan waktu 0,5 atau 0,6 detik ketika saat memasuki tikungan."

Sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
foto : Getty Images

Kecelakaan Tak Kurangi Kepuasan Stoner

Sepang - Casey Stoner sempat mengalami kecelakaan di hari terakhir tes MotoGP di Sepang. Meski begitu pembalap Honda itu secara keseluruhan puas dengan hasil yang diraih.

Stoner mengalami kecelakaan di sesi awal sesi tes di Sepang yang digelar sore tadi. Meski begitu pembalap Australia tersebut mampu menempati posisi kedua. Hasil ini membuat torehan Stoner selama mengikuti tes di Malaysia adalah sekali posisi pertama dan dua kali tempat kedua.

Meski mengalami kecelakaan, namun itu tak mengurangi rasa bahagia Stoner. Juara dunia tahun 2007 tersebut mengaku puas dengan performa motornya selama rangkaian tes.

"Hari ini jelas merupakan hari yang terbaik, meski sempat ada insiden kecelakaan. Secara umum kami sudah melakukan langkah maju, mendapatkan alternatif dengan chasis berbeda, dan juga mencoba melakukan penyesuaian dengan hal-hal yang ada," ujar Stoner di Autosport.

Eks Ducati itu mengatakan bahwa selama rangkaian tes ini tim berhasil untuk melakukan percobaan terhadap ban dan sistem kontrol traksi yang membuat motor menjadi memiliki kecepatan lebih baik di tikungan.

"Saya sangat puas dengan apa yang saya dapatkan dari tes ini. Faktanya apa yang kami dapatkan lebih baik dibanding yang saya harapkan," ujar Stoner.

"Saya gembira dengan performa motor secara keseluruhan yang memungkinkan kami untuk fokus untuk mendapatkan set-up yang bagus yang itu merupakan hal penting bagi kami,"tuntas dia.

Sumber : Narayana Mahendra Prastya - detiksport
foto : Getty Images

Simoncelli Tercepat di Hari Terakhir

Sepang - Marco Simoncelli membuat kejutan di hari terakhir tes MotoGP Sepang. Pembalap San Carlo Honda Gresini tersebut tampil sebagai yang tercepat, mengalahkan catatan waktu pembalap-pembalap tim pabrikan.

Melahap 42 lap, Kamis (3/2/2011), catatan waktu terbaik yang dibuat Simoncelli adalah dua menit dan 0,757 detik. Catatan waktu tersebut adalah yang terbaik di antara pembalap-pembalap lainnya selama tiga hari tes di Sirkuit Sepang.

Tampil sebagai terbaik kedua adalah Casey Stoner. Dengan menyelesaikan 42 lap, sama dengan Simoncelli, andalan Repsol Honda tersebut mencatat waktu terbaik 0,054 detik lebih lambat dibandingkan Simoncelli.

Sementara juara dunia 2010, Jorge Lorenzo, mampu tampil lebih baik dibandingkan hari kedua, dimana dia terpuruk di tempat ketujuh. Pembalap Yamaha asal Spanyol ini mampu menduduki tempat ketiga.

Rekan setim Lorenzo, Ben Spies, juga tampil cukup baik. Spies menduduki peringkat kelima, tepat di belakang pembalap Repsol Honda lainnya, Andrea Dovizioso.

Dani Pedrosa yang memimpin di hari kedua gagal mengulang performa apiknya. Pedrosa kali ini hanya mampu menduduki peringkat keenam.

Sementara Valentino Rossi berhasil mencapai peringkat terbaiknya selama di tes Sepang pada hari ini. Setelah terpuruk di peringkat ke-12 dan 13 di hari pertama dan kedua, jagoan baru Ducati ini mampu memperbaiki posisinya menjadi peringkat ke-10 di hari terakhir.

Hasil tes MotoGP Sepang hari ketiga:

1.  Marco Simoncelli  ITA San Carlo Honda Gresini  2m 0.757s (42 laps)
2. Casey Stoner AUS Repsol Honda Team 2m 0.811s (42 laps)
3. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 2m 0.845s (46 laps)
4. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 2m 0.945s (51 laps)
5. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 2m 1.002s (60 laps)
6. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team 2m 1.241s (44 laps)
7. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 2m 1.353s (63 laps)
8. Nicky Hayden USA Ducati Team 2m 1.534s (60 laps)
9. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 2m 1.651s (32 laps)
10. Valentino Rossi ITA Ducati Team 2m 1.842s (52 laps)
11. Hector Barbera ESP Aspar Team 2m 2.030s (42 laps)
12. Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team 2m 2.057s (48 laps)
13. Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team 2m 2.159s (57 laps)
14. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 2m 2.645s (29 laps)
15. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 2m 2.717s (44 laps)
16. Toni Elias ESP LCR Honda MotoGP 2m 2.916s (55 laps)
17. Bike #T1 JPN Yamaha Test Rider 2m 2.965s (41 laps) *
18. Kosuke Akiyoshi JPN Honda Test Rider 2m 3.452s (3 laps) *
19. Bike #T2 JPN Yamaha test Rider 2m 3.621s (32 laps) *
20. Nobuatsu Aoki JPN Suzuki Test Rider 2m 4.700s (46 laps)

keterangan (*) : test rider

Sumber : Meylan Fredy Ismawan - detiksport
foto : Getty Images

Rossi Masih Terhalang Rasa Sakit di Bahu

Sepang - Valentino Rossi belum juga menunjukkan kemampuannya di tes MotoGP Sepang. Rasa sakit dari bahu yang cedera membuat pembalap anyar Ducati itu gagal tampil maksimal.

Rossi menempati posisi ke-13 dalam tes hari kedua yang berlangsung Rabu (2/2/2011). Hasil ini lebih buruk satu posisi dibanding peringkat 12 yang diraih Rossi di tes hari pertama.

Ada alasan kuat mengapa Rossi belum juga maksimal di atas Ducati Desmosedici GP11. Itu adalah cedera bahu yang mendera The Doctor bersamaan dengan patah kaki yang ia derita tahun lalu.

"Bisa mengendarai lagi hari ini saja sudah cukup penting, karena kondisi bahu saya tidak makin buruk saat menerima tegangan secara kontinyu," aku Rossi di situs resmi MotoGP.

"Semua baik saat catatan waktunya 2 menit 3 detik, lalu saat saya mencoba memangkas satu detik, kekuatan saya menghilang dan rasa sakit itu bertambah," jelas juara dunia tujuh kali itu.

Cedera yang dialami Rossi sepertinya sangat mengganggu sampai-sampai pembalap Italia itu memperkirakan kalau cederanya baru benar-benar pulih pada bulan Mei yang berarti kalender sudah memasuki seri keempat di Portugal.

"Butuh waktu, pastinya. Situasinya akan membaik, tapi kami harus menunggu sampai Mei. Setelah itu baru kami bisa bekerja habis-habisan dengan motor," tutur Rossi.

"Karena saat ini, yang kami lakukan selalu diliputi keraguan. Nanti, saat kondisi fisik saya sempurna, kami ingin mencetak waktu yang lebih kompetitif," janji pembalap 31 tahun tersebut.

Sumber : Arya Perdhana - detiksport
foto : Getty/Mirco

Pedrosa Pimpin Hari Kedua

Sepang - Dani Pedrosa melewati ujicoba MotoGP hari kedua di Sepang dengan memuaskan. Catatan waktunya sedari sesi pertama di hari kedua tidak kunjung mampu dilewati para pembalap lain.

Menyelesaikan 39 laps, Rabu (2/2/2011) petang WIB, Pedrosa menjadi pembalap dengan raihan waktu terbaik pada seluruh sesi ujicoba hari kedua di Sepang.

Torehan waktu dua menit dan 0,770 detik dibuat Pedrosa pada sesi pukul 12.00 waktu setempat, atau sesi pertama hari ini. Waktu rider Honda itu tetap bertahan di posisi teratas sampai dengan berakhirnya sesi terakhir pukul 18.00 waktu setempat.

Casey Stoner yang di hari pertama membuat waktu tercepat kali ini hanya bisa mengoleksi waktu terbaik kedua. Catatan terbaik pembalap Honda tersebut dibuat pada sesi terakhir hari ini.

Ben Spies dari Yamaha sementara itu tergeser ke posisi tiga setelah nyaris sepanjang hari catatan waktunya hanya dilampaui oleh Pedrosa.

Juara bertahan Jorge Lorenzo pada akhirnya harus puas dengan catatan waktu yang menempatkannya di posisi tujuh. Ia tergeser di sesi terakhir hari ini, setelah sebelumnya sempat bertengger di posisi empat.

Valentino Rossi, yang juga mengaku masih bergulat dengan kondisi pasca cedera, sepertinya masih belum menemukan ritme pas dengan Ducati. Ia hanya menempati posisi 13 di akhir sesi ujicoba hari kedua.

Hasil tes MotoGP Sepang hari kedua:


1. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team 2m 0.770s (39 laps)
2. Casey Stoner AUS Repsol Honda Team 2m 1.434s (44 laps)
3. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 2m 1.508s (60 laps)
4. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 2m 1.512s (48 laps)
5. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 2m 1.522s (42 laps)
6. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 2m 1.534s (58 laps)
7. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 2m 1.563s (35 laps)
8. Alvaro Bautista ESP Rizla Suzuki MotoGP 2m 1.687s (63 laps)
9. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 2m 1.722s (33 laps)
10. Hector Barbera ESP Aspar Team 2m 2.093s (45 laps)
11. Nicky Hayden USA Ducati Team 2m 2.379s (62 laps)
12. Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team 2m 2.426s (50 laps)
13. Valentino Rossi ITA Ducati Team 2m 2.597s (42 laps)
14. Kosuke Akiyoshi JPN Honda Test Rider 2m 2.619s (47 laps) *
15. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 2m 3.032s (38 laps)
16. Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team 2m 3.047s (56 laps)
17. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 2m 3.466s (47 laps)
18. Bike #T2 JPN Yamaha test Rider 2m 3.910s (51 laps) *
19. Toni Elias ESP LCR Honda MotoGP 2m 4.026s (58 laps)
20. Bike #T1 JPN Yamaha Test Rider 2m 4.142s (56 laps) *

keterangan (*) : test rider

Sumber : Kris Fathoni W - detiksport
foto : Getty Images