Jakarta - Di mata Lewis Hamilton, sirkuit Suzuka ibarat sebuah urusan yang belum dia selesaikan. Akhir pekan nanti pembalap McLaren itu bertekad menuntaskan masalahnya di sirkuit Jepang tersebut.
"Bagi saya, Suzuka benar-benar sebuah urusan yang yang belum tuntas. Tahun lalu saya menampilkan yang terbaik, namun ternyata mobil tidak cukup cepat," ujar Hamilton dikutip dari situs resmi F1.
Tahun lalu pembalap Inggris itu finis ketiga di belakang Sebastian Vettel dan Jarno Trulli. Dia pernah menjadi pemenang di tempat ini, yaitu di tahun 2007
Untuk musim ini misi Hamilton menaklukkan Suzuka bukan sebatas penuntasan dendam pribadi. Ia harus mulai kembali meraih poin maksimal setelah di dua balapan sebelumnya dia tidak meraih nilai sama sekali.
"Saya membutuhkan hasil bagus untuk menghidupkan kembali kans menjadi juara dan itu merupakan fokus utama saya sejak duduk di kokpit dalam sesi Jumat pagi," tukas juara dunia 2008 itu.
Hamilton menegaskan bahwa di Suzuka nanti kesalahan sekecil apa pun bakal menghadirkan kerugian besar. "Ini merupakan sirkuit yang benar-benar menuntut kemampuan pembalap. Anda harus sangat teliti dan berkomitmen untuk melakukan segalanya dengan baik."
"Tidak ada ruang untuk kesalahan. Tidak ada keluar hingga lintasan kerikil. Pembatas juga cukup dekat dengan sirkuit. Itu sebabnya setiap kesalahan akan merusak kesempatan Anda."
Saat ini Hamilton berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Ia tertinggal 20 poin dari pemuncak klasemen sementara Mark Webber. Hamilton juga masih belum aman dari kejaran Sebastian Vettel dan Jenson Button.
"Ini bukan waktunya melihat ke belakang. Ini adalah saatnya untuk bertarung!" seru pembalap 25 tahun itu.
"Bagi saya, Suzuka benar-benar sebuah urusan yang yang belum tuntas. Tahun lalu saya menampilkan yang terbaik, namun ternyata mobil tidak cukup cepat," ujar Hamilton dikutip dari situs resmi F1.
Tahun lalu pembalap Inggris itu finis ketiga di belakang Sebastian Vettel dan Jarno Trulli. Dia pernah menjadi pemenang di tempat ini, yaitu di tahun 2007
Untuk musim ini misi Hamilton menaklukkan Suzuka bukan sebatas penuntasan dendam pribadi. Ia harus mulai kembali meraih poin maksimal setelah di dua balapan sebelumnya dia tidak meraih nilai sama sekali.
"Saya membutuhkan hasil bagus untuk menghidupkan kembali kans menjadi juara dan itu merupakan fokus utama saya sejak duduk di kokpit dalam sesi Jumat pagi," tukas juara dunia 2008 itu.
Hamilton menegaskan bahwa di Suzuka nanti kesalahan sekecil apa pun bakal menghadirkan kerugian besar. "Ini merupakan sirkuit yang benar-benar menuntut kemampuan pembalap. Anda harus sangat teliti dan berkomitmen untuk melakukan segalanya dengan baik."
"Tidak ada ruang untuk kesalahan. Tidak ada keluar hingga lintasan kerikil. Pembatas juga cukup dekat dengan sirkuit. Itu sebabnya setiap kesalahan akan merusak kesempatan Anda."
Saat ini Hamilton berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Ia tertinggal 20 poin dari pemuncak klasemen sementara Mark Webber. Hamilton juga masih belum aman dari kejaran Sebastian Vettel dan Jenson Button.
"Ini bukan waktunya melihat ke belakang. Ini adalah saatnya untuk bertarung!" seru pembalap 25 tahun itu.
Sumber : Narayana Mahendra Prastya – detiksport
Foto : (REUTERS)
Stoner Puji Ducati di Kemenangan ke-22
Motegi - Di MotoGP Aragon, Casey Stoner memetik kemenangan pertamanya musim ini. Di MotoGP Jepang, Stoner bukan saja meneruskan catatan bagus tapi juga menyejajarkan dirinya dengan pembalap-pembalap hebat lain.
Stoner berhasil melewati garis finis paling pertama, Minggu (3/10/2010), saat berpacu di Motegi. Untuk pembalap Ducati tersebut, itu merupakan kemenangan ke-22 dalam karirnya di kelas primer.
Dengan jumlah tersebut, Stoner kini dicatat situs resmi MotoGP sudah resmi bergabung dengan sekelompok pembalap elit lain seperti Geoff Duke, Kenny Roberts dan John Surtees, yang telah membukukan jumlah sama.
"Kemenangan ini terasa menyenangkan. Saat mulai membalap pada usia 16 tahun, aku tak pernah membayangkan bisa mencapai level ini dan aku hanya bisa bilang adalah sebuah kebanggaan bisa bergabung dengan sejumlah nama-nama hebat itu," tukas pembalap 24 tahun tersebut.
Stoner sendiri mulai membalap di kelas primer, MotoGP, pada tahun 2006 silam bersama tim Honda. Saat itu ia belum berhasil mencatatkan satu kemenangan pun.
Angin perubahan baru mulai menerpa Stoner usai membela Ducati sedari musim 2007. Di musim pertamanya bersama tim tersebut, sang pemuda Australia langsung jadi juara dunia. Sejak itulah namanya mulai senantiasa diperhitungkan dalam persaingan.
"Aku sudah mencatatkan seluruh kemenangan di MotoGP bersama Ducati dan itu berkat dukungan luar biasa mereka, kerja kerasnya dan yang paling utama adalah keyakinan mereka," lugas Stoner yang musim depan akan bergabung lagi dengan Honda.
Stoner berhasil melewati garis finis paling pertama, Minggu (3/10/2010), saat berpacu di Motegi. Untuk pembalap Ducati tersebut, itu merupakan kemenangan ke-22 dalam karirnya di kelas primer.
Dengan jumlah tersebut, Stoner kini dicatat situs resmi MotoGP sudah resmi bergabung dengan sekelompok pembalap elit lain seperti Geoff Duke, Kenny Roberts dan John Surtees, yang telah membukukan jumlah sama.
"Kemenangan ini terasa menyenangkan. Saat mulai membalap pada usia 16 tahun, aku tak pernah membayangkan bisa mencapai level ini dan aku hanya bisa bilang adalah sebuah kebanggaan bisa bergabung dengan sejumlah nama-nama hebat itu," tukas pembalap 24 tahun tersebut.
Stoner sendiri mulai membalap di kelas primer, MotoGP, pada tahun 2006 silam bersama tim Honda. Saat itu ia belum berhasil mencatatkan satu kemenangan pun.
Angin perubahan baru mulai menerpa Stoner usai membela Ducati sedari musim 2007. Di musim pertamanya bersama tim tersebut, sang pemuda Australia langsung jadi juara dunia. Sejak itulah namanya mulai senantiasa diperhitungkan dalam persaingan.
"Aku sudah mencatatkan seluruh kemenangan di MotoGP bersama Ducati dan itu berkat dukungan luar biasa mereka, kerja kerasnya dan yang paling utama adalah keyakinan mereka," lugas Stoner yang musim depan akan bergabung lagi dengan Honda.
Sumber : Kris Fathoni W – detiksport
Foto :
Alonso: fase sulit F1 menghadang
Fernando Alonso yang menjuarai dua GP Formula 1 terakhir mengatakan sisa musim balap akan merupakan ujian paling berat yang pernah dia alami.
Alonso yang membalap untuk ferrari menang di GP Italia dan Singapura untuk memperkecil perbedaan pengumpulan poin dengan pembalap Red Bull Mark Webber yang untuk sementara memimpin pengumpulan angka untuk gelar juara dunia Formula 1.
Dengan empat Grand Prix yang masih tersisa Alonso hanya 11 poin di belakang Webber.
Namun pembalap asal Spanyol ini mengatakan: "Bagian sulit masih ada di hadapan kami.
"Kini semua semakin serius, kami akan mengalami rasa sakit hati dan ini waktunya semua pembalap memberi yang terbaik tanpa membuat kesalahan."
Musim balap tahun 2010 ini menjadi musim yang paling mendebarkan karena lim apembalap masih memiliki kesempatan, dan masih mengejar, untuk menjadi juar dunia Formula 1.
Fernando Alonso yang menjuarai dua GP Formula 1 terakhir mengatakan sisa musim balap akan merupakan ujian paling berat yang pernah dia alami.
Alonso yang membalap untuk ferrari menang di GP Italia dan Singapura untuk memperkecil perbedaan pengumpulan poin dengan pembalap Red Bull Mark Webber yang untuk sementara memimpin pengumpulan angka untuk gelar juara dunia Formula 1.
Dengan empat Grand Prix yang masih tersisa Alonso hanya 11 poin di belakang Webber.
Namun pembalap asal Spanyol ini mengatakan: "Bagian sulit masih ada di hadapan kami.
"Kini semua semakin serius, kami akan mengalami rasa sakit hati dan ini waktunya semua pembalap memberi yang terbaik tanpa membuat kesalahan."
Musim balap tahun 2010 ini menjadi musim yang paling mendebarkan karena lim apembalap masih memiliki kesempatan, dan masih mengejar, untuk menjadi juar dunia Formula 1.
Sumber : BBCIndonesia.com – detiksport
Foto :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar