London - Kegagalan Fernando Alonso meraih gelar juara dunia masih disesali oleh Ferrari. Direktur Teknik Ferrari Aldo Costa mengatakan Alonso kehilangan gelar karena tim memutuskan bermain aman dengan strategi mereka.
Alonso tampil di seri terakhir dengan memimpin delapan poin dari pembalap Red Bull Sebastian Vettel di klasemen pembalap. Namun pembalap Jerman itu berhasil memimpin di depan di sirkuit Yas Marina dan akhirnya memastikan kemenangan.
Situasi berubah tidak menguntungkan untuk Alonso sejak Mark Webber masuk pit di lap 13 dan keluar lagi di posisi 16. Alonso dan Webber juga tertahan oleh Vitaly Petrov sehingga mereka harus finis di posis ketujuh dan kedelapan.
Pembalap Spanyol itu pun gagal meraih gelar setelah kalah dari Vettel yang menjadi juara dengan selisih hanya empat poin. Costa pun mengakui bahwa mereka telah salah dengan strategi karena memilih untuk bermain aman.
"Kami salah. Kami tak melakukan pendekatan balapan dengan cara terbaik namun cukup mendapat hasil rata rata. Saat ada hal kecil, 'Petrov', safety car semuanya menjadi gagal. Tak boleh terjadi lagi ," keluh Costa seperti dilansir Sky Sport.
Costa pun menceritakan suasana di garasi Ferrari saat mereka menyadari bahwa harapan meraih gelar juara dunia pupus sudah.
"Saat Fernando melewati garis kami semua diam. Selama lima atau sepuluh menit kami menatap monitor. Tak ada yang beranjak, tak ada melepas helm mereka. Tak ada yang bicara. Tak ada yang bisa menerima kenyataan," ungkapnya.
Namun, Costa menegaskan bahwa kegagalan tersebut tidak bisa dibebankan oleh satu orang saja. "Kita perjelas. Kami tidak kehilangan gelar karena strategi kami di Abu Dhabi, tetapi karena mobil kami terlalu pelan," tukasnya.
Alonso tampil di seri terakhir dengan memimpin delapan poin dari pembalap Red Bull Sebastian Vettel di klasemen pembalap. Namun pembalap Jerman itu berhasil memimpin di depan di sirkuit Yas Marina dan akhirnya memastikan kemenangan.
Situasi berubah tidak menguntungkan untuk Alonso sejak Mark Webber masuk pit di lap 13 dan keluar lagi di posisi 16. Alonso dan Webber juga tertahan oleh Vitaly Petrov sehingga mereka harus finis di posis ketujuh dan kedelapan.
Pembalap Spanyol itu pun gagal meraih gelar setelah kalah dari Vettel yang menjadi juara dengan selisih hanya empat poin. Costa pun mengakui bahwa mereka telah salah dengan strategi karena memilih untuk bermain aman.
"Kami salah. Kami tak melakukan pendekatan balapan dengan cara terbaik namun cukup mendapat hasil rata rata. Saat ada hal kecil, 'Petrov', safety car semuanya menjadi gagal. Tak boleh terjadi lagi ," keluh Costa seperti dilansir Sky Sport.
Costa pun menceritakan suasana di garasi Ferrari saat mereka menyadari bahwa harapan meraih gelar juara dunia pupus sudah.
"Saat Fernando melewati garis kami semua diam. Selama lima atau sepuluh menit kami menatap monitor. Tak ada yang beranjak, tak ada melepas helm mereka. Tak ada yang bicara. Tak ada yang bisa menerima kenyataan," ungkapnya.
Namun, Costa menegaskan bahwa kegagalan tersebut tidak bisa dibebankan oleh satu orang saja. "Kita perjelas. Kami tidak kehilangan gelar karena strategi kami di Abu Dhabi, tetapi karena mobil kami terlalu pelan," tukasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar