London - Bak api dalam sekam, itulah gambaran konflik yang terjadi di antara dua pembalap Red Bull, Mark Webber dan Sebastian Vettel. Tapi konflik itu dipastikan padam karena keduanya sudah berdamai.
Meski menyudahi tahun 2010 dengan gelar juara dunia pembalap dan konstruktor, ada satu hal yang masih mengganjal di tubuh Red Bull. Apalagi kalau bukan konflik Webber dan Vettel tersebut.
Nyaris selama semusim ini Webber merasa dianaktirikan. Penyebabnya adalah ketika komponen sayap depan miliknya diberikan kepada Vettel di GP Inggris. Sebelum itu, situasi sudah panas saat keduanya bersenggolan di GP Turki.
Beruntunglah Red Bull karena konflik seperti ini sepertinya sudah coba dicegah untuk tidak mengapung tahun depan. Webber menjaminnya dengan mengatakan kalau relasinya dengan Vettel sudah baik lagi.
"Saya pikir, tidak terhindarkan bila Anda punya dua pembalap yang sama-sama ngotot seperti halnya kami," ujar Webber kepada BBC yang dikutip Planet F1.
"Orang-orang harus mengerti kalau hal ini cuma sekali terjadi dalam 10-15 tahun di mana Anda punya dua pembalap setim yang sama-sama ingin jadi juara dunia. Sudah sering melihat ada rival berebut gelar, tapi mereka yang berada dalam satu tim itu tidak biasa," imbuhnya.
Webber mengatakan kalau konflik yang terjadi antara dirinya dengan Vettel adalah pelajaran berharga buat tim yang relatif masih muda bila dibanding dengan tim-tim kawakan seperti Ferrari atau McLaren.
"Itu menjadi pelajaran berharga buat kami. Ada rasa sakit, tentu saja. Keberadaan dua persona yang kompetitif seperti kami, yang sama-sama mengejar sesuatu, pasti akan ada ketegangan," cetus pembalap Australia itu.
"Hubungan kami sekarang baik. Di akhirnya, menyenangkan bicara tentang hal-hal itu dan menyingkirkan beberapa hal. Sulit buat bicara dengan dekat selama musim ini di saat persaingat sedang panas," sambungnya.
"Sekarang, di musim dingin ini kami punya lebih banyak waktu buat mempersiapkan diri buat tahun depan dan bekerja lebih baik tanpa konflik," pungkas Webber.
Meski menyudahi tahun 2010 dengan gelar juara dunia pembalap dan konstruktor, ada satu hal yang masih mengganjal di tubuh Red Bull. Apalagi kalau bukan konflik Webber dan Vettel tersebut.
Nyaris selama semusim ini Webber merasa dianaktirikan. Penyebabnya adalah ketika komponen sayap depan miliknya diberikan kepada Vettel di GP Inggris. Sebelum itu, situasi sudah panas saat keduanya bersenggolan di GP Turki.
Beruntunglah Red Bull karena konflik seperti ini sepertinya sudah coba dicegah untuk tidak mengapung tahun depan. Webber menjaminnya dengan mengatakan kalau relasinya dengan Vettel sudah baik lagi.
"Saya pikir, tidak terhindarkan bila Anda punya dua pembalap yang sama-sama ngotot seperti halnya kami," ujar Webber kepada BBC yang dikutip Planet F1.
"Orang-orang harus mengerti kalau hal ini cuma sekali terjadi dalam 10-15 tahun di mana Anda punya dua pembalap setim yang sama-sama ingin jadi juara dunia. Sudah sering melihat ada rival berebut gelar, tapi mereka yang berada dalam satu tim itu tidak biasa," imbuhnya.
Webber mengatakan kalau konflik yang terjadi antara dirinya dengan Vettel adalah pelajaran berharga buat tim yang relatif masih muda bila dibanding dengan tim-tim kawakan seperti Ferrari atau McLaren.
"Itu menjadi pelajaran berharga buat kami. Ada rasa sakit, tentu saja. Keberadaan dua persona yang kompetitif seperti kami, yang sama-sama mengejar sesuatu, pasti akan ada ketegangan," cetus pembalap Australia itu.
"Hubungan kami sekarang baik. Di akhirnya, menyenangkan bicara tentang hal-hal itu dan menyingkirkan beberapa hal. Sulit buat bicara dengan dekat selama musim ini di saat persaingat sedang panas," sambungnya.
"Sekarang, di musim dingin ini kami punya lebih banyak waktu buat mempersiapkan diri buat tahun depan dan bekerja lebih baik tanpa konflik," pungkas Webber.
foto : AFP/PORNCHAI KITTIWONGSAKUL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar