Phillip Island - Tahun ini, Yamaha Indonesia menyentak dunia marketing otomotif di Indonesia dengan menyertakan tagline-nya 'Semakin di Depan' sebagai emblem promosi di buritan motor Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo dari tim FIAT Yamaha. Hal yang cukup luar biasa mengingat skala promosi yang terbilang “go international.”
Lomba MotoGP akan segera berakhir dan tahun depan akan berlangsung musim baru yang tentunya dengan kontrak sponsorship yang baru. Berbarengan dengan itu, Valentino Rossi yang sampai tiga tahun lalu masih menjadi ikon promosi Yamaha di Indonesia pun sudah memastikan diri tak berbaju Yamaha, hijrah ke Ducati di tahun depan. Yamaha akan menduetkan Lorenzo dengan Ben Spies.
Nah bagaimana dengan nasib sponsorship 'Semakin di Depan' Yamaha di tim FIAT Yamaha? Soal ini, PR & Corporate Communication Head at PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Indra Dwi Sunda mengatakan sampai sekarang, YMKI bersama induk bisnisnya di Jepang masing membicarakan kelanjutan sponshorship tersebut. Adapun prospeknya, Indra mengatakan, “Insya Allah.”
Namun yang jelas untuk nilai kontrak, YMKI tak bisa memberikan angka. Alasannya, kebijakan sponsorship di MotoGP di-endorse langsung dari induk Yamaha. Namun sebagai cermin, ada baiknya melihat nilai yang konon diberikan Petronas juga ke FIAT Yamaha.
SportsPro Magazine tahun lalu pernah menulis bahwa Petronas mengikat kontrak 3 tahun dengan team Fiat-Yamaha demi memasang logo Petronas di dashboard bawah motor Rossi dan Lorenzo. Nilainya mencapai 24 juta dolar AS atau sekitar 8 juta dolar per tahun alias sekitar Rp 72 miliar per tahun. Nilai ini lebih besar daripada Rizla yang konon membayar Suzuki 7 juta dolar AS per tahun.
Jika Rp 72 miliar yang digelontorkan Yamaha, rasanya bukan angka yang fantastis. Merujuk data yang dilansir The Nielsen Company Indonesia (Nielsen) pada medio 2010, nilai segitu cuma anggaran promosi setengah tahun dari Honda, pabrikan motor yang tahun ini menjadi pesaing ketat Yamaha dalam angka penjualan. Nielsen mencatat, Januari-Juni 2010, belanja iklan sepeda motor Honda Rp 107 miliar.
Jadi, seperti kata Indra, kemungkinan tagline “Semakin di Depan,” ada di motor Yamaha adalah “Insya Allah!” (baca dalam perspektif orang Indonesia).
Lomba MotoGP akan segera berakhir dan tahun depan akan berlangsung musim baru yang tentunya dengan kontrak sponsorship yang baru. Berbarengan dengan itu, Valentino Rossi yang sampai tiga tahun lalu masih menjadi ikon promosi Yamaha di Indonesia pun sudah memastikan diri tak berbaju Yamaha, hijrah ke Ducati di tahun depan. Yamaha akan menduetkan Lorenzo dengan Ben Spies.
Nah bagaimana dengan nasib sponsorship 'Semakin di Depan' Yamaha di tim FIAT Yamaha? Soal ini, PR & Corporate Communication Head at PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Indra Dwi Sunda mengatakan sampai sekarang, YMKI bersama induk bisnisnya di Jepang masing membicarakan kelanjutan sponshorship tersebut. Adapun prospeknya, Indra mengatakan, “Insya Allah.”
Namun yang jelas untuk nilai kontrak, YMKI tak bisa memberikan angka. Alasannya, kebijakan sponsorship di MotoGP di-endorse langsung dari induk Yamaha. Namun sebagai cermin, ada baiknya melihat nilai yang konon diberikan Petronas juga ke FIAT Yamaha.
SportsPro Magazine tahun lalu pernah menulis bahwa Petronas mengikat kontrak 3 tahun dengan team Fiat-Yamaha demi memasang logo Petronas di dashboard bawah motor Rossi dan Lorenzo. Nilainya mencapai 24 juta dolar AS atau sekitar 8 juta dolar per tahun alias sekitar Rp 72 miliar per tahun. Nilai ini lebih besar daripada Rizla yang konon membayar Suzuki 7 juta dolar AS per tahun.
Jika Rp 72 miliar yang digelontorkan Yamaha, rasanya bukan angka yang fantastis. Merujuk data yang dilansir The Nielsen Company Indonesia (Nielsen) pada medio 2010, nilai segitu cuma anggaran promosi setengah tahun dari Honda, pabrikan motor yang tahun ini menjadi pesaing ketat Yamaha dalam angka penjualan. Nielsen mencatat, Januari-Juni 2010, belanja iklan sepeda motor Honda Rp 107 miliar.
Jadi, seperti kata Indra, kemungkinan tagline “Semakin di Depan,” ada di motor Yamaha adalah “Insya Allah!” (baca dalam perspektif orang Indonesia).
Sumber : Detiksport
Foto : detiksport/Teguh Budi Santoso

Tidak ada komentar:
Posting Komentar