Duo Fiat Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, mengakui bahwa mereka sangat kesulitan membendung dominasi Casey Stoner di Phillip Island, Australia, Minggu (17/10/10). Pebalap Ducati tersebut dinilai sangat cepat untuk ditandingi.
Memang, Stoner tak terbendung pada balapan di rumahnya sendiri. Sepanjang akhir pekan tersebut, juara dunia 2007 ini sudah menunjukkan tanda-tanda akan kembali merajai balapan di sirkuit, yang pada tiga musim sebelumnya selalu dikuasai.
Benar saja, dalam sesi kualifikasi Stoner mencatat waktu terbaik sehingga meraih pole position (yang ke-25 sepanjang kariernya). Kemudian, saat balapan, Stoner langsung melejit sejak lampu merah dipadamkan, dan terus menjauh dari kejaran lawan, sampai menyentuh garis finis (catat kemenangan ke-23 di ajang MotoGP).
Lorenzo, yang ditengarai akan memberikan perlawanan, justru keteteran. Meskipun demikian, juara dunia 2010 ini mampu menjaga penampilannya sehingga bisa finis di urutan dua, disusul Rossi, yang mampu mengalahkan rekan setim Stoner, Nicky Hayden.
"Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik. Dalam beberapa lap, tampaknya gap semakin dekat tetapi tidak terlalu banyak. Kemudian, ketika saya pikir jaraknya semakin dekat, Casey malah terus menjauh dengan jarak lebih dari sepersepuluh detik.
"Pada pertengahan balapan, saya pikir lebih baik tidak terlalu banyak mengambil risiko dan cukup finis di peringkat dua. Saya bahagia dengan posisi ini.
"Dia sangat cepat sejak start. Saya pikir, saya terpaut 1,5 detik setelah lap pertama dan kemudian saya melihat bahwa saya hanya memiliki sedikit harapan. Hari itu menjadi milik Casey."
Hal senada diungkapkan Rossi, yang memang sejak start tak memberikan perlawanan kepada Stoner. Meskipun demikian, pebalap berusia 31 tahun asal Italia ini mampu memberikan tontonan menarik, karena start dari urutan delapan tetapi mampu bersaing untuk naik podium nomor tiga.
"Pada akhir balapan, Nicky kuat dan di beberapa tempat juga dia lebih cepat dari saya. Tetapi ketika anda start dari barisan ketiga dan bisa naik podium, maka itu adalah hasil yang bagus. Saya menikmati balapannya," ujar Rossi, yang musim depan memperkuat Ducati.
"Saya pikir, di trek ini Ducati memang lebih cepat dari Yamaha. Kami mengalami hal serupa pada musim-musim sebelumnya, terutama tahun lalu ketika Casey dan saya datang dalam kondisi 100 persen untuk menghadapi balapan. Waktu itu, Casey mengalahkan saya."
Memang, Stoner tak terbendung pada balapan di rumahnya sendiri. Sepanjang akhir pekan tersebut, juara dunia 2007 ini sudah menunjukkan tanda-tanda akan kembali merajai balapan di sirkuit, yang pada tiga musim sebelumnya selalu dikuasai.
Benar saja, dalam sesi kualifikasi Stoner mencatat waktu terbaik sehingga meraih pole position (yang ke-25 sepanjang kariernya). Kemudian, saat balapan, Stoner langsung melejit sejak lampu merah dipadamkan, dan terus menjauh dari kejaran lawan, sampai menyentuh garis finis (catat kemenangan ke-23 di ajang MotoGP).
Lorenzo, yang ditengarai akan memberikan perlawanan, justru keteteran. Meskipun demikian, juara dunia 2010 ini mampu menjaga penampilannya sehingga bisa finis di urutan dua, disusul Rossi, yang mampu mengalahkan rekan setim Stoner, Nicky Hayden.
"Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik. Dalam beberapa lap, tampaknya gap semakin dekat tetapi tidak terlalu banyak. Kemudian, ketika saya pikir jaraknya semakin dekat, Casey malah terus menjauh dengan jarak lebih dari sepersepuluh detik.
"Pada pertengahan balapan, saya pikir lebih baik tidak terlalu banyak mengambil risiko dan cukup finis di peringkat dua. Saya bahagia dengan posisi ini.
"Dia sangat cepat sejak start. Saya pikir, saya terpaut 1,5 detik setelah lap pertama dan kemudian saya melihat bahwa saya hanya memiliki sedikit harapan. Hari itu menjadi milik Casey."
Hal senada diungkapkan Rossi, yang memang sejak start tak memberikan perlawanan kepada Stoner. Meskipun demikian, pebalap berusia 31 tahun asal Italia ini mampu memberikan tontonan menarik, karena start dari urutan delapan tetapi mampu bersaing untuk naik podium nomor tiga.
"Pada akhir balapan, Nicky kuat dan di beberapa tempat juga dia lebih cepat dari saya. Tetapi ketika anda start dari barisan ketiga dan bisa naik podium, maka itu adalah hasil yang bagus. Saya menikmati balapannya," ujar Rossi, yang musim depan memperkuat Ducati.
"Saya pikir, di trek ini Ducati memang lebih cepat dari Yamaha. Kami mengalami hal serupa pada musim-musim sebelumnya, terutama tahun lalu ketika Casey dan saya datang dalam kondisi 100 persen untuk menghadapi balapan. Waktu itu, Casey mengalahkan saya."
Sumber : Kompas.com
Foto : AFP/PAUL CROCK

Tidak ada komentar:
Posting Komentar